
sinar dari lampu kamar angel serasa memberikan pandangan yang berbeda,
bulu mata yang panjang dan bergelombang,
jembatan hidung yang sempurna,bibir Semerah ceri membuat orang inggin memakannya tak bersisa,separti lukisan yang nyata dalam kehidupan
albet terseyum bahagia,
mengulurkan tangan untuk menyentuh dahi angel,
setelah merasa suhunya normal albet menarik kembali tangannya,
albet duduk ditepian tempat tidur dia membelai wajahnya yang tampak kurus dari bulan bulan yang lalu ketika mereka bertemu,
setelah cukup puas melihat angel
albet pun pergi mendorong pintu,tetepi mengapa pintu itu terasa sangat berat untuk didorong terbuka
setelah mengarahkan kekuatann,pintu pun terbuka
dan melihat sosok pria terjatuh dibawah lantai
"kenpa kamu mendorong pintu dengan kekuatan seprti itu?sangat mengejutkan"bam berdiri merapihkan pakaiannya
"apa yang kamu lakukan dibalik pintu?"
",aku takut serigala lapar mencari keuntungan dari gadis berkerudung merah,sudah tengah malam cepatlah pulang beruntung ayah kita sedang diluar negri,kalau tak kamu akan menderita menerima amarahnya,karna penyakit cintamu sangat merepotkan semua orang,jangan manfaatkan kebaikanku lebih jauh lagi"
bam merangkul albet untuk turun dari tangga,lalu seorang bibi datang dari balik pintu dapur,
bi izah datang dengan nampan berisikan air dan makanan ringan,
bi izah biasanya sudah istirahat di jam jam sprti ini mungkin karna kebisingan yang dibuat mereka menjadi terbangun dan mendengar suara seorang lelaki mungkin kah kedatangan seorang tamu,
"bi,sudah lupakan tamu ini sudah harus pulang,maaf sudah menggangu istrahatnnya"bam selalu sopan dan sopan terhadap pembantu rumah tangganya
bi izah pun kembali ke dapur untuk menyimpan kembali semuanya
dalam perjalan pulang kali ini,
albet merasa puas meski tidak mendengar suara angel atw pun memberikan penjelasa tentang kejadian disore hari
jam sudah menunjukan jam 11 malam
albet kembali melewati pekarangan rumah akhirnya sampai di parkiran rumahnya
Rina pun berdiri dan melihat albet
"lama sekali tuan,saya sudah berjam jam menunggu disini"Rina bangkit dari sebuah kursi pendek
"kenapa kamu menungguku"
"tuan,wanita itu masih ada,ibu tuan menyuruhnya untuk menginap karna dia baru pulang dari luar negri dan langsung kemari,saya bertanya tanya ibu tuan sangat aneh,nyonya merasa kasihan atw strategis untuk mempertemukan kalian,saat tuan pergi orang tua itu sangat sangat marah, hingga dapur berantakan karna ocehannya"
"gadis kecil apa yang kamu tahu"
"sangat banyak,tuan apa tuan inggin tahu semua gosip dirumah ini"Rina mengencangkan lehernya karna bam terlalu tinggi sambil berbicara dengan suara merendah
"Tuan ini dari ibuku"
itu adalah bermacam macam kunci mansion
kunci cadangan yang dipegang oleh ibunya Rina
"kata ibuku,tuan pakai kunci yang ini"
Rina menunjukan sebuh kunci dari semua kunci yg dipegang albet
"ini kunci pintu samping,apa tuan mengerti?"
lalu Rina pergi dengan mata yang sangat sangat mengantuk,dia menguap nguap sambil berjalan,
albet pergi melalui jalan samping
albet,mulai tertidur tanpa dia sadari
pagi selanjutnya
albet seperti biasa turun untuk sarapan,tetapi kali ini albet tidak memakai pakaian formal,
hanya memakaim celana panjang dan kaos putih yang tampak sangat mempesona,sederhana tapi menarik,
didalam pantry sudah banyak orang menunggu dia untuk sarapan termasuk fany,
dia tersenyum malu-malu saat melihat albet
matanya bersinar separti rubah melihat mangsa
saat ini Fany memaki riasan yang menonjolkan tekstur wajahnya,untuk tampil sempurna didepan lelaki pujaannya.