Albet And Angel

Albet And Angel
pengenalan karakter



Dikala fajar menyingsing angel masih tertidur lelap.


Dia adalah anak ke dua dari dua bersaudara.


Kakak laki-laki nya yg bernama Bam,dan dari keluarga kelas sosial menengah.


Dengan hubungan keluarga yang di bina dengan keharmonisan.


"Angel bangun matahari sudah cukup tinggi"tiba tiba suara melengking terdengar dari luar pintu.


'Hnmmm itu ibu ku yg garang macam macan hehe' pintu terbuka dan aku tersentak bangun dari rasa ngantuk yang sangat berat.


Semalam kira-kira tidur tengah malam.


Karena harus belajar untuk masuk ujian beasiswa ke luar negri.


Meski kelurga ku berada aku harus hidup mandiri.


Kehidupan ini tidak cukup untuk mengandalkan harta keluargaku.


Aku inggin hidup mandiri tanpa belas kasihan dari orang lain.


Ayahku seorang dokter dan ibu ku,hanya ibu rmh tangga mengurus kehidupan kami.


Kakak ku seorang dokter.


Kami adalah keluarga dokter dengan tiga generasi.


Meski dokter dia cukup bodoh dengan kehidupannya apa lagi urusan percintaan.


Aku angel belajar sastra tulisan novel,komik aku suka semuanya.


Cita-cita aku inggin menjadi seorang sastrawan.


Hobi ku adalah tidak ada,di waktu luang hanya membaca novel-novel yang membawa hati berdebar.


Tubuhku tetap kurus meski banyak makan,


umurku 18 thn,


tinggi 170 dan berat 42 kg aku tak cantik hanya sedikit manis.


Kulit ku sebening embun di pagi hari seputih giok.


Mataku besar dan bulat,kepribadian ku cukup ceria sedikit ceroboh,cakap,pintar dan oh iya aku blm prnh jatuh cinta karna blm ada satu pun yg menggerakkan hatiku membuat berdebar saat bertemu.


Disisi lain disebuah negara diluar sana seorang anak lelaki sedang berusaha keras untuk pulang ketempat kelahirannya.


Dia sibuk dengan beberapa barang barangnya,dia cukup tinggi dgn alis hitam,bibir berbentuk sempurna mata menyipit tetapi indah untuk dilihat jauh begitu dalam saat mata memandang.


Yang tdk akan pernah tahu bagaikan galaksi yg luas hitam pekat.


Namanya Albet, Albet seorang pewaris perusahan besar yang turun temurun harus mewarisi perusahan keluarga nya.


Muda,egois,pintar dan tidak mau terjerat dengan seorang wanita


Awalnya Albet lahir dari keluarga biasa tetapi berusaha mendirikan perusahaannya sendri,tetapi takdir membawanya kepada hal lainnya.


Ayahnya seorang jaksa dan ibunya seorang pengacara anak pertama dari dua bersaudara.


"Tuan penerbangan besok dan samua brang ini akan diurus terlebih dahulu oleh ku,"


Ini adalah asistem Albet yang sudah bertahun-tahun mengikutinya sejak mereka bertemu saat belajar bersama sekolah perguruan tinggi


Rehan namanya.


"Setelah kepulangan sebentar kamu urus dulu semua bisnis di sini,setelah itu berikan tanggung jawab pada pak Jo,lalu kamu pergi ke tempat ku.


Mungkin untuk beberapa saat aku tidak akan pulang lagi ke sini krna alsan keluarga ku yg mendesak untuk pulang.


Dan bisnis di sana dalam masalah lagi aku harus mengambil kembali dari pak tua itu"


Albet mendengus marah sesaat.


Rehan pun pergi setelah mendengar semua perkataan Albet.Rincian pekerjaan dan semuanya sudah diserahkan.


Rumah yang sudah dihuni selama beberapa tahun ini. Akan dia tinggalkan dengan dekorasi gaya eropa. jendela- jendela yang tinggi yg membawa aroma anggin yg menyejukkan pikiran.


Semuanya akan di tinggalkan,


'Kesunyian ini akan ku rindukan'


Albet berlahan turun dari lantai dua dan pergi ke gudang tempat yang sangat berdebu,membuka sebuah potret lama dan usang seorang anak perempuan yg sedang tersenyum dgn mata yg bulat,bibir merah semanis ceri sambil membawa boneka kelinci putih.


"Aku akan mencoba menemukanmu kembali gadisku,tunggu aku"


Albet membawa foto itu sambil menutup mata dan berlahan pergi dari tempat kotor itu.