
Harit Setiawan mengumpulkan semua orang untuk hadir di pesta mewah yang diselenggarakan. Banyak orang yang tak mengira kalau Lina Setiawan yang sudah lama tidak hadir dalam acara pertemuan dan bisnis keluarga kini ikut andil dalam semuanya. Agus yang akan menjadi menantu harus mengikuti persyaratan yang Harit inginkan yaitu merubah nama belakangnya menjadi Setiawan. Agus tidak menolak permintaan tersebut yang sesungguhnya adalah harga diri dari seseorang, Agus yang punya pemikiran terbuka tidak ada permasalahan berat dalam mengganti marga. Rangga Nou yang turut serta hadir dalam pesta ia sangat marah, Mark Nou dan Jessie Nou mencoba untuk bersikap natural dalam acara tersebut.
Bisnis keluarga akan dijalankan oleh putrinya. Semua orang saling berbisik menilai betapa egoisnya Harit selain merubah marga menantu laki-laki, juga tidak mempercayakan bisnis kepada menantunya. Lina melihat Agus dengan cemas karena merasa bersalah, Agus tidak banyak komentar hanya menikmati semua hidangan yang tersedia. Johnson mendekati Agus sambil bertanya diam-diam tentang keputusan Harit Setiawan.
"Aku tidak merasa dirugikan," kata Agus.
"Anda merasa begitu?"
"Tentu," jawab Agus.
"Kau hanya pajangan yang dimanfaatkan?" Rangga Nou menyindir Agus.
"Aku tidak merasa begitu, aku malah akan hidup nyaman dengan yang kumiliki, dan menganggur sepuasnya," jawab Agus, ia tersenyum puas, toh dia bukan orang yang bisa menjalankan bisnis Keluarga Setiawan.
Agus memeriksa lewat pendengarannya, ia bisa tahu kalau ada suatu yang buruk dalam acara pesta. Lina meras canggung dengan banyak orang yang memberikan selamat, ia merasa tidak nyaman saat ada orang yang menyinggung Agus yang tak punya nilai lebih karena tidak dapat kepercayaan dari Harit Setiawan. Pertunangan akan berlangsung selama setahun dan, mereka berdua akan menikah di Januari tahun depan. Lina merasa senang karena sudah melakukan pembicaraan dengan ayahnya kalau ia punya kebebasan penuh dengan Agus, tapi Lina diinginkan kalau punya tanggung jawab dengan bisnis keluarga.
"Kalau aku sibuk akan punya sedikit waktu," gumam Lina.
"Aku akan menemanimu," kata Agus.
Rencana Mark Nou telah hancur dengan adanya Agus. Mark dan Jessie tidak berlama-lama dalam pesta dan mengajak Rangga Nou pulang. Ada orang dalam pesta yang menjadi kaki tangan Martin Lut, orang itu melaporkan semua yang terjadi dalam pesta. Martin Lut berpikir kalau Agus sungguh jadi alat Keluarga Setiawan secara penuh dan meremehkan Agus yang bodoh tetap menerima syarat dari Harit Setiawan.
"Sungguh bodoh," gumam Martin Lut.
"Jadi, orang yang kau anggap hebat itu hanya berperan sebagai babu?"
"Sangat sayang orang hebat seperti dia punya jalan pikiran yang aneh, dia buta karena cinta," kata Martin.
"Dipikir-pikir, juga sebuah kelemahannya."
Martin Lut dan Nicolas Hadin yang berkerja sama, mereka berdua memikirkan suatu yang sama dengan kelemahan Agus adalah Lina Setiawan. Selama mereka bisa membawa Lina pada tangan mereka pasti Agus akan melakukan apa pun yang mereka mau, tapi mereka perlu cara agar bisa menculik Lina Setiawan. Sementara itu Agus punya rencana untuk menjaga Lina Setiawan. Agus akan menjadi seseorang yang selalu ada di samping Lina Setiawan, Agus lebih menjadi seperti bodyguard untuk kekasihnya sendiri. Harit Setiawan tidak banyak berkomentar, ia setuju dan tersenyum atas keputusan yang Agus ambil.
"Ternyata kalau tidak malu untuk melakukan hal semacam ini," kata Harit Setiawan.
Lina mulai belajar banyak atas bantuan ayahnya, Agus seperti orang yang di pandang rendah untuk sebagai orang. Johnson yang ikut bersama Agus tidak melihatnya seperti yang lain. Johnson mengatakan hal yang penting, semuanya mengenai Nicolas Hadin yang mulai bergerak untuk merencanakan sesuatu. Agus membaca laporan penyeledikan dari Johnson bersama anak buahnya.
"Kamu sudah menyelidiki aku dekat dengan Nicolas dan Martin?"
"Atas permintaan dari Tuan Harit."
"Nah, kenapa kamu bisa berbalik memberitahukan yang tidak seharusnya?"
"Karena Anda menarik penilaian saya, saya punya nilai yang baik untuk Anda Tuan Agus."
"Hahaha, kamu tiba-tiba sangat sopan."
Agus membuat rencana kalau Johnson harus tetap bersikap natural, dan tetap menyuruh bawahnya menyamarkan sebagai bawahan Martin Lut dan Nicolas Hadin. Dalam benaknya Johnson tidak salah menilai ia melakukan semua ini juga atas permintaan dari Harit Setiawan, terlihat mengkhianati atasnya demi keuntungan pribadi. Agus yang berperan seperti menantu yang numpang makan, ia hanya menemani istrinya kemanapun, pergi ke kantor dan perjalanan bisnis. Agus tidak pernah lengah, ia punya banyak cara saat menemani Lina Setiawan pergi.
"Ayah punya banyak bisnis, aku senang kalau kamu ikut denganku selama perjalanan bisnis."
"Aku hanya bisa membantu untuk menjagamu saja," kata Agus.
Agus mengamati dan jadi pendengar yang baik, ia punya izin khusus untuk ikut rapat, namun hanya melihat tidak ikut campur dalam rapat tersebut. Orang-orang yang ada dalam rapat tersebut melihat Agus sesekali, dalam benak mereka sangat heran dengan adanya Agus tidak banyak membantu selain jadi pendamping sang ratu. Lina Setiawan bicara tegas kepada semua orang yang tidak fokus dengan yang ia katakan, Agus tersenyum layaknya orang yang menonton acara yang seru untuk sendiri. Dalam rapat tersebut Lina menunjukkan kemampuan dan kepandaiannya, ia tidak ragu menolak saran orang yang tidak sejalan dengan pola Lina Setiawan.
"Kita harus memberikan Kompensasi yang sepadan untuk para pekerja!"
Lina yang pernah sebagai pegawai biasa sangat tahu benar seperti apa kekurangan dari perusahaan, dan gajih yang diterima pegawai juga tidak banyak ditambah ketika mengalami hal yang buruk dalam kecelakaan saat bekerja malah tidak mendapatkan apa pun dari perusahaan besar yang lebih ingin menguntungkan diri sendiri.
Seorang pria angkat bicara dengan perkataan yang begitu memojokkannya. "Anda tahu kalau kami sudah sangat lama bekerja di bidang pembangunan, jika ada yang mengalami kecelakaan, tidak mungkin kami memberikan jumlah yang sebesar itu."
Ada yang ikut bicara. "Saya juga setuju, lebih baik kita minta suara dari yang lain apakah mereka juga setuju dengan saran Anda."
Lina Setiawan yang selalu sebagai CEO wanita, ia bungkam dengan banyak orang yang tak setuju, mereka tahu kalau Lina adalah putri dari pendiri perusahaan tapi mereka tidak ingin kalau perusahaan akan merugi. Agus tidak bicara untuk menghentikan semua orang berkomentar, Agus sudah berjanji dia akan diam selama rapat diselenggarakan. Lina yang memiliki saham terbesar, ia langsung menunjukkan yang ia miliki, gerakan jari yang menunjukkan kalau dia adalah pemilik dari semua perusahaan yang ayahnya miliki membuat semuanya terdiam.
"Memang ini tidak pantas, tapi ayahku sudah menyerahkan segalanya padaku." Lina mengakhiri rapatnya. "Jika kalian tidak setuju denganku kalian bisa berhenti, masih banyak orang yang bisa berkerja di sini."