Albet And Angel

Albet And Angel
pertemuan 2



Dirumah skt kota


sinar matahari bergerak lembut meninggi ke atas. Di dalam ruangan ada seorang perempuan seperti tertidur pulas,burung burung berkicau riang menyanyikan suara yg merdu seakan mereka tdk prnh tahu kelamnya dunia ini, titik-titik embun jatuh dari dasar daun sisa air hujan semalam.


Pagi yg cerah yg membuat menggerakkan hati seseorang untuk melepaskan kejenuhan hari.


Tetapi angel masih berbaring di atas ranjang rumah sakit selama dua hari dua malam.


"Hening dimana ini,bau yg sangat ku benci bau rmh skt ini,"gumaman hati Angel.


Angel pun berlahan membuka mata sedikit demi sedikit dan mulai terasa sakit mulai menyerang kepalanya.


Cahaya dalam ruangan seakan menusuk bagai jarum kecil.


"Seharusnya aku berangkat ke negeri Z knpa aku disini dan rasa sakit ini apa?aaaaaaaaaaaaaa"


Angel berteriak


dengan tergesa-gesa Bam dan pak Heru memasuki ruangan.


"Ayah apa yg terjadi"Mata Angel berair dan melotot kepada Ayah dan kakaknya,


"Kecelakan sayang maaf kan kita tdk bisa menjagamu beasiswa mu hangus".Pak Heru mencoba duduk dan membelai rambut panjangnya,tetapi hanya bentuk penolakan yang pak Heru dapatkan.


"Tidak semua ini tidak benar kan ayah,kakak ini bohong


kan,ahhhhhhhhhhhhhhh rasa sakit inilah"


Angel meraung seperti macan kehilangan anak nya,mata yang besar itu telah berubah seperti Dewi Asura datang dari neraka membawa ke sialan.


"Bawa keruangan pemeriksaan dan cek seluruh badannya dan kepalanya juga,apa kah luka luarnya mempengaruhi otaknya?"


teriak Bam.


Setelah suntikan pemenang Angel terkulai lemas dan tertidur kembali


"Amarah anak ini cukup tidak beruntung semuanya terasa sia-sia."Menghela nafas lalu Bam pergi keruangan kerjanya.


Satu jam dikemudian Angel beres dgn semua pemeriksaan dan dengan campuran tangan ayah dan kakaknya seolah Angel tidak sakit apa-apa padahal Angel mengalami geger otak yang berat.


Akibat terlempar saat kecelakaan karena tidak memakai sabuk pengaman saat berkendara.


Sedangkan lukanya hanya dari kaca yg terbanting itu,syukurnya semua luka itu tidak merusak fitur wajahnya yg cantik.


sedangkan ibu nya hanya punya keterkejutan saja dgn luka lebam.


Di sisi kamar yg lainnya Albet hanya duduk dengan termenung,mata merah dan rasa skt yg amat sangat dalam adiknya mengalami koma dan luka luka yg serius didalamnya,ruangan itu.


Sedangkan yg lainnya hanya memiliki luka ringan seperti Bam dan k dua orang tuannya.


Tiba tiba,terdengar suara sasa",kakak"


"Dokter"Albet berlari dan berteriak.


Dokternya melihat jam dan mengumumkan meninggalnya pasien,dengan berat hati.


Dengan alasan pecah pembuluh darah,


Pemakaman pun digelar.


Seluruh keluarga hanya bisa melepaskan kepergian anak dan adik perempuan.


Ibunya tidak bisa mempercayai bahwa ank bungsunya meninggal dengan cara yg seperti ini.


"Ini adalah jln yg harus kita tempuh hanya sabar dan menerima itu akan lebih bermakna"ayah Albet mencoba menghibur istrinya.


Dengan pelukan suami terhadap istri di saat seperti ini sangat berarti.


Isak tangis ibu Albet semakin kencang,sedangkan Albet hanya diam-diam mengencangkan tinjunya didalam saku celananya.


"Saya Albet sebagai kakakmu akan mencari keadilan untukmu,lihat dan tunggu lah disana,sasa"di samping batu nisan Albet berjanji hal seperti ini.


Angel pun bisa cek out keluar rumah sakit,dihari ini. Semua mimpi buruk pun sudah berakhir dalam satu bulan.


Dari kecelakaan besar itu yg melibatkan 10 kendaraan pribadi dgn luka ringan barat dan luka bakar karena terjadi ledakan hingga beberapa orang tewas dalam kecelakaan itu,hingga jd berita utama dlm beberapa minggu yg lalu.


Angel pun smp drmh dgn semua rsa beban dalam hati dia pun melangkah msk kedalam kmr yg sangat dia rindukan.


Kaki nya yang telanjang mulai bergerak maju ke karpet permadani yg lembut yang bisa memberikan rasa nyaman.


Dan Angel pun melemparkan diri ke ranjang empuk meringkuk seperti bola sambil meremas seprei.


"Apa yg hrs ku lakukan dgn sekolahku,aku hrs mendaftar ulang semuanya dan belajar disini semua mimpi ku hanyut terbawa dalam kecelakaan itu,semua takdir yang harus terjadi."


Beberapa hari kemudian.


Universitas Pertama.


Semua prosedur sekolah telah dibereskan Angel mulai sekolah kembali kampus yg terbaik kota.


Hari pertama masuk sekolah.


Angel mendapatkan kawan-kawan yg baru Desi dan Dara dua wanita yg kece dan centil,sambil berjalan ke kelas mereka asyik mengobrol hingga Angel menabrak seorang dosen muda,


"Maaf ku tidak sengaja Pak".


Semua barang bawaannya itu terjatuh kelantai yg dinggin.


Tangan mereka pun bersentuhan tetapi dinggin yang terasa tidak ada jejak kehangatan.


Entah apa yg Angel rasakan tatapan mata itu membuat angel meringis ketakutan.


"Perasaan apa ini tatapan membunuh ini sangat menyiksa perasaanku"(Angel).