
Beberapa minggu telah berlalu,semua kerja keras,usaha telah dicurahkan untuk ujian kali ini,bentuk pembelajaran diri beberapa kemalangan yang menimpa kehidupan gadis muda ini telah berlalu seperti malam berakhir fajar,
inilah hidup sebuah perjalanan panjang
Anggel berjalan menghampiri sebuah dinding,dan melihat angka angka itu terseyum puas
"angel kamu datang,lihat lah"
desi menunjukan sebuah urutan angka dari jajaran teratas,
"nilai sempurna,owwww kita harus merayakannya"
dari ujung koridor datang suara seksi terdengar
"lalu urutanku"
Alex datang
"20 dibawah angel mengerti"
semua tawa terdengar
desi meratapi wajah Alex yang sangat kecewa dan kepuasan bathinnya akhirnya terbebaskan
"tapi tak apa keberhasilanku sudah terwakili oleh angel,ayo kita rayakan"
mereka pun pergi ke restoran terdekat dan meminta ruangan pribadi,sebenarnya restoran itu properti milik keluarga alex dan albet mereka paman dan kepondakan,
Mereka memesan dan bersuka cita atas keberhasilan ujian pertama mereka,hanya dara yang absen karna seseorang kerabat menjemputnya untuk acara keluarga,
tiba tiba ponsel angel terdengar
"hallo kakak,"
"dimana nona,?"
"makan "
"alamat aku akan menjemputmu,inggat tidak boleh minum walau pun sebuah perayaan"
"ok,,"
angel pun mengetik dan mengirim alamat kepada kakaknya,
semenjak terjadi kecelakaan yang membuat ibunya meninggal Bam lebih protektif terhadap adiknya,dia tidak mau sesuatu terjadi terhadap adik perempuannya,hanya angel saudara satu satunya yang tertinggal
"siapa yang menelpon mu"
Alex pertanya dengan nada curiga
"kakak sebentar lagi mungkin datang aku memberi alamat dan no ruangan ini"
"oh benarkah,sekalian kita rencanakan liburan kita,kapan kakak mu pergi keparis"
"mungkin minggu depan"
angel masih asik dengan makanannya lalu desi menyela
"liburan apa?"
"kita akan liburan bersama ke jepang lihat bunga bunga bermekaran,lalu korea lihat konser dan tiket sudah dapat,"
angel berbicara sambil mengunyah makanan,lalu pintu terbuka bam datang
"uhuk uhuk uhuk"
angel tersedak makanannya sendri
"minum minum cepat"
alex memberikan air putih ke angel seketika angel minum tanpa berkedip,
bam duduk
"sudah ku bilang ini bukan gaya mu buat makan sambil bicara,"
"kakak"
"hnmmm,minta aku satu set alat makan,cepat aku lapar"
Bam mempuyai sifat seperti albet kurang lebih raja kuno yang suka memerintah tanpa melihat,
desi pun mundur dan membawa yang dipesan bam
"ini kakak,silahlkan cicipi"
mereka pun tertawa mengobrol yg ringan ringan tanpa terasa senja datang,
yang semula matahari setinggi gunung kini telah redup memberikan cahaya kekuningan,
mereka pun berpisah
dalam perjalanan pulang
"kakak aku akan berangkt dalam 3 hari lagi untuk menikmati festival Sakura Ueno,aku takut tertinggal dan alex sudah mempersiapkannya,lalu kami akan terbang ke korea dengan tiket yang kakak dapat kan untuk saya,lalu kita akan menyusul kakak ke paris"
dengan antusias angel berbicara tanpa titik dan koma,disebelahnya alex hanya cukup mendengarkan tanpa memandang
"tapi ayah bagaimana?"
barulah bam menanggapi
"kenapa baru sadar adikku?"
Angel mengeluarkan mata yang memelas dan berair ini adalah jurus pamungkasnya
"sebgai kakak yg baik harus membantu adiknya"
"ok,imbalannya inggt tidak ada yg gratis"
bam menyeringai
"beri aku no temanmu yg tadi"
ohh angel terpana apa kakaknya jatuh cinta lagi,ini adalah sebuah berkah ataw musibah hanya waktu yang akan menjawabnya
"tapi kakak jangan sakiti dia,desi teman pertama sejak aku masuk kuliah"
"Sepakat"
perjalanan pulang pun terasa panjang dan seprti biasa angel tertidur didalam mobil
'gadis celaka tingkat kewaspadaannya semakin menurun saja'kata hati seorang kakak terhadap adiknya
mobil pun berlahan lahan masuk kedalam halaman rumah,rumah angel cukup luas dan lengkap dengan taman bunga,disaat memasuki gerbng wangi bunga sudah tercium karna ini adalah saatnya bunga bunga bermekaran
seorang laki laki tua menyambut kedatangannya itu adalah kepala rumah tangga yg sudah puluhan tahun hidup mengurusi keluarga angel dari generasi ke generasi melalui pasang surutnya kehidupan keluarga Heru candrawinata
"Tuan muda kembali,kemana nona kecil itu,katanya Anda membawa dia pulang?"
diantara mereka sudah kurangnya aturan majikan dan bawahan karna keluarga alex memperlakukan mereka seperti keluarga,sebab mereka melihat bam dan angel dari mulai dalam kandungan,hanya dengan seukuran biji kenari hingga menjadi sebuah sepotong daging dan pada akhirnya memiliki kehidupan,
keluarga pak Rendra melayani keluarga angel dari mulai istri dan ank anknya,pak rendra hanya memiliki 2 ank,dan mereka memilih untuk hidup terpisah karna sudah menikah dan memiliki keluarga masing masing,sedang kan pak rendra dan istrinya masih bekerja dan tidak mau meninggalkan keluarga pak heru,karna mereka sangat mencintai angel,
"seperti biasa tertidur"
alex menjawab sambil membukakan pintu sebelah dan membawa angel dalam pelukannya,
'hnmm kehilangan berat badan lagi'seru alex
karna sering menggendong angel,alex tau dia kehilangan berat badanya,sekarang keindahan,ini telah berkurang kini dia seringan bulu,
'aku takut badanmu akan terhempas anggin'
bisik alex
alex pun membaringkannya dtempat tidur putrinya,membuka sepatu lalu menutupi dengan selimbut,
diruangan angel penuh dengan cahaya karna dia pobia dengan kegelapan,sebelum alex pergi dia duduk ditepi tempat tidur
didalam hati alex sangat sedih melihat angel,alex tahu didalam hati angel masih tersimpan luka yang sangat dalam atas kematiam ibunya,dan itu akan menjadi duri dalam daging yg akn menghantui hari hari angel,meski dia melihat angel dalam kondisi semula ceria riang,banyak terseyum tapi
didalam hati ada dimana dia menangis sendri dlam kegelapan,sebagai kakak laki laki alex tidak cukup perhatian karna pekerjaan yang membuat sebagian besar berada di RS,
alex menarik nafas panjng dan menghembuslannya
berlahan bangkit lalu pergi,