
Ketika cinta sudah datang, sebagai manusia biasa tidak bisa memilih seseorang untuk kita cintai,begitu pula dengan Angel dan Albet
Semua terjadi begitu saja tanpa ada peringatan sama sekali perasaan mengalir dengan sendirinya tidak bisa di jegah semuanya mutlak adanya.
Perasaan Albet saat ini seolah runtuh dengan kesenangan,kebahagian yang belum pernah dia rasakan,seolah dunia saat ini berada dalam genggamannya.
Hati nya bergetar hebat,melebihi mendapatkan kontrk milyaran dollar saat ini.
Tiba-tiba Albet menarik Angel lebih dekat.
Sehingga mereka sangat dekat hingga tidak ada celah di antara keduanya.
Albet mulai mematuk bibir ceri Angel,
Sebelum Angel berteriak mulut itu sudah disegel oleh dinginnya bibir Albet.
Telepon yang Angel pegang seketika terlempar jauh yang membuat nada keras terdengar di telinga Bam,
"Hallo Angel,Angel"Bam merasa cemas
handphone itu terjatuh tidak jauh dari Rehan,
Rehan lekas mengambil dan menjawab panggilan.
"Maaf dokter Bam,saat ini nona tidak bisa melanjutkan pembicaraan,nanti saya hubungi lagi,"saluran terputus
Bam merasa frustasi,saat ini.
Kesempatan disaat Angel berteriak membuat Albet leluasa untuk mencoba menerobos masuk jauh kedalam rongga mulutnya.Ciuman itu semakin dalam dengan kikuk Angel mengikuti ritme Albet.
Albet mulai menulusuri di setiap sudut,Albet mulai menghisap membuat lidah mereka terjerat satu sama lain,ciuman itu berubah menjadi tak terkendali semakin intens.
Kini rasa hangat mulai menyentuh di semua tubuh Albet,seolah ribuan semut merayap seluruh tubuhnya,yang memembangkitkan gairah yang lebih besar, menginginkan lebih dari ini.
Angel yang saat ini masih diam tidak bergerak,lupa untuk bernafas,wajah yang sudah semakin memerah membuat Albet akan kehilangan kontrol diri,
Ciuman cukup lama,Lidah yang saling terjerat kini sudah melonggar dan terlepas,
"Bernafaslah,"
Angel menghirup udara sebesar kemampuan nya,yang membuat Angel kembang-kempis seperti ikan mas.
Albet membawa angel kedalam pelukannya.
Albet membisikan sesuatu ke telinga Angel.
"Terimakasih telah menyukaiku tetapi aku inggin lebih dari itu"
Angel yang kini dalam pelukannya semakin tak berdaya oleh perkataannya.
Albet melepaskan pelukannya dan mematuk dahi Angel.
Sebuah rasa yang sangat luar biasa,ternyata cinta bisa merubah prinsip hidup seseorang,meski cinta datang terlambat di kehidupan Albet,dahulu Albet tidak inggin terjerat dengan seorang wanita tetapi saat ini,besok dan di masa depan Albet inggin terjerat selamanya bersama Angel.
Cinta tidak pernah salah, tetapi cinta bagai dua mata pisau,semakin di asah akan semakin tajam,bisa melukai diri dan orang yg kita cintai,cinta yang berlebihan bisa berakhir pilu,berapi api bisa berakhir dinggin.
Cinta yang tidak di asah akan berakhir tumpul tak bersisa,hilang bagaikan debu tidak ada bayangan atau pun jejek.
sebuah kata tentang cinta membuat kita membuat dilema,hanya bisa mengikuti kata hati.
Cinta satu kata berjuta arti dan rasa yang tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata belaka.
Berakhir bahagia atau neraka,???
Sebuah perintah datang dari belakang itu adalah suara Albet.
Mereka sudah duduk seperti semula rapi dan bersih seolah tidak terjadi apa-apa, wajahnya sudah kembali lagi ke mimik muka yang sama, yang di lihat Rehan beberapa tahun kebelakang.
"Antar kan Kami ke Yakohama"