
Waktu berlalu dengan cepat,semua telah berakhir dengan ucapan basa-basi dari rekan bisnis.
Albet bersiap dengan Angel dan Rehan untuk kembali.
Mereka mulai memasuki mobil Van,suasana masih dalam kesunyian.
Tiba-tiba Angel memecah kesunyian itu dengan suara lembutnya
"Paman, berhutang penjelasan terhadap ku"sambil memutar kan matanya sedikit dengan nada tinggi.
Disisi lain ibu kota,
Saat ini Bam sedang tidur siang di bangunkan dengan suara dering telepon yang berkali-kali yang menggnggu waktu istirahat nya, jarang-jarang bagi seorang dokter bisa mengambil hari libur.
Dengan terpaksa Bam menjawab telepon itu,saat Bam mulai bicara.
Dari saluran lain sudah terdengar kebisingan,setelah Bam lihat ternyta itu adalah panggilan dari ayahnya pak Heru yang sekarang ada di Paris,
Seketika Bam langsung bangun dan duduk seakan semua nyawanya telah terkumpul kembali.
Tanpa basa-basi pak Heru langsung pada intinya,
"Bam kemana adik perempuan mu?"dengan nada mengintrogasi
"Sedang berlibur ke Jepang bersama teman-teman nya"Bam berbicara sambil penjepit diantara alisnya
"Tetapi mengapa adikmu tiba-tiba memiliki seorang tunangan coba jelaskan?"
"Tunangan apa siapa??"
Bam heran dengan perkataan ayahnya
"Lihat dalam saluran tv......"pak Heru semakin tidak habis pikir apa yang sedang mereka pikirkan tentang ke dua anaknya
Dengan enggan Bam bangun berjalan membawa remote tv,setelah Bam lihat seakan rahangnya akan jatuh,tak percaya dengan apa yang Bam lihat,Bam mulai menggosok-gosok kedua bola matanya tetap tidak ada berubah sedikit pun dengan apa yang Bam lihat dan dengar.
Seorang pewaris Zhang company miliki tunangan dengan wanita muda yang terpaut umur sangat jauh,terlihat seorang wanita yang mirip murni seperti adiknya meski dibalut dengan pakaian sedemikian rupa dan polesan kosmetik dengan sekali melihat jelas itu adalah adiknya Angel.
Bam masih melihat berita itu sampai akhir,lalu dengan kecepatan kilat,Bam membuka internet dimana sudah disiarkan dan dalam topik pembicaraan tingkat 1.
Sekarang adiknya sedang dalam pembicaraan publik yang akan membawa dampak yang tidak diinginkan,lebih banyak dampak buruk dari pada hal yang positif,akan kah orang itu akan mengenali Angel.
Itu adalah yang paling Bam takutkan adiknya akan di ambil oleh keluarga terkutuk itu.
Telepon masih terhubung ke ayah nya,pak Heru masih menunggu penjelasan Bam,hingga detik berikutnya pak Heru dengan kesal meneriaki namanya
Bam kembali ke dimana titik sadarnya kembali
"Iya,ayah masih disini,sampai kapan ayah akan diParis?"
"Belum ditentukan kapan ini akan selesai, nanti kita akan menemukan ayah,kita berdua bukan bertiga, sampai jumpa di sana,"
Dengan tidak sopan Bam menutup saluran telepon itu.
Bam dengan hati yang sedikit lebih besar mencari no Albet beberapa saat kemudian sambungan telepon terhubung,
"Bisa kamu jelaskan apa yang terjadi"Dengan nada arogansi Bam bertanya
"Aku akan menjelaskan ketika kita bertemu"
dari sisi lain Angel berbicara
"Apa itu kakakku yang menelpon,paman?"dengan suara lembutnya Angel bertanya
"Iya"
"Bisa paman berikan kepadaku,aku merindukan nya"
dengan enggan dan wajah yang poker Albet memberikan telpon itu ke pada Angel.
"Hallo kakak, bagaimana kabarmu,?"
Angel berbicara sambil tersenyum manis
"Kamu yang selalu membuat saya tidak bisa berhenti memikirkan mu,"
hahahaha Angel tertawa merasa tidak puas dengan perkataan kakaknya,
"Kenapa,saya baik baik saja,tapi Albet berhutang penjelasan tentang hari ini"
"Justru itu yang membuat saya khawatir,tadi ayah menghubungi meminta penjelasan,jadi apa yang akan kamu jelaskan,ngomong-ngomong apa kamu menyukainya,jawab dengan jujur?"
Pertanyaan yang cukup menyudutkan Angel
dari sisi kanan Albet memandang Angel jauh kedalam matanya,seolah inggin mengetahui jawaban apa yang akan Angel berikan kepada kakaknya.
Detik berikutnya Angel menjawab
"Iya"....