Albet And Angel

Albet And Angel
Kembali



Angel berjalan dengan perasaan sangat luar biasa,tiba tiba setelah angel keluar pintu rumah sakit sebuah mobil berhenti tepat didepannya,


"masuk"


dan itu albet


angel masuk memakai sabuk pengaman dan duduk dengan wajah memerah


"ada apa dengan wajahmu"


Albet tertawa kecil


"hanya kepanasan dan aku sangat tidak suka cuaca panas sangat merepotkan"


"ayo kita makan siang"


albet membawa angel ke sebuah restoran yang sederhana tapi cukup luas ,mereka berjalan melewati jalanan sempit yang hanya bisa dilalui oleh satu kendaraan saja,sesampainya disana,


angel disambut dengan bunga bunga bermekaran,


dedaunan yang bertebaran di atas tanah,wangi bunga


yang sangat memanjakan Indra penciuman,pohon pohon Pinus yang sangat memabukkan mata,tempat seperti ini yang sangat angel sukai sperti rumah Meraka sebelum ibunya meninggal penuh dengan bunga dan kehangatan


angel dan albt disambut dengan seyuman ramah yang sangat familiar,


angel dibawa albet ke sebuah ruangan yang hanya ada mereka berdua,


sepertinya albet sudah terbiasa dengan tempat ini seperti rumah sendri dia masuk tanpa bicara,


tidak lama kemudian,datanglah seorang bibi membawa nampan berisikan air dan alat makan lainnya


mereka pun bertukar kata,


tidak lama kemudia meja penuh dengan makan rumahan yang membuat perut semakin tersiksa,dengan wangi makanan yang menusuk hidung lamunan angel pecah dengan suara memerintah


"makan makananmu",karna angel tidak mau berdebat untuk saat ini dan dia bukan tipe seorang munafik tanpa basa basi angel makan,sampai habis tak ada satu pun yang terlewati


angel bukan tipe orang pemilih jadi apa pun bisa dia makam apalagi dalam keadaan yang tidak menguntungkan, dan dia lebih suka ketenangan disaat makan fokus pada makanan,mengunyah dan lainnya


beberapa jam sudah berlalu mereka pun sudah menghabiskan makan siang mereka


"badanmu kecil tp makan mu besar juga,"


"paman aku masih dalam masa pertumbuhan inggat itu,aku masih muda sangat muda,😜 hehehe"dengan tampang menyindir,


angel tertawa sangat puas


angel pun mengebaskan tangannya ke pada albet


"paman jgn lakukan hal itu,kita belum terlalu dekat"


"kita sudah dekat Sekarang"


"paman kenapa terbuka sekali,ini tidak lucu,"


"ayo ikut denganku"


mereka pun melakukan perjalan kembali


jalan ibu kota yang selalu padat tapi pada hari ini serasa menghilang


pohon pohon rindang mulai bergemuruh digoyangkan oleh angin yg cukup besar ini bulan April panas disiang hari,hujan datang tanpa janji,


wktu berlahan lahan berlalu mereka tiba di sebuah tempat yang pernah menjadi mimpi buruk untuk angel yaitu tempat pemakaman


seketika perasaan angel sangat tidak nyaman,seakan mengingatkan kejadian yang lalu,


"ayo turun ikut denganku"


mereka berjalan dijalan setapak penuh dengan batu nisan,tanah yang kering akibat teriknya sinar matahari membuat sedikit berdebu membuat mata menjadi pedih,


nama - nama yang terlihat saat berjalan membuat bulu kuduk angel berdiri keringat dinggin mulai menghampiri angel,butiran butiran keringan itu sudah muncul diantara pelipisnya


tibalah ditempat paling atas,


satu nama yang tertulis dengan indah,


SASA


"paman siapa ini,kekasih,istrimu?"angel bertanya meski dalam adaan fisik yang mulai tidak baik


"seorang adik perempuan yang jarang sekali bertemu"


"kenapa bisa seperti ini?"


"kecelakaan lalu lintas"


"magsud,paman?"


tiba tiba kepala angel sakit dan dia merasa seribu jarum menusuk kepalanya