
Angel mendorong pintu terbuka,yang Angel lihat profil wajah tampan yang sedang membaca buku di atas tempat tidur.
saat ini Albet memakai piyama berwarna hitam pekat.
Angel berjalan melewati beberapa perabotan dengan perasaan bertanya-tanya 'apa aku salah masuk kamar?'.
Angel pun berdiri disisi tempat tidur lalu bertanya
ke pada Albet,
"Paman apa saya salah masuk kamar?"
Albet lalu meletakkan buku itu dan menjawab pertanyaan Angel.
"Tidak sama sekali kita akan tidur disini,"
Albet sangat suka sekali menggoda Angel, perubahan wajah Angel yang seperi ceri sangat merah yang membuat Albet semakin inggin sering menggodanya.
"Sudah malam tidak usah berdebat,naik dan tidurlah"
sambil menepuk-nepuk sisi lain tempat tidur besar itu.
Angel belum sepenuhnya menyerah,
"Paman,bisa kah siapkan kamar yang lainnya,tidak baik tidur bersama"
Angel bicara sambil menundukkan wajahnya.
"Ini sudah terlambat,akan membutuhkan waktu berjam jam untuk menyiapkan kamar yang lainnya,jadi cepat naik dan tidur"
Albet sudah merapihkan susunan bantal yang akan Albet pakai,dan mulai meluruskan badannya,mata yang kecil itu sudah sedikit sepenuhnya tertutup.
Angel tidak lagi bisa berdebat kali ini,Angel menyerah.
Angel pun naik ke tempat tidur dan mulai memejamkan matanya.
Beberapa saat telah berlalu,
Albet mulai membuka kembali matanya melihat gadis ini yang tertidur seprti babi,tadi berdebat untuk pindah kamar dan sekarang tidur tanpa menghiraukan apa pun, Albet tidak akan mengizinkan Angel menginap diluar rumah dengan cara tidur yang seperti ini.
Albet mulai membawanya ke pelukannya,
Dada yang kokoh itu sekali lagi menempel dipunggung Angel,tangan Albet mulai memeluk pinggang kecilnya.
Wangi tubuh Angel kini mulai menjalar ke seluruh bagian hidung dan meresap ke sela-sela pori-pori tubuh Albet.
Wangi ini yang membuat Albet semakin tidak bisa mengendalikan diri,sangat memabukkan.Lebih dari anggur yang paling berharga.
Kini mereka terjerat satu sama lain.
Berlahan lahan pernapasan Albet mulai berirama beraturan,mereka pun tidur lelap.
Keesokan harinya,Angel sudah terbiasa untuk bangun pagi-pagi.
Angel melihat jam yang ada disebelah nya,dan menunjukan ini adalah jam 5 pagi.
Saat Angel mencoba untuk bangun,kaki yang kecilnya seakan terajut satu sama lain dengan Albet.
Pinggang kecilnya masih dipeluk hangat oleh tangan yang kuat,rambut Angel masih menyebar di belakang dada albet.
Angel mencoba untuk memindahkan kaki Albet dengan pelan pelan dan tanpa bersuara,tetapi Albet malah menariknya kembali kepelukannnya dan berbisik menggoda,
"Masih pagi,,tidurlah lebih lama lagi"
Saat ini Albet malah menenggelamkan wajahnya ke dalam punggung Angel,seolah-olah mencari sesuatu yang dia inginkan,
Angel pun tersenyum manis,ternyta seseorang seperti Albet bisa mempunyai sikap manja seperti ini.
Satu jam telah berlalu,Angel masih tertidur,tetapi Albet sudah dalam penampilan yang sangat tampan.
Albet sudah berpakaian rapi dan sekarang kemeja putih diikatkan erat ke kancing terakhir,kakinya yang panjang di Pagari celana panjang hitam,membuat semua mata akan terpana melihat ke keangkuhannya.
Angel menggeliat terbangun dari tidurnya.
Sarapan di pagi hari adalah melihat seorang dewa berdiri didepan wajahnya dengan seyuman selamat pagi yang sangat renyah,melebihi kentang goreng yang paling nikmat,yang pernah Angel makan.
"Apakah ini ilusi"
Ini adalah perkataan Angel yang keluar dari mulutnya.