
suara yang diharapkan bam terdengar suram,meski jarak diantara mereka jauh ribuan mil tetepi sangat jelas terdengar nada ketidak senangannya,
Bam bicara langsung kepada intinya
"bagaimana kondisinya"
perkataan ini memacu ke pada angel,
wajah bam yang saat ini sangat marah dan marah mencoba mengendalikan emosi dalam nada suaranya,
meski terdengar sedikit bergetar tetapi bam terus melanjutkan pertanyaannya
di ujung lain telpon,albet yang tadi berwajah poker kini telah berlahan lahan rileks,
"angel baik baik saja,percaya saja padaku tidak akan sesuatu hal terjadi kepadanya,bahkan dari pihak presiden tidak akan berani menyentuh sesuatu yang menjadi milikku!" albet menggeretakkan giginya penuh dengan keyakinan dan percaya diri,
nada arogansi kembali pada dirinya kembali
bam sedikit linglung dengan jawaban albet hingga bam,sedikit melamun,seperkian detik bam tersadar dari lamunannya
"magsud mu, kamu mengetahui nya?,sejauh mana??"dengan nada yang tidak percaya bicara yang tergagap gagap,bam penuh dengan ketidak sukaan saat ini,
emosi dalam diri sudah tidak bisa terbendung LG,
hingga tanpa dia sadari mematahkan pena yang saat ini dia genggam,
tangan yang mengepal tiada tara urat tangan yang sudah terlihat jalinan Venanya di kulit pucatnnya,
"sejauh kamu mengetahui nya"nada albet yang tenang membuat bam samakin marah
"dimana kalian tinggal,semua tidak mungkin untuk kembali ke hotel tempat pertama?"albet mulai sangat tidak menyukainya bam kali ini matanya sedikit mengeryit
"ke vila pribadiku,tidak ada satu pun lalat yang mengetahui nya,asistenku akan mengirimkan alamat lengkap kepadamu,saat ini tenang saja semua baik baik saja, semua media internet sudah ditekan dan dihapus, bukannya kamu ada seminar di Paris,kita bertemu disana,ok bye"tanpa menunggu balasan bam ,albrt dengan tidak sopan nya menutup telpon nya,
saat ini bam,mulai sedikit rileks adiknya saat ini baik baik saja,bam terjatuh lemas terkulai dibantalan empuk,
bam malah mendapatkan sebuah kabar yang tidak menyenangkan,
ranjang kecil itu kini telah berubah
seorang laki laki yang cerdas kini pasrah mencari kehangatan di tengah tengah khawatirnya,tak lama kemudian mata yang panjang tergantung lelah menutup secara berlahan,bam mulai tertidur,
disisi lain,di ujung Banua ini
didalam perjalanannya kali ini menuju villa albet cukup lama memerlukan waktu berjam berjam,sebuah villa yang terletak di wilayah pegunungan yang masih sangat asri tidak terusik dengan polusi lalu lalang kendaraan,saat ini hanya pohon-pohon yang rimbun,
nyanyian-nyanyian serangga,yang menemani sepanjang perjalanan,
jalan yang berbatu membuat perjalan ini semakin panjang,hal ini yang Membuat albet merasa musibah membawakan berkah,
albet bisa dekat dengan gadisnya
angel yang setiap ada kesempatan selalu tertidur,saat ini pun terjadi kembali disaat dia bosan atau dalam suasana yang sunyi,
mata yang selalu tidak bisa menahan beban,selalu menggoda untuk tertidur,
pada akhirnya semua telah sampai didepan pintu gerbang,
yang sangat tinggi, lebih tinggi dari benteng pertahanan sebuah negara ketika berperang,
angel yang sedang tertidur tiba tiba terbangun oleh suara suara seseorang yang melakukan laporan keadaan sekitar,
mereka pun masuk ke sebuah halaman yang teramat sangat besar,taman yang indah terawat,bunga sakura yang sedang bermekaran menambah keindahan kelopak merah muda itu membutakan mata,membuat keingginan seseorang untuk memetiknya,
di tengah tengah taman,air mengalir sejernih suara malam,
suara alam yang terdengar jelas
angel yang berjalan belum sepenuhnya tersadar menabrak punggung albet...