Albet And Angel

Albet And Angel
Paris..



Angel menangis bukan tidak setuju atau menolak keingginan Albet,sebagian dalam dirinya Angel menginginkannya jelas Angel seorang wanita normal, sangat menginginkan hal itu dari laki-laki yang dicintainya.Tetapi ini belum waktunya,Angel masih dibawah Albet saat ini, Angel tidak mau dipandang sebelah mata oleh keluarga besarnya.Yang Angel harapkan saat ini berusaha untuk mengejar ketinggalan mengejar cita-cita nya.


Harus ada rencana untuk masa depan, bukan hanya menikah,memiliki keluarga tetapi harus ada rencana yang lain, karna yakin setiap pernikahan akan ada badai dan cobaan yang akan datang,entah pernikahan itu akan bertahan atau berpisah.


Seandainya berpisah Angel tidak bisa mengandalkan keluarga dan belas kasih mantan suami dengan tunjangan,apa lagi harus membesarkan seorang anak,sungguh tidak mampu secara finansial dan psikologis.


Angel pikirkan sangat takut mengandung yang menurutnya akan merusak masa depannya.!


Angel membuka mulutnya.


"Paman bukan ini yang saya harapkan,"Angel masih terisak menagis


"Maaf"Albet membawa Angel kedalam pelukannya


Albet membawa Angel untuk duduk di sopa,sopa panjang dengan bulu yang sangat halus yang membuat seseorang nyaman dan hangat untuk duduk diatasnya.


Lalu meletakan mantel di atas tubuh Angel untuk menutupi semua yang telah Albet lakukan,Albet membelai rambut Angel yang sedikit berantakan,


Angel bersandar di dada kokoh Albet tarikan nafas yang berat membuat Albet semakin bersalah,air mata telah mulai mengering.


"Paman saya takut mengandung dan menjadi seorang ibu sekarang ini,"Angel mengusap air mata nya.


Albet berpindah duduk sekarang menghadapi Angel.


"Gadis bodoh, meskipun kamu mengandung anakku tidak ada hal yang akan berbeda,saya akan menikahi memanjakan dan mencintai anak kita lebih dari apa pun"Albet sedikit memukul dahi Angel.


"Saya mencintai nya karna itu dilahirkan oleh istriku Angel dan anak kita,gadis ini"Albet mencubit hidung Angel.


"Tapi saat ini saya tidak mau melahirkan atau pun memiliki anak,saya inggin melanjutkan studi hingga lulus,bekerja merintis karir setelah setara denganmu atau sedikit mendekati baru saya inggin memiliki anak bersama mu paman"Angel menjelaskan apa keinginannya.


Albet memeluknya


"Bila itu keinginanmu saya hargai,tetapi setelah menikah kita bisa mencegah kehamilan dengan arahan dokter yang benar agar tidak merusak rahimmu,lain kali saya akan memperhatikan tingkah laku saya kedepannya,maaf"bisikan dalam pelukan Albet.


Waktu berlalu dengan cepat sekarang jam 9 malam,


Albet melepaskan pelukannya meski Albet masih berkeinginan banyak.


"Ayo Rehan menunggu kita didepan,"


Albet membawa Angel keluar dari ruangan.


seolah tak mendengar apa pun semua mata pramusaji menundukkan kepala mereka disaat mereka keluar dari ruangan itu,mata dan telinga mereka sudah ditutup oleh bos mereka.Hingga mereka tidak melihat apa yang harus tidak mereka lihat seolah-olah,mereka tidak melihat apa pun.Hanya bayangan saja yang nampak.


Sebelum Albet dan Angel masuk ke restoran,Rehan sudah membuat reservasi terlebih dahulu,meski itu adalah restoran dibawah perusahaan Albet yang sekarang telah di akuisisi tetap peraturan harus di patuhi,sebagai atasan yang baik dan bos yang bijak Albet memenuhi prosedur.


Rehan menelepon dan membuat satu hal yang penting dalam pembicaraannya terhadap manajer,'apabila mendengar suara apapun dari dalam bilik tidak boleh masuk dalam keadaan apapun terkecuali bos meminta,tutup mata dan telinga semua karyawan,gadis itu adalah calon nyonya masa depan kalian,meski sangat muda tapi hargai dan hormati, inggat tutup mata telinga,mulut juga tidak satu dari kalian untuk membicarakannya atau pekerjaan kalian akan berakhir.'


Peringatan yang panjang ini membuat semua karyawan takut akan kehadiran mereka,jadi pada saat piring-piring berjatuhan tidak ada satu ekor lalat yang berterbangan di depan mereka.