Albet And Angel

Albet And Angel
Kebahagiaan



Kembali ke situasi saat ini.


Tubuh Angel seolah kaku seakan tidak bernyawa hilang entah kemana,?Angel terdiam untuk beberapa saat,sedangkan mata Albet penuh dengan pengharapan dari gadisnya.


Hingga saat teriakan Rehan terdengar,baru Angel kembali kedalam dirinya sendiri,pikiran Angel saat ini adalah,Angel sangat menyukai Albet,sedikit mencintainya,Angel jatuh cinta karna kelembutannya, perhatiannya,dan Albet selalu memanjakan Angel serta mengutamakan kepentingan perasaan Angel,tapi tidak sampai harus menikah.Karna menurut Angel pernikahan adalah sesuatu yang sakral dan harus satu kali seumur hidupnya,tidak ada kata perceraian dan pengkhianatan.


Sedangkan Albet saat ini seorang pengusaha muda dengan warisan yang sangat luar biasa,aset mencapai jutaan dollar bahkan milyaran.Sedangkan Angel hanya seorang gadis biasa tanpa latar belakang yang bergengsi,Angel kurang percaya diri Atas cintanya,sekaligus Albet menanggung banyak beban di atas tangannya berjuta nasib karyawan terjalin erat dengan dirinya.


Angel takut menjadi beban dan sebuah penghalang untuk Albet dimasa depan mencapai ketinggian yang lebih tinggi lagi.Angel pun tidak mau menyerah sebelum berperang.Bukan gayanya Angel inggin mencoba untuk semua keadaan ini.


Kembali ke sisi Albet.


Saat ini Albet masih berlutut dengan mengulurkan sebuah kotak beludru hitam,cincin berlian putih,bersinar di bawah redupnya cahaya,pikiran Albet melayang dibawah tatapan tajam Angel.


Suara hati Albet.


'Apa saya menakutinya dengan lamaran ini(˘・_・˘)'


Pikiran Albet saat ini adalah rasa takut,seandainya dia menunda-nunda lamaran dan pernikahan.Albet takut Angel akan di bawa orang lain,rasa kurang percaya diri, karna faktor usia yang semakin tahun semakin menua,sedangkan gadisnya semakin tahun Angel akan tumbuh menjadi wanita dewasa,yang akan menarik lebah dan kupu-kupu kepadanya,hingga Albet memutuskan untuk melamar Angel secepatnya.


Beberapa waktu berlalu.


Hingga suara Angel terdengar seperti palu hakim agung yang akan memutuskan hidup dan mati seseorang.


"Tapi paman kita belum berpacaran?"


Mata Albet berbinar,peluang untuk berhasil bertambah,Albet terseyum dengan menjawab,


"Kita bisa pacaran setelah menikah"


Angel terseyum dan menjawab..


Albet langsung berdiri memakaikan cincin ke .jari manisnya,cincin itu sangat indah untuk melingkar di jari manis Angel, tepuk tangan datang dari Rehan,


sedangkan Alex sudah pergi saat Angel menyetujui lamaran pernikahan Albet.


Langkah kaki Rehan terdengar berjalan dengan mantap memberikan seikat mawar merah,bunga itu masih berembun seolah baru dipetik.


Albet menyerahkan bunga,dan pelukan besar terjadi. Tubuh mungil Angel jatuh pada pelukan Albet.


Kembang api mulai muncul entah dari mana di atas langit,Langi yang awalnya mulai hitam kini bercahaya warna-warni.Pelukan terlepas,kini penglihatan Angel jatuh pada kembang api yang semakin meriah di atas awan,


"Paman apa paman menyiapkan semua ini,apa tidak lelah?"Angel berdiri tepat didepan Albet saat ini.


Albet terseyum bahagia ketika wanitanya memberikan perhatian yang jelas sangat sederhana.


"Semua yang menyangkut tentang dirimu tidak ada kelelahan hanya kebahagiaan,"


Jawaban yang sederhana ini membuat berjuta-juta kegelian kebahagian menembus kulit sampai ke akar akarnya.


Dibawah tatapan Angel,Albet membungkuk,tangan kirinya mulai memegang belakang leher Angel, tangan kanannya membelai bibir gadis itu,seketika bibir dinggin Albet merampas kehangatan bibir ceri Angel.


Kali ini bukan ciuman kasar atau penuh ***** tetapi ciuman yang penuh kehangatan dan kelembutan,Albet mulai menembus pertahanan Angel, sedikit-sedikit giginya terbuka,lidah mereka mulai terjerat satu sama lain.


Saat ini Rehan dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan, Rehan bimbang antara meninggalkan atau melihat makanan romantis bosnya yang membuat hati semakin iri saja,kali ini Rehan memutuskan untuk mencari seorang gadis cantik dan menarik seperti bosnya dan menjalin hubungan yang serius.


Ciuman ini berlangsung lama,hingga Albet melepaskan saat wajah Angel terlihat Semerah tomat,Albet melepaskan Angel sambil berbisik di telinganya,


"Lain kali inggat untuk bernafas"Albet terseyum sambil membawa Angel ke pelukannya.