
Setelah kepergian angel,
albet hanya terdiam seolah olah nyawa dalam tubuhnya telah hilang keluar,
setelah beberapa saat baru dia mulai mengejar angel, alhasil albet tidak bisa mengejarnya
dia pun duduk ditepian jalan,
tetesan hujan telah membasahi seluruh tubuhnya
albet yang gagah dan berani cakap dalam dunia bisnis kini seperti cangkang kosong,
skak mat dia kalah dari seorang gadis
kemudia albet berdiri dan berjalan menuju parkiran
albet duduk di kursi pengemudi,
tetapi dia belum juga menyalakan mobilnya hanya terdiam tak pasti entah apa yg dia pikirkan
albet membuka laci mobil dan mencari cari rokok,dia menyalakannya
ketika albet dalam suasana yang rumit dia hanya bisa mencari rokok menyalakannya tanpa menghisapnya
batang rokok pun terbakar diantara jari jarinya
tiba tiba getar handphone dalam saku celana bergetar dan itu panggilan Bam
"to the point,apa yang kamu lakukan lagi terhadap adikku,apa kamu tahu saya menemukan dia dipinggiran jalan,seandainya saya tidak datang apa yang akan terjadi?apa dia tahu yang seharusnya tidak dia ketahui,atw kamu memberitahu nya,kamulah penyebab meninggalnya ibu kita?"
"kenpa kamu tahu tadi dia bersamaku?"
"hanya kamu yang bisa membuat dia terguncang setelah beberapa bulan telah berlalu,setelah dia mulai move on,sebenarnya apa yg dia ketahui?" nada arogansi bam
"dia mengetahui Sasa adikku meninggal dalam kejadian itu,"
"apakah kamu bodoh,ataw idiot brother?dan kamu memberi tahunya kalau kamu penyebab meninggalnya ibu kita?"bam sangat kesal terhadap albet dewa bisnis tidak bisa mengendalikan masalh hingga jadi seprti ini tetapi bodoh dalam urusan wanita
"tidak,tapi dia mengetahui dia menyebabkan meninggalnya sasa"
"kamu harus inggat angel tidak menyebabkan meninggalnya adikmu itu adalah 100%mutlak kecelakaan,
tapi apa yang kamu perbuat terhadap keluargaku terormu,perbuatanmu,kesalahan mu sehingga ibu kami meninggal,
aku dan ayah ku tidak memperpanjng masalah ini,tp kamu menyakiti adikku lagi,sebenarnya apa yang kamu inginkan dari keluargaku
adikku tidak berdosa sama sekali,dia juga seorang korban dalam hal ini,
kita tahu derajat sosial kita berbeda,bukannya kita takut dengan keluargamu tetapi kami tidak inggin mengorek luka lama
tapi kalau kamu menyakiti adikku lagi kami tidak akan tinggal diam,
setelah bam menutup telpon dengan penuh rasa emosi dia melihat sebuah pesan dilayar handphone
pesan dari albet yang berisikan sebuah kalimat
'aku mulai tertarik terhadap adikmu dan aku akan menjaganya'
Bam dengan refleks melempar handphone sambil mengumpat
'dasar sialan,kurang ajar'
dengan muka masam bam keluar dari kamarnya menuju dapur untuk makan malam,
makanan pun sudah memenuhi meja makan
bi izah pun bertanya mengapa angel lama sekali untuk turun,bi izah pun menyarankan untuk naik melihat angel
"knapa saya bisa lupa"
bam pun naik
lalu dia mengetuk pintu kamarnya,
mendorong pintu terbuka
bam hanya melihat ruangan kosong lalu bam mengetuk ngetuk pintu kamar mandi
hasilnya pun juga sama tidak ada suara apa pun,hanya suara air mengalir
dengan rasa enggan bam pun membuka pintu
seakan mata bam keluar angel tertidur d atas bathtub dengan suhu air yang sudah mulai dinggin
bam pun dengan sigap membawa handuk dan mengangkat angel dari dalam air
didalam hati bam
'anggap saja seorang pasien tidak ada perbedaan gender'
setelah itu bam membawanya ke tempat tidur menyelimuti nya,memeriksa dahinya ,benar saja angel mulai demam,
'pantas saja dia tertidur di bathtub'
bam turun dan membawa peralatan medis,
suhunya mencapai 39 derajat Celcius,
bam pun dengan susah payah membangunkan angel untuk minum obat.