
Kebahagian ini sangat tidak nyata untuk Albet, perasaan bahagia dan ketakutan dalam dirinya kian hari semakin bertambah.Albet takut rahasia yang dia sembunyikan akan terbongkar suatu hari nanti.
Malam kian berkabut karena ini adalah daerah pegunungan udara semakin dinggin,Albet memberikan mantelnya untuk Angel pakai,saat ini Angel berpakaian sedikit.Cuaca sangat panas untuk siang hari sedangkan malam udara mulai dinggin.
Mereka berjalan-jalan disekitar taman bunga untuk menghilangkan rasa emosi yang sangat menggila.Saat ini untuk mengikuti hawa nafsu serigalanya Albet membawa Angel berjalan-jalan melihat kebun bunga yang terhampar bak permadani berwarna-warni dengan beragam jenis bunga,sesekali Angel membidikkan Kamara ponselnya untuk mengabadikan apa yang Angel lihat,lalu Angel berjalan beberapa langkah ke depan Albet membidikkan kamera ponselnya pas didepan Albet,wajah sedingin es tercetak dalam ponsel Angel.
Angel pun bertanya
"Paman ayo kita berfoto?"
Albet langsung membawa Angel kepelukannyan lalu membawa Handphone dari saku dalam 'klik' kamera berbunyi seketika foto tanpa persiapan muncul di layar,wajah Angel yang spontan membuat Albet tertawa,
"Lihat diri mu sangat lucu bukan" Albet tertawa saat ini melihatkan gigi putihnya yang berjejer rapih,gusinya yang jarang terlihat kini tertawa sangat keras sambil memegang perutnya.
Angel memicingkan matanya setajam belati
"Paman stop tidak lucu"
Angel menghampirinya sambil merebut ponsel Albet karna perbedaan tinggi yang cukup jauh Angel tidak bisa untuk membawa ponsel itu hingga Angel geram,
"Paman kesini saya ingginan melihat"
"Tapi berjanji tidak akan menghapusnya"
"Ok"
Albet pun memberikan ponselnya,Angel melihat hasil bidikan Albet dan Angel terseyum.
"Tidak buruk,ayo paman kita berfoto sambil duduk di bangku itu!"
Bunga-bunga cinta kini bermekaran dihati kedua,sesekali Angel berjalan sambil memandang wajah Albet yang seperi dewa tidak satu kekurangan apa pun sangat luar biasa,tangan mereka terjalin satu sama lain,disisi lain telapak tangan Angel selalu penuh dengan kehangatan, sedangkan tangan Albet penuh dengan es ribuan tahun dinggin hanya dinggin yang terasa tetapi saat ini kedua berjalan berpegangan tangan membuat berjuta pasang mata melihat sangat merasa cemburu,melihat mereka berjalan bersama seperi lukisan yang keluar dari gambar tidak ada kata lain lagi seperi pasangan kesempurnaan.
Hingga beberapa saat mereka sampai ditempat tujuan ,sebuah restoran mewah dengan gaya internasional,didepan pintu mereka di sambut oleh seorang kepala pelayan yang memakai jas berekor,Meraka dituntut menuju sebuah ruangan khusus di dalam restoran,pintu dibuka mata Angel sangat terpesona oleh keindahannya,ruangan ini menghadap persis dalam mimpinya,laut.
Angel sangat menyukai laut,ombak gemuruh air dan pasir serta anggin yang bisa menggoyang kan tubuhnya,Angel serasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat hingga Angel bertanya kepada Albet.
"Paman apa ini nyata cubit tanganku apa saya akan merasa sakit?"Angel bicara sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya,
Albet tidak bisa menahan godaan kali ini.ciuman capung terbang kebibir Angel,
"Paman saya hanya meminta mencubit bukan mencium"Angel bicara sambil menundukkan kepalanya
"Apa rasanya apa ini nyata atau mimpi?"
Albet menuntun Angel untuk duduk
"Rasanya ini nyata paman!"Angel menyentuh bibirnya ada kesenangan dimatanya.
Tidak lama kemudian hidangan utama datang, harumnya sudah mencuri perhatian Angel,piring demi piring di suguhkan di atas meja,air liur Angel sudah mulai menetes keluar,tidak lama juru saji keluar.Angel hanya menatap piring didepannya lupa dengan kehadiran Albet dihadapannya,hingga keluar kata manis Angel.
"Paman apa boleh sekarang"Angel bicara sambil tenggelam dalam keindahan hidangan didepannya.Ada ketidak kesukaan di terlihat dimata Albet,Albet hanya menjawab dengan
"Hnmmm"
Tanpa basa basi lagi Angel mulai menggali makanannya dengan gayanya sendri walau cepat mengambil dan mengunyah Angel tetap tertib tanpa ada kekacauan atau kecelakan saat makan yang bisa mempermalukan dirinya.