Albet And Angel

Albet And Angel
Paris 2



sesampainya di mansion


Angel berjalan melewati kebun bunga sakura yang sedang bermekaran,seperti hujan yang mengguyur seluruh tubuh Angel.


Berlahan-lahan Angel berjalan menikmati setiap momen yang ada.Seorang pelayan muda menyapa,


"Nyonya muda,selamat datang kembali apa inggin saya menyiapkan makan malam?"


Angel tersadar dalam langkah kakinya


'Nyonya muda'


Angel hanya menggelengkan kepalanya saja dan melanjutkan untuk menuju ke kamarnya.


Karna kebiasaan hidup bersih yang diterapkan dari kecil,setelah bepergian dari luar Angel selalu mandi terlebih dahulu.


Angel mulai melepaskan semua pakaiannya,tanpa mengunci pintu,tanpa ada kewaspadaan apa pun terhadap Albet,Angel merasa Albet dapat dipercaya dan cukup aman untuk berada disisinya.


Lalu Angel hanya memakai handuk yang hanya menutupi sebagian tubuhnya,tiba tiba pintu didorong terbuka, Angel panik dan handuk kecil itu terlepas dari tubuhnya.


"Paman jangan melihat balikkan badan?"


Albet bukan berbalik tetapi melangkah maju untuk membawa handuk itu dan memakaikan kedalam tubuh Angel,


Gesekan dari tangan ke kulit polos Angel membuat reaksi yang terlihat jelas,


wajah Angel sepenuhnya berwarna merah.


"Lain kali jangan pakai handuk lagi pakailah yg disebelah sana"


Albet menunjukan tumpukan Bathrobe semacam handuk kimono.


"Saya tidak tahu"Wajah memerah semakin dalam


"Tidak apa-apa,pergilah dan ganti dengan yang baru"


Albet membawa handuk kimono dan memberikannya kepada Angel.


"Setelah selesai datanglah kekamar saya,ada sesuatu yang harus saya sampaikan"


Setelah Angel masuk kedalam,Albet mengutuk didalam hatinya.


'Hampir saya saya melewati batas-batas lagi,sentuhannya membuat saya tidak berdaya,sepertinya mandi lagi air dinggin'.


Dengan tarikan nafas yang panjang Albet melangkah keluar.


Terlihat benjolan yang cukup besar dibawah pinggangnya,ereksi yang sudah terlanjur datang.


Beberapa saat kemudian


Angel datang keruangan samping,ini adalah kamar Albet sekaligus tempat kerjanya dengan sopan Angel mengetuk pintu terlebih dahulu,suara Albet terdengar dari dalam,


"Masuk"


Angel masuk dan duduk didekat jendela terdapat tempat duduk yang cukup nyaman,


"Paman apa yang harus kita bicarakan?"


tanpa basa basi Angel bertanya pada intinya


"Duduklah dulu,saya harus menyelesaikan ini dulu,"


Saat ini Albet sedang mengerjakan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan untuk 4 hari ke depan,karna Albet seperti inggin berlibur dari pekerjaannya jadi dikerjakan lebih awal.


Saat ini Angel sangat bosan lalu Angel berjalan beberapa langkah tanpa bersuara,tidak inggin untuk mengganggunya.


Hingga mencapai rak buku yang sangat tinggi,tanpa sengaja Angel menjatuhkan buku tebal dan terlihat sebuah foto lama yang terselip didalamnya.


Foto itu adalah seorang anak kecil dengan kuncir ekor kuda,yang tak lain adalah dirinya sewaktu kecil sekitar 10 tahun yang lalu.


Lalu Angel teringat,akan kakak besar nya yang berjanji akan mencarinya,Angel saat itu sudah jatuh cinta pada kakak besarnya dan inggin segera dewasa untuk menikahinya, berlahan-lahan Angel bangkit berjalan menuju Albet.


Saat ini Albet sedang melakukan rapat lewat video, tiba-tiba dengan inisiatifnya,Angel melangkah melewati meja dan duduk diatas pangkuan,tangan mungil itu merangkul pundak Albet dan mulai mencium bibir dinggin Albet,rasa manis dari anggur yang disisakan dan sedikit aroma tembakau membuat Angel kehilangan dirinnya.Dengan cara Angel mencium Albet yang tiba-tiba membuat Albet terkejut hingga beberapa saat Albet belum membalas ciumannya,Albet pun tersadar dan mulai membalas ciuman itu,lidah mereka saling menjerat satu sama lain,menghisap dan sedikit menggigit membuat tak berdaya,Albet mulai menjarah,Angel semakin terhanyut dalam kesenangan ini.


Albet membawa Angel dalam pelukannya tanpa melepaskan ciumannya,tubuh mungil itu sekarang dalam bahaya,tanpa terasa Albet membaringkan Angel diatas sopa yang halus,Albet mulai kembali menghujani nya dengan ciuman,dari mulai leher,daun telinga yang sudah memerah,Albet mulai menjelajahi tubuh atas Angel dengan bibir dan tangannya.


Wangi tubuh Angel dan sedikit sentuhan ringan saja sudah bisa membuat Albet tak berdaya apa lagi sekarang dengan inisiatif sendri Angel menciumnya.