
suara bell pintu terdengaar,albet berjalam menyusuri lorong dam sampai,albet membukakan pintu datanglah Rehan
"Pak,ini yang anda minta"
"bawa masuk kedalam,"
rehan pun masuk lalu menyimpn barang barangnya d tempat yang menurut rehan oke,
angel pun berteriak
"paman cepatlah kelasku sbntr lg dmulai"
albet pun berjalan dan membawa barang bawaannya lalu albet bertanya
"angel boleh aku memakai kamarmu,untuk berpakaian dan mandi"
"oke,tp jangan lihat sesuatu yang tidak boleh d lihat"
albet pun naik keatas,sedangkan rehan duduk berhadapan dengan angel hingga mereka pun menjalain percakapan
"kakak,sepertinnya kamu dekat dengan dengan paman"
"nona saya sudah lama bekerja dengannya dan saya adik kelas pak albet"
"apakah dia cukup dekat dengan teman wanitannya"
"ini baru pertama kali saya melihat pak albet dekat dengan wanita,"
"oh begitu,,oh sialan! barangku tertinggal di kamar mandi"
angel secapat kilat melesat seperti burung berlari k atas melewati ank tangga seolh olah dia tidak menjadi hambatan,lalu angel mendorong pintu,dan apa yang dia lihat adalah sesuatu yang angel lihat tadi malam
albet keluar dari pintu kamar mandi,dengan handuk melilit d pinggangnnya,albet tidak mengenakan apa pun d bagian atas tubuhnnya dan tetetasan air jatuh menyusuri turun melalui perut sesaknya
adegan ini sulit untuk mengalihkan pandangan,jadi reaksi pertama angel bukan menutupi wajah malah melebarkan dengan sangat lebar hingga albet berdehem
"sudah cukup kamu untuk melihatnnya"
angel pun kembali k inderanya
langsung membalikan badannya
"uh maaf paman aku tidak mengetuk pintu dan langsung menerobos masuk,aku harus mengambil sesuatu d kamar mandi"
"aku sudah mencuci dan membuangnnya"
"uh paman melihatnnya,apa tidak merasa apa apa,itu kan sangt kotor,lalu itunya"
"sudah di simpan d kantong cucian,"
"mau sampai kapan kamu berdiri disitu kemri duduklah"
angel pun duduk d kursi samping,sedangkan albet sedang berpakain,tombol demi tombol kancing kemeja tertutup rapi d ats tubuhnya,pakain itu sangat pas dengan tubuhnnya,
setelah selesei berpakaian kini albet bukan lagi paman nya yg terlihat seperti tadi malam,tetapi yg dlihat angel sekarang seperti raja kuno yg turun dari cetakan buku abad sebelum masehi dengan wajah yg dinggin aura yang bisa membekukan lapisan es selama bertahun tahun,
"pamam wajahmu itu tidak bisakah terseyum walau sedikit"
"aku hanya bisa terseyum olehmu saja"
angel merasakan perasaan yang sangat rumit dengan sedikit pengakuan ini
mereka pun turun k bawah dan rehan sudah menunggu dengan gelisah karna mereka cukup lma berada d atas,lalu rehn berdiri dan bertanya
"pak saya pergi sekarang atw kita pergi bersama?"
"antar angel dulu kkampus"
"lalu bpak"
"aku bisa sendri"
"hati hati berkendara rehan"
Albet dan angel pun pergi dengan kendaraan masing masing dan dengan arah yang berbeda,
sesampainnya dikampus
seperti biasa angel d sambut dengan k 2 temannya,dan bertambah 1 teman lelaki Alex mereka sudah menunggu untuk kelas dipagi hari
"angel"teriakn desi,
"merasa rindu,pa lagi alex tu dari tadi cerewt bertanya tiada henti hingga dia rela menunggu disini bersama kami"
Alex hanya memberikan seyuman lebar menawan seperti bunga musim semi,membuat orang merasa bahgia berbanding terbalik dengan pamannya yg bisa memberikan hawa yg menakutkan dan hitam seprti sapuan anggin bdai,,
mereka ber4 pun berjalan menyusuri lorong
bell masuk kelas pun berbunyi
selama 2 jam mereka berada di kelas yng menurut alex itu sangat membosankan mendengar dosen berpidato dengam suara yang nyaring menurut alex sama dengan nyanyian penghantar tidur yang membuat mata menjadi lelah dan inggin tertidur
2 jam sudah berlalu
alex bangun dengan mata yang sayu
lalu 3 sekawan itu bersiap pergi tapi alex menarik tangan angel hingga angel tersentak dan miring hingga sempat mau terjatuh
"mau kemana"tanya alex
"ini akhr pekan tidak ada lagi kelas"
desi dan dara hanya melangkah maju dan terkikik
"kamu tidak lupa dengan janjimu"
"oh kita kencan akhir pekan ini"
alex hanya menganguk dengan mata kucingnnya seakan tatapan memohon
"lalu kita akan pergi kamana?"
"sekarang kita bisa berjalan jalan apa kamu mau?"
"ayo kita ke tamn hiburan apa kamu mau?"
merekan pun pergi,,,