
Rasa cemas bercampur kepenasaran yang angel kini rasa sudah mencapai batas maksimal,biasa angel tidak inggin tahu masalah pribadi seseorang tapi entah knpa hatinya berdenyut untuk Albert
Siang itu,angel melihat resep yg terjatuh dan sedikit melirik tanpa diketahui Rehan,sedikit kata yang angel tahu tapi terasa familiar terhadap jenis obat itu,membuat angel bergidik keringat dinggin
'itu semacam obat untuk penyakit dalam,'
"Rehan boleh saya tahu,...."
"Maaf nona Lebih baik tanya tuan saja,lebih baik saya undur diri dulu,selamat siang nona"
rahan berjalan sambil berlari ibarat tikus melihat kucing,melesat dengan kecepatan cahaya
sebelum angel mengucapan semua kalimat,Rehan memotong percakapan,rasa kecewa melintas dalam benaknya,Rehan pun pergi tanpa menengok kebelakang
Tiba tiba,datang suster sesil teman Bam,karna angel sudah terlalu lama pergi,
Bam sekarang lebih protektif terhadap angel setelah banyak kejadian-kejadian tak terduga diakhir akhir ini,
Angel pergi d dampingu sesil
Ruangan Bam
"kak,apakah kk tahu Albert melakukan pemeriksaan?"
"hanya pemeriksaan biasa"
tenang dan santai itulah jawaban Bam
...'pemeriksaan biasa'...
"ok apa boleh tahu hasilnya seperti apa,kk seorang dokter pasti bisa mencuri sedikit informasi,"
"kenapa harus tahu,apa kamu menyinpan hati untuk tuan muda itu,kk sarankan jangan terlalu penasaran setelah mendalam akan tersiksa,ok lalu kk mu ini bukan seorang pencuri"
Bam hanya duduk sambil membaca hasil pemeriksaan angel berbicara tanpa menatap adiknya itu
"tp kak,td aku lihat resep obat itu seperti obat yg ayah berikan unutuk ibu dahulu"
"jangan mengingat masa lalu,tidak baik untuk diingat,ok hasilnya bagus kamu boleh berlibur,kapan rencana kalian pergi,angel angel angel"
angel tidak menjawab hanya tatapan kosong,lalu dia pergi keluar tanpa menghiraukan perkataan kakak nya,seketika tangan angel meluncur membawa handphone dan menelpon Albert,tidak butuh waktu lama suara laki laki serak terdengar ditelpn,
"hallo"
"hallo paman,dimana,dibangsal berapa,sakit apa,td saya bertemu Rehan"
"jawaban mana dulu yang harus kujawab"
angel merasa malu sekaligus senang karna dia merespons
"semuanya"
" datanglah kebangsal no 317"
angel pun pergi dengan langkah besar,dalam perjalanannya angel merasa ada banyak pertanyaan yang berkecamuk tanpa henti,sampailah d depan ruang an 317,angel masuk hanya melihat seorang lelaki tampan meski memakai baju rumah sakit tp masih terlihat menawan,
^^^anggel menghampiri dia memegang dahi dan sedikit^^^
melankolis diwajahnya
"duduklah,"
Albert mengulurkan tangannya untuk menyuruh angel duduk
perasaan ini adalah rasa yang belum Albert rasakan,rasa manis yg dikhawatirkan oleh seseorang ternyata sangat mengagumkan melebihi mendapatkan kontrk milyaran uang,sederhana ringan tp bermakna. perasaan seperti ini yang sedang dinikmati Albert setelah lama tidak merasakan rasa dicintai oleh seorang wanita,tp wanita ini terpaut 10 thn selisih umur yang jauh,tp albet sudah mulai mencintai gadis ini yang baru beranjak dewasa yang berlahan menjadi seorang wanita.
Albert terbagun dari perasaannya
"pertama ini adalah pemeriksaan biasa
kedua penyakit lama bukan sesuatu yang baru"
singkat padat dan jelas,
"lalu kamu sendiri sedang apa,disini tdk ikut bekerja dgn kkmu atw ayhmu kan,secara ini rumah sakit bukan taman bermain,tidak ada materi dengan sekolahmu kan?"
angel sekarang sudah terbiasa dgn kata kata Albert yg menusuk dan sangat luar biasa tanpa memandang perasaan orang lain,angel hanya tersenyum sambil tersipu,rasa khawatirnya berakhir sia sia,
^^^'percuma' kalimat dalam hati angel 'bukan ini yang aku bayangkan,ttp arogan yah itulah dirimu berarti paman ini masih dalam keadaan sehat,orang ini yang selalu mematahkan semangat dan fantasi seseorang,sangat menyebalkan'^^^
anggel bangkit, berdiri
" karna paman baik baik saja maka saya undur diri"
angel bangkit dan keluar sedangkan
Albert sprti biasa sedikit bibir terangkt
tidak lama kemudian Rehan datang bersama dokter muda yang cakap,ganteng wajah yg sangat sedemikian rupa yg bisa mengumpulkan lebah betina untuk menghisap madu,