
Albet mencoba menenangkan angel keringat dinggin terhampar luas menbasahi tubuh dan wajahnnya,
albet sibuk menyeka keringat dan membantu mengganti pakaiannya lagi
angel pun berbicara dalam mimpinya
"ibu maaf,aku akan hidup lebih baik "
deman anggel akhirnnya berkurang menjelang fajar
albet kelelahan sebab dari semalam hanya mengurusnya tanpa bisa pergi meninggalkan sendirian,
bahkan buang air kecil saja tidak cukup untuk melangkah dikarenakan tangan sebelah kiri digenggam angel sekuat tenaga
albet diujung kelelahan berbaring menghadap angel
"alis yang hitam sepasang mata yang besar hidung yang tinggi bibir ceri yang indah yang membuat keinginan untuk memakannya,"
tangan albet bergerak maju untuk menyentuh bibirnya tetapi
"apa yang kulakukan ini tidak benar"
disaat albet terbangun dan berniat pergi
tangan kecil angel menarik sehingga albet jatuh tertidur kembali
angel pun bergerak gerak keatas bawah membuat bibir angel hampir bersentuhan dengan milik albet
angel merosot kbagian bawah badan
albet
albet merasakan perasaan yang aneh yg dia kenal yaitu ketidak nyamana di area bawah
wajah albet seketika memerah dia merasakan panas di seluruh badan yang membuat hasrat binatangnya tergugah
"sial kenapa aku harus teransang oleh seorang gadis kecil,pertumbuhannya pun belum terbentuk sempurna"
gadis kecil itu akhirnnya memiliki posisi yang nyaman dengan wajah menghadapi dada albet tangan kiri memeluk albet seolah olah gadis ini mencari kehangatan
jantung yang semula berdetak cepat berlahan lahan berdetak teratur dan mereka berdua pun tertidur
akhirnya malam yang panjang berakhir tetapi hujan belum juga reda,tetesan tetesan air mengalir d bawah jendela,matahari pagi tidak memberikan sinarnya,ini akan jadi hari yang berair kembali sepanjang siang
jam 9 waktu sekarang
albet bangun tetapi angel masih tertidur pulas tanpa ada tanda tanda angel bergerak seperti mati itulah kata kata yang tersirat dalam benak albet
albet mengambil tangan angel yang terbungkus di pinggangnnya merapihkan selimbut,
dan pergi menuju kamar mandi mengosok gigi,membasuh wajah dan turun ke dapur
sama seperti kemarin memasak untuk dua orang
beberapa jam telah berlalu
2 hidangan sayuran dan 1 daging telah siap untuk d cerna
karna albet jauh dari orang tua tidak terlalu suka berinteraksi dengan orang lain,maka melakukan hal ini adalah sesuatu yang menurut dia sepele,albet terbiasa mengurus kebutuhanya sendiri
telpon albet berbunyi melihat layar yaitu Bam
"hallo,kapan kamu mengantarkan adikku"
"dia masih tertidur,semalam demam aku sudah memanggil dokter untuk mengurusnya"
"baiklah setelah dia bangun suruh untuk menghubungiku"
"baiklah"
albet menyimpan kembali telponnya d atas meja kopi,lalu berjalan mendekati kamar tidur meski apartemen ini cukup besar untuk satu orang tetapi hanya ada satu tempat tidur,kamar mandi, ruangan tamu,dapur dan balkon,albet suka yang luas biar terasa lebih hidup,
albet berjalan berlahan lahan sebisa mungkin untuk tidak bersuara takut untuk membangunkannya
hal pertama yang albet lihat adalah angel duduk di tepi tempat tidur dengan rambut terurai lurus mencapai pinggang,
rambut yang berantakan tersapu anggin menambah pesona gadis kecil
angel memberikan senyuman manis seakan akan tidak pernah terjadi apa apa,wajah yang polos tanpa make up jernih,ke dua mata yang memandang albet seakan bersinar memberikan perasaan yang meluluhkan pas dihati seolah inggin melindunginnya mencintai dan memberikan semua hal padanya
"ohhh tidak,tubuhku
tidak merespon otakku,kendalikan hasrat cabulku,Tuhan"
albet mencapai sisi jendela
"kenapa kamu membuka jendela ini masih hujan lihatlah dirimu kebasahan,bagaimana bila kamu masuk anggin baru juga sembuh dari demam"
"aku meresa sesak,seakan tidak ada udara yang masuk ktubuhku"
albet memberikan handuk kepada angel
angel berdiri bergegas ke kamar mandi
tanpa dsadari albet melihat sesuatu yg tidak pantas dilihat,angel hanya memakai gaun tidur tipis karna piyama yang semalam telah basah oleh keringat,albet melihat bundaran daging didadanya yang membuat keringat panas menghentaknya sekali lagi,gaun yang sampai lutut menambah kseksian
albet pun membaawa satu set baju wanita dan menyimpan d atas tempat tidur
albet pun pergi
angel keluar terbungkus handuk lalu melihat atas tempat tidur sepotong pakaian wanita ,celana dalam wanita dan bra,angel merasa malu saat melihat semua itu,dan angel melirik meja hias,di sana terdapat perawatan kulit wanita berbagai macam merk,angel pun berpakaian dan memakai yg biasa dia pakai lalu membereskan rambutnnya
angel keluar dan duduk dimeja makan
albet menunggu cukup lama hingga dia harus memanaskan masakannya karna sudah mulai dinggin,
mereka makan tanpa bersuara hingga selesei pas pada jam 2 siang,angel bersiap bangun dan mau membereskan sisa makanan dan mencuci wadah bekas mereka tapi albet melarangnnya
"biarkan seperti itu aku sudah menelpon seseorang kepala rumah untuk membereskan semua ini,kemarilah"
angel menghampiri albet yang masih duduk
albet bangun dan membawa k ruangan sebelah tempat tidur disana angel melihat baju tersusun rapi,dari mulai jas,kemeja,baju santai,celana jins,cotthn hingga aksesoris aksesoris formal dan non formal,angel melihat tanpa berkedip
"kukira ini hanya dalam drma,ataw novel ternyta ini asli paman"
hati albet tersendak seakan waktu berhenti mendengat angel memanggilnya paman,
"duduklah"
albet membawa pengering rambut dan mulai menyalakan tombol dan mulai mengeringkan rambut panjang angel
angel hanya diam seperti hewan peliharaan duduk tanpa protes hanya menikmati suhu hangat dikepalanya dan belaian belaian tangan albet menyentuh kulit kepalannya tidak kuat tapi sangat nyaman
"belajarlah untuk mengurus diri sendiri dengan benar,biasakan rambut keringkan setelah mandi agar kamu tidak masuk anggin belajarlah dengan mulai dari hal kecil,"
angel hanya mengangguk tanpa bicara,
"dimana ponselmu"
"aku meninggalkannya dirumah"
"kakakmu menyuruhmu menelepon disaat kamu terbangun,"
rambut angel telah sepenuhnnya kering,albet hendak pergi tapi tangan angel meraihnya
"kenapa kamu membantuku"
"ini bukan kali pertama aku membantumu"
"apa aku mengenalmu sebelumnnya paman?
"waktu kecelakaan itu,aku menolongmu bukan karna mau tapi kendaraanmu menabrak mobilku dan tubuhmu diatas tubuh adikku,"
"lalu"
"adikku meninggal dalam kecelakaan itu"
"ohhhh,aku turut berbela sungkawa"
"sudah berlalu lupakan saja"
albet keluar dari ruangan itu angel mengikutinnya dari belakang
"pakai ini dan telpon kakakmu,beri tahu dia aku akan mengantarmu sekarang!"
"iya"
telpon pun tersambung
"hallo kakak,ini aku angel aku sudah lebih baik dan paman ini akan mengantarkan ku pulang"
"iya ku tunggu kpulanganmu,hati hati dijalan
hnmmmm,sampai jumpa"
"hnmmmm"
bam pun terkikik kecil
"paman dari mana jelas jelas dia seorang lelali normal"
lalu bam berjalan ke ruangan tamu dan memberi tahu ayahnya bahwa angel akan pulang,
"angel akan pulang sore ini ayah"
"oke,bam tolong selidiki tuan muda itu mengapa dia menolong adikmu,
inggat bam didunia ini tidak ada makan siang geratis,sesuatu pasti ada dibalik kebaikannya"
sambil bersandar kepala melihat kelangit langit pak heru mendesah panjang.