Albet And Angel

Albet And Angel
Sosok yang sempurna



Dikamar angel


albet merusaha sebaik mungkin untuk menenangkan angel,lalu albet membawa angel berdiri dan duduk ditepi tempar tidur lalu albet berjalan kelemari baju angel,semuanya tersusun rapi dan dia terseyum kecil lalu albet membawa satu set pakain wanita piyama berwarna putih dengan corak kotak kotak yang tampak monoton untuk seorang gadis muda


"sudah sekarng berpakaianlah"


albet memberikan baju itu,lalu berniat pergi tapi angel menarik ujung kemeja albet dan berkata


"paman mau kemana?"


"untuk memberikan waktumu untuk berpakaian"


"jangan pergi paman berbaliklah dan jangan menoleh kbelakang aku akn berpakaian"


albet hanya bisa menghela nafas panjang dan berguman sendiri 'gadis celaka ini'


hanya perlu sebentar angel berpakaian


lalu angel bertanya


"lalu bagaimana dengan pakainmu paman basah lagi dan penuh ingus,"


"ini suatu kehormatan untuk menjadi seperti ini"


"paman ayo ikut bersamaku"


lalu albet mengikuti angel,angel menuntun albet kesebuah kamar samping yang tak lain adalah kamar bam,


kamar yang cukup rapih untuk seorang bujangan dan tersusun rapi bersih pas tatak letak perabotan meski tidak banyak tapi cukup megah,sama seperti kamar angel tidak bayak perabotan tapi cukup sempurna,lalu angel membuka lemari pakaian Bam,


"paman pilihlah yang menurut paman cocok salah satunya,dan aku akan menunggu disini"


angel duduk dikursi tempat bam bekerja


albet berjalan kelemari itu,dan membawa Pakain olah raga Bam yang berwarna putih,albet menutup lemari itu dan bersiap melepas pakainnya,tombol demi tombol kemeja berlahan terbuka,angel yang awalnya tidak tertarik dia melirik dan melihat kulit yang putih dan sempurna,dada angel berdetak lebih cepat seakan bubuk mesiu ada dalam dirinya yang seakan akan,akan meledak pada saat itu,wajah angel sudah mulai memerah,saat kemeja terlepas angel melihat tubuh l yang kekar dan bidang,roti sobek yang tampak gagah dan sempurna seolah angel inggin menyentuh tanpa melepaskannya,tanpa terasa angel mengagap mulut terbuka dan mata terus memperhatikan albet,hingga seluruh badan angel memerah tanpa ada celah,ujung telinga sudah merah padam,angel pun tersendak dan kembali terbagun dari pemikiran liarnnya dan akhirnnya angel bangkit dan berkata


"paman sepertinya aku harus pergi"


angel terburu buru berjalan dan dia tidak melihat angel menabrak samsak tinju sangat pas didepan wajah angel,hingga terjatuh


'gedebruk'


angel tersungkur jatuh


albet pun berjalan cepat dan angel buru buru bangun dan berkata


"tidak apa apa paman lanjutkan aku tunggu d bawah saja"


angel pergi membanting pintu terburu buru berjalan keluar sambil menutupi wajahnya


'uhh lumayan sakit sialan kenapa harus salah tinggah seperti itu,angel sudah habislah kali ini,malu rasannya'ini adalah pergelutan perkataan hati angel


sedangkan albet hanya terseyum puas melihat tingkah angel


beberapa saat kemudian,diruangan keluarga angel duduk bersila dengan menopang ke dagunya sepeti biasa angel menonton acara kesukaan dia drma,yang menurut sebagian orang sangat membosankan tp menurut angel sangat menyenangkan lalu albet turun dan melihat angel lalu bertanya


"angel apa kamu lapar"


"sedikit paman"


"ayo kita lihat ada apa didapurmu yang bisa kita makan,paman juga merasa sangat lapar"


"paman apa ada yang bisa kita makan"


"duduk dan lihatlah!"


angel duduk dan melihat alber mencuci sayuran,memotong lalu albet mencuci danging dan mengirisnya lalu albet memanaskan panci,angel hanya memperhatikan lalu karna penasaran angel bertanya


"paman memasak apa"


"mie dengam sayuran dan daging"


"uhhhhh,paman baunya sudah harum hnmmm,sangat terasa lapar,paman apa ada yang bisa d bantu?"


"diam dan duduklah yang benar awas terjatuh lagi"


"paman aku bukan ank kecil lagi tadi hanya ketidak senghajaan saja karna karna"


angel tegagap dan ujung telinganya sedikit memerah lagi,albet pun bertanya kmbali


"karna apa"


"karna paman terlihat sangat seksi,hingga membuat jantung berdetak cepat dan sedikit berpikiran liar,itu saja" angel menjelaskan dalam satu tarikan nafas


albet terseyum sangat manis seakan dia telah memakan begitu bayak madu saat ini


lalu tidak lama kemudiam 2 mangkuk mie mengepul d atas meja,


"uh paman sangat cantik merasa tidak tega untuk memakannya,sebentar paman aku harus mengabadikan dulu mkanan ini sangat sayang kalau langsung dimakan"


'klik'


lalu angel memasukan keakunnya dan menyebarkan setatus,'sangat sayang untuk memakannya,'


"sudah ayo paman kita makan,terima kasih makananya"


mereka pun seperti biasa makan dalam diam,angel tidak suka makan dalam suasana berisik atw mengobrol karna menurut angel makan saat berbicara membuat tidak bisa menikmati makanan dan tidak kenyang,mkan pun selesei,


"pamam.biar aku yang mencuci ini semua"


angel maju dan mulai membersihkan semuannya,semua pun beres dalam sekejab mata


"paman ayo kita duduk atw paman mau berjalan jalan keluar sebentar,hujan sudah reda,ayo kita ketaman depan atw belakang"


angel pun memimpin jalan terapi albet masih tertinggal dbelakang dan angel menghampiri dan memenagang tangannya,


"ayo paman,cepatlah"


mereka pun berjalan ke arah taman dibelakang,


indra penciuman sudah mulai bekerja wangi bunga sudah tercium sangat lembut dan manis,


sesampainya disana angel menuntun albet untuk duduk dbangku kayu yang tampak masih bash oleh sisa hujan tadi sore


"paman duduklah"


5 menit,10 menit hingga 15 menit mereka diam tidak berbicara satu sama yang lainnya


mereka pun duduk bersampingan,langit sudah hitam begitu lekat angin malam seakan minggigit kulit,hingga beberapa saat angel berkata


"paman ayo masuk"