
Sesampainya dikelas.
Mereka bertiga duduk dgn rapi,mereka pun bercakap cakap seputaran pelajaran dan yg namanya wanita pasti bergosip Desi pun berkata.
"Dar,itu bukannya dosen yg bru itu, katanya galak acuh tapi sayang dia sangat tampan"
"Hnmmm benar kalau,masalah tampang tetapi kamu harus menjauhinya dimasa depan krna dia cukup sadis dalam nilai atau apa pun harus sempurna menurut dia"
Desi mulai menegakkan bahunya.
Angel pun terbawa lamunan sendri dia merasakan suatu perasaan yg tidak dia mengerti,hingga hatinya slalu bertanya tanya.
"Sepertinya aku prnh bertemu dan melihatnya,tapi dimana dan kapan?"
Dalam sibuknya Angel berpikir,Desi bertanya
"Angel setelah ini apa ada kelas lg?"
Tapi Angel tak menjawab malah dia bengong seperti kesurupan.
Hingga Desi menepuk bahunya, Angel pun seketika sadar bagun pd kenyataan lg.
"apa yg kamu tanyakan"Angel bangun dari pemikiran nya.
"Apa kamu ada kelas setelah ini"
"Oh tidak,aku selesai dan kamu?"
"selesai pula ayo kita jalan bertiga kita mkn siang bersama sambil jalan- jalan lihat-lihat lihat situasi kota"
Dua jam berlalu dan pelajaran pun telah selesai mereka bertiga berjalan-jalan bersama ke restoran yang cukup terkenal dengan makanan nya.
Sesampainya.
Dara memilih tempat yang berdekatan dengan dinding kaca yg menghadap kejalan utama sedangkan Desi dan Angel mereka sibuk dengan pesanan mereka untuk makan.
Diantara mereka yg paling semangat soal makanan yah Angel tapi mereka heran dengan perawakan nya tetap saja Angel kurus.
Setelah Dara berbenah diri sesaat kemudian dia melihat dosen itu yah Albet di jemput oleh mobil mewah.
Seseorang turun untuk melapor dan tidak lama kemudian membukakan pintu,Dara pun tersentak dengan penasaran.
"Sebenarnya dia siapa dan sepertinya dia mempunyai sesuatu hal disini yg tidak baik yg begitu rumit dilihat dari tampangnya dan gaya bicaranya ke pada asisten itu,perasaan ku tidak enak serasa diam sebelum badai dan perasaan ku tidak pernah salah biasannya,dosen itu begitu rumit dan tertutup tiba-tiba datang mengganti dosen senior, gosip yg mereka bicarakan.
Terlalu mengerikan."
itulah pemikiran dara saat melihat Albet.
Desi dan angel pun datang dengan barang bawaannya,mereka bertiga pun makan dengan tawa candaan tanpa ada kecanggungan atau sesuatu yang mencurigakan.
sebab kecurigaan Dara tetep terpendam karna pada dasarnya tidak ada bukti yang nyata.
Setelah mereka makan siang mereka bertiga berjalan jalan di pinggiran kota sambil menikmati suasana akhir pekan,banyak orang yg bergandengan tangan dengan pasangannya,dengan keluarga, anak, saudara mereka bahkan terlihat dengan teman- temannya.
Angel tertinggal dari ke dua temannya karna dia saking asyiknya melihat dan mendengar seorang penyanyi,menari,bermain gitar,mungkin karna dalam suasana yg baik dia menikmati semua yang Angel lihat.
Sampai ada seorang anak kecil memberikan seikat bunga mawar merah dark, Angel pun berkata
"siapa yg memberikan bunga ini adik kecil?"
"Seorang paman yang tampan yang menyuruh memberikan ini padamu kakak"
"Dimana dia sekarang?"
"Maaf kakak paman itu sudah pergi dengan yang lainnya"
"sama sama kakak yg cantik"
Angel pun terdiam dalam pemikirannya "
Mawar ini berartikan kesedihan duka dan berkabung,sebenarnya siapa yg memberikan ini?"
sambil berjalan lurus Angel tenggelam dalam lamunannya tiba tiba sebuah mobil van muncul entah dari mana menuju kearahnya seakan mau menabrak Angel hingga terdengar teriakan Desi dan Dara
"Awas Angel"
Angel pun seketika terdiam dan berhenti melihat kendaraan itu yg menuju ke arahnya,hingga teriakan Angel terdengar "ahhhhhhhhhhhhhhh"
Mobil tiba tiba berhenti pas di depan Angel, Angel berjongkok sambil menutupi wajahnya sedangkan bunga yg dia bwa sudah berserakan dijalan aspal.
Desi dan Dara berlari menghampiri Angel.
"Angel kemari lihat kami, Angel"
"Angel sadarlah Angel"
Angel hanya terdiam tak berkata seolah nyawa dalam dirinya sudah terangkat jauh pergi dari tubuhnya.
Sedangkan Dara melihat mobil mewah itu diseberang jalan.
"Apa yg dia lakukan disini perasaanku atau ini kebetulan atau kesengajaan apa hubungan Angel dan dosen itu"
Angel pun dibawa pinggiran jalan oleh ke dua temannya.
Desi dan Dara menjadi khawatir melihat Angel seperti itu dia tidak menangis hanya tatapan kosong yg dia perlihatkan,seharusnya secara orang normal yang mengalami kejadian seperti itu setidaknya harus histeris atau menangis tapi ini tidak.
Tiba-tiba dering telepon terdengar,itu adalah handphone Angel,Desi pun menjawab
"Hallo"
"Angel dimana kamu"
"Ini siapa?"
"kakaknnya,dimana?Angel"
Desi menceritakan kejadian saat ini ke pada Ban.
Beberapa saat kemudian Bam kakaknya Angel datang dengan mobil merah yang mencolok mata.
Dengan kemeja biru tangan panjang digulung setengah tangan,celana cotton dan sepatu formal,yang membuat mata tidak bisa berkedip,seolah melihat artis Korea turun dari televisi.
Bam pun membawa Angel kedalam mobil,tanpa bertanya apa pun kepada Desi dan Dara.
Dengan perawakan Bam yang tubuh kekar tinggi Desi pun terpana tanpa berkedip hingga Dara mencoba menepuk bahu Desi karena memalukan,Desi melihat Bam seperti melihat makanan yg lezat hingga air liurnya mau menetes,sangat menjijikan.
"Apa yg kamu lihat"
"Kakaknya Angel seperti stek medium acuh diluar sangat empuk didalam bila di makan dan lumer di mulut".
Cara Desi memandang Bam sangat mengkhawatirkan.
Kecemasan terhadap Angel terlupakan dengan pesona Bam.
Didalam mobil,sosok laki laki yg tersenyum sinis tak lain adalah Albet yang mencoba untuk menakuti Angel dengan kematian, Albet pun berkata
"Ini hanya awal dari permainan Angel tunggu dan lihatlah kamu akan memohon kematian dari pada hidup dengan teror".