
Beberapa saat telah berlalu akhirnya sampai ditempat tujuan,hari sudah mulai gelap.
Sebelum acara penandatanganan perjanjian perpindahan saham atau akuisisi perusahaan,dan perhotelan Rehan sudah bekerja keras untuk mempersiapkan semuanya,yaitu lamaran pernikahan di Padang bunga.Dengan wangi alami seakan memabukkan setiap orang yang melihat ,makan malam romantis, diiringi dengan nyanyian surgawi dengan lampu-lampu yang berwarna warni,cahaya kunang-kunang yang menambah bak seperti di negri dongeng.
Pintu mobil terbuka,sebuah telapak tangan yang. besar berlahan-lahan menuntun Angel untuk keluar dari mobil.
"Tutuplah matamu"Albet berbisik ditelinga di telinga Angel sehingga membuat Angel bergidik geli.
Dengan di pimpin,Angel berjalan selangkah demi selangkah,
Anggin berdesir memberikan rasa yang tak bisa diungkapkan,wangi bunga semakin semarak di hidung Angel.
Hingga saat ini,Albet meminta untuk membuka kedua mata Angel.
Pertama yang terlihat adalah padang bunga,dengan bermacam-macam jenis, seperti tulip,mawar dan bunga matahari,semuanya tampak sangat indah,sungai kecil yang mengalir sejernih kristal.
Kincir angin berlahan-lahan berputar dengan hembusan anggin,saat ini sudah mulai gelap.
Meski langit mulai gelap,awan hitam mulai berbondong-bondong tetapi,taman itu serasa tetap seperti senja hari karna cahaya lampu yang bergantung di pohon-pohon bersinar dihujani cahaya.
Kunang-kunang mulai datang memberi sensasi yang sangat berbeda,ini seperti Dongeng,impian semua gadis.
Tiba-tiba Albet berlutut sambil membawa kedua tangan Angel,dan berbicara.
"Mau kah kamu menikah denganku Angel"
Seketika Angel terpana dengan kata-kata Albet,di situasi saat ini perasaan Angel entah harus tertawa atau menangis itu dua hal yang mencerminkan saat ini.
Angel memberikan tatapan kosong sampai terdengar Rehan berteriak.Disamping Rehan ada Alex dengan wajah hitam seperti dibawah pot panci hitam pekat.
"Bisakah kamu menolaknya saya tidak mau harus menjadi bibi mu,Dewi ku sudah berakhir"
Rehan memandang kedua pasangan itu dengan sangat antusias,rasa penasaran mulai membuka hati,gadis kecil ini apa bisa menanggung semua tekanan dari semua arah, itu adalah pemikiran Rehan.
Alex saat ini merasa menyesal untuk melihat semua ini,
Kembali di pagi hari hotel Edoya Tokyo
Setelah kejadian saat itu Angel dan Alex telah berpisah beberapa hari,pamannya telah menculik Dewi nya rasa sakit hati menusuk jantung Alex,
"Saya yang membawanya paman yang merampasnya sangat kekanakan,"pikiran Alek
Alex sangat kesepian saat liburan ini, Alex hanya ditemani seorang asisten wanita pilihan Albet,
beberapa hari kemarin Alex bepergian hanya dengan asisten dan seorang supir sangat membosankan.
Hingga pagi pagi sekali Alex mendapat telepon dari Albet untuk melihat Angel.
Dengan sangat bahagia Alex langsung bergegas mempercantik diri dengan memakai baju yang terbaik.
Sampai diparkiran bawah Alex disambut dengan asisten dan supirnya,dalam perjalanan banyak kata yang inggin Alex diceritakan alhasil apa yang Alex pikirkan tidak seperti kenyataan,saat sampai dengan berat hati seolah mata inggin melompat keluar Alex menyaksikan pamannya yang sangat keras kepala,arogan dan jahat berlutut dibawah seorang perempuan dan perempuan itu adalah temannya yang Alex cintai,paman jahatnya telah merebutnya.
Alex inggin sekali menghancurkan semuanya tapi apa daya tangan tak sampai,Albet saat ini berada diketinggian yang tidak bisa Alex capai.
Mata Alex mulai berkaca-kaca,tangan mengepal hingga kuku masuk kedalam daging.
"Inikah rasanya patah hati?gugur sebelum berkembang sangat menyakitkan,hanya bisa melihat tidak bisa berbuat apa-apa,karna perbedaan dalam semua aspek kehidupan,merasa tidak adil."