
albet masih diam terpaku d bawah pohon sampai matahari diam diam tenggelam dalam sunyi,
lalu albet menelpon asistennnya
"Rehan sudahkah kamu atur dokumen dokumen itu?dan umumkan kesemua departemen untuk membrikan proposal yg saya minta paling lambat lusa,"
seperti aura pembantaian itu hanya satu kata yang ada dalam benak rehan
"baik pak,dokumen itu sudah sampai diapartemen,baru saja saya telah menyimpannya d tempat biasa"
"baik pulang dan istirahatlah,"
setelah menelepon rehan albet mendesah dan tiba tiba ponselnya berbunyi lalu albet menjawab nelpon itu
"hallo,ini ibu nak,cepat pulang kerumah kakekmu datang dari negara M"
"baik aku kesana sekarang"
albet pun pulang dengan kecepatan kilat karna albet tahu sifat kakeknya tidak suka untuk menunggu lama
tak lama kemudian
albet datang kerumah keluargannya
dirumah sebesar itu hanya menyisakan ke2 orang tuannya karna sang adik telah meninggal
"aku kembali"
langkah albrt terasa sangat barat
albet pun menyapa kakeknya
"apa kabarmu kakek,lama tidak berjumpa"
"dasar cucu tidak berbakti dan anakku yang sama juga kenapa tidak memberi tahu ku tentang meninggalnya cucu perempuanku"
albet pun duduk dan menjawab semua pertanyaan pertanyaan kakeknnya
hingga muncullah alasan kakeknnya kembali kenegara ini hanya satu ya itu,
"kapan kamu akan mengenalkan ku kepada seorang Cucu mantuku albet,?usiamu sudah waktunnya untuk menikah?"
"belum waktunnya kakek"
"harus sampai kapan aku harus menunggu cicit cicitku?usiaku sudah setua ini"
"tenang saja kakek akan panjng umur dan akan melihat cicit cicit kakak menikah"
dari perbincangan mereka tersela oleh ke datangan ibu albet,
"ayah ayo makan malam sudah siap"
mereka pun makan dalam suasan keluarga hingga makan malam tidak terasa sudah selesei dan mereka kembali k ruangan samping untuk mencicipi teh yang menghangatkan malam yang menghujan kembali
mereka duduk berjajar
sambil menikmati teh mereka
hingga kakek albet gatal untuk tidak mengganggu dengan pertanyaan pertanyaan soal khidupan pribadinya
"apa aku perlu mengenalkan mu kepada seorang gadis muda dari kluarga yang baik baik"
"tidak kakek aku mempunyai pilihanku sendiri"
"selama itu menjadi keputusanmu aku tidak akan mempersulitnya,tapi selama usia kamu belum 30 thn,setelah usia kamu melewati itu maka kakek akan mencarikanmu seorang istri,"
sebenarnnya dikehidupan albet bukan ke2 orang tua nya yang paling berpengaruh tetapi kakeknnya karna albet tumbuh besar bersama kakeknnya mulai mendidik albet dengan bisnis bisnis keluargannya,sedangkan neneknnya sudah meninggal dalam usia albet masih muda
dulunnya kakek albet sangat marah kepada ayah albet karna tidak mau mewarisi perusahaan perusahan milik keluarga dan akhirnya ayah albet menyerahkan albet dalam usia muda untuk belajar dari kakeknya yaitu usia 16 tahun albet harus pindah dan hidup bersama kakeknya dengan didikan tegas membingbing albet menjadi seperti sekarang
malam pum semakin larut dan albet terpaksa menginap d rumah kedua orang tuannya
sesmpainya d kamar lamanya,
albet membuma lemari penuh dengan kenangan masa kecilnnya lalu membuka sebuah kotak kayu yang dalamnya tersimpan sebuah cincin pelastik berwarna merah muda
albet teringat dsaat usia masih muda
seorang gadis itu memberikan cincin ini dan mengatakan
"kakak besar tunggu aku dewasa dan aku akan menikahimu"
kembali pada usia albet 16 thn dan angel berusia 6 thn
rumah mereka bertetangga dan albet sering sekali melihat angel bermain sendri tanpa ada kawan,paling sesekali melihat seoarang lelaki yang seumuran dengannya atw mungkin dia adalah bam yang sekarang,merasa kasihan dari awalnya dan menjadi kebiasaan sering menemati angel dan adik perempuan bermain hingga membawa angel jalan jalan kepasar lokal untuk menikmati jajanan pinggiran
sewaktu kecil angel sangat terbuka dengan perasaannya dia tidak pandai untuk berbohong,
yang angel suka hanya makanan dia hnya inggin dibelikan makanan hingga suatu hari mereka pergi bersama ke taman bermain dan albet memberikan sebuah boneka kelinci yng sangat imut,
itu juga dengan penuh paksaan karna angel kurang menyukai boneka dan alasan angel kurang menyukainya membuat albet terkikik,
menurut angel boneka tampak menyeramkan saat mati lampu dan saat sendri seakan akan mata mereka melihat,tanpa berkedip membuat gemetar katakutan
albet masih ingat saat angel memutar bola matanya keatas sambil mendengus kesal dan berbicara
albet tersadar dari lamunannnya saat seseorang mengetuk pintu kamarnya
albet pun menyimpan cincin mainan itu lalu melihat siapa yang mengetuk
"ibu ada apa"
"minumlah ini sebelum tidur"
nampan itu berisikan segelas susu
lalu albet meminumnya dalam satu teguk,setelah itu albet kembali ktempat tidur
albet ragu untuk menelepon gadisnnya menghilangkan rasa malu albet pun memutar no nya hingga beberapa saat menunggu lalu tersambung
"hallo,paman"
"sudah tidur"
"belum aku beres mandi"
"lalu kamu sudah makan malam,ini sudah cukup malam"
"hanya makan makanan ringan,ayah dan bam pergi kseminar untuk beberapa hari dan bibi cuti anaknnya sakit "
"lalu kamu sendiri"
"hnmmmm,"
tiba tiba listrik padam dan angel berteriak hingga ponselnnya terjatuh
"ahhhhhhhhhhh"
albet pum merasa jantungnnya seakan jatuh dalam serangan mendadak,
albet turun membawa kunci mobil tergesa gesa membanting pintu hingga seisi rumah keluar dari kamar dan ibu albet bertanya
"ini sudah malam kamu mau kmana nak?"
albet menjawab sambil berjalan cepat
"sesuatu terjadi dan aku harus pergi"
dengan langkah besar albet keluar mendorong pintu kemudi dan menjalankan kendaraannya
dluar cukup basah karna ini masih hujan,jalanan cukup ramai
karna albet merasa khwtr albet terus menerus menyalib kendaraan yang menurutnnya menghalangi jarak yg harus di lalui 45 menit selesei dalam 20 menit
sesampainnya dirumah angel
albet menelepon tetapi hanya operator yang berbicara menambah rasa kkhawatirannya pertambah
albet mencoba membuka pintu tapi terkunci hanya ada satu jalan ya itu memanjat,alber mencoba memanjat lantai 2,
albet memanjat balkon
lalu albet sampai d lantai dua,
albet mncoba membuka pintu,
'klik'
pintu tidak terkunci
'gadis yang ceroboh'
albet masuk nanpak penuh kegelapan lalu albet pengeluarkan ponselnya
Melihat sekeliling albet pun melihat angel sedang berjongkok dengan kepala menunduk dan memeluk lutut albet pun berbicara dan menghampirinya
"angel"
"apa itu pamn aku tidak sedang bermimpi kan"
tiba tiba angel memeluk albet
albet merasakan tubuh angel gemetar ketakutan cairan panas terasa dbahu albet
"sudah jangan menagis,semua sudah berakhir"lalu albet membawa angel duduk ditepi tempat tidurnya
tidak lama kemudian listrik tersambung kembali hal pertama yang dilihat albet yaitu jubah mandi angel yang tidak terkunci dengan benar yg memperlihatkan belahan dada yang sangat sempurna sma seperti wanita yang sudah dewasa dan paha angel yang berkilau seperti permata
tanpa albet sadari sedari tadi tangan albet sudah lama mendarat disana
albet pun langsung memindahkan tangannya dari wilayah itu dan albet mencoba memberbaiki jubah mandi angel,
angel hanya tetap diam tanpa bergeming hingga albet bergumam dalam hati
'arti diam mu membuat aku lebih tidak leluasa'
lalu angel berkata
"paman aku sangat takut kegelapan,seakan akan seseorang mencekik leherku aku tidak bisa bernafas dengan benar,bnr bnr takut"