
Agus telah mempelajari buku-buku tentang sihir dan sejarah, selama dua bulan ia telah menabung uang yang dapat membantu keinginannya. Sejarah Hero sangat jelas dan membunuh Demon adalah hal yang biasa. Agus mendapat informasi tentang ras selain manusia di wilayah selatan.
"Dark Elf ada di sana, mereka memusuhi Human."
Dia menutup buku untuk melanjutkan pekerjaannya, jalan masih panjang dan dia harus memenuhi banyak persyaratan yang layak untuk mengetahui segala sesuatu tentang istrinya. Hilma datang membawa laporan yang diminta Agus. Mercenary, tugas mereka sangat luas untuk pergi ke berbagai tempat dan Kerajaan tetangga adalah semacam misi.
"Untuk apa sebenarnya kamu melakukan semua ini, Bos?"
"Aku hanya penasaran," kata Agus.
Hilma adalah kandidat yang cocok jika Agus berhenti di pekerjaan yang dipegangnya, tidak akan terjebak selamanya di satu tempat, kesepakatan dengan Jarvis Len Keller. Agus menyatakan semuanya dengan tegas hingga Jarvis tak mampu membalas ucapan Agus yang memiliki niat dan tekad yang sulit diubah.
"Kamu akan berhenti saat berumur 15 tahun?!" Jarvis terkejut.
"Mudah-mudahan Anda menerimanya, orang yang Anda percayai juga tahu betul metode yang saya gunakan."
"Kamu tetap mengendalikan semua yang aku berikan kepadamu, jika menginginkan gaji yang lebih besar, kamu bisa memberi tahuku."
"Maaf Tuan Jarvis, saya melakukannya karena saya memiliki tujuan yang harus saya lakukan."
"Tujuan? Tujuan apa yang ingin kamu lakukan?"
"Dengan berat hati aku tidak bisa mengatakannya."
Agus menolak ia pergi setelah pamit, saat pulang ia juga mendapatkan pertanyaan dari Tiara saat Agus mengatakan bahwa ia akan pergi saat usianya 15 tahun. Tiara yang sudah tahu rahasia tentang Agus, Tiara hanya diam tak banyak bertanya mengenai alasannya. Agus hanya orang dewasa dibalik tubuh bocah yang bisa dilihat oleh mata semua orang, banyak yang ia pikirkan selama berjalannya waktu dengan begitu penuh harapan yang ingin ia miliki. Malam yang tenang dengan mimpi yang sama membuat Agus semakin tak sabar untuk pergi, ia sungguh ingin melihat sosok yang sudah ia rindukan.
"Aku harap kamu masih ada di dunia ini Lulu, aku harap aku tidak tinggal di dunia yang berbeda," gumam Agus ditengah kesedihan.
Semua jalan yang dilalui Agus sangat mudah selain mendapatkan bantuan dari Jarvis, juga cukup banyak orang yang membela Agus. Hari Minggu sebagai hari libur yang dipilih Agus, Hilma yang memegang kendali sementara Agus sibuk dengan latihan pedang dan sihir penguatan, ia teringat masa lalu yang begitu menunjukkan dirinya sangat tidak berdaya dan penakut. Musim dingin tiba dengan butiran salju yang berjatuhan, duka mendalam ia rasakan. Agus menyempatkan diri untuk pergi ke berbagai tempat yang ia inginkan, pusat kota yang menjadi tempat berkumpulnya orang-orang merayakan keinginan membeli berbagai jenis buku dan perlengkapan. "Tempat ini selalu saja ramai banyak orang." Agus memilih Patung Sang Hero.
Kedewasaan datang bersama waktu yang mengiringi, ia sudah bertekad dengan kesiapan hingga saat ini. Tiara menetap begitu lama dan berjalan melangkah kakinya, ia tidak banyak bicara karena tidak punya hak untuk melarang Agus yang akan memilih pergi. Jack dan Miranda terkejut saat Agus mengatakan rencana kepada mereka berdua saat usianya sudah 15 tahun.
"Kamu tidak bisa pergi, kamu tidak akan bisa melakukannya, itu semua berbahaya!" Miranda terlihat paling khawatir.
"Miranda, kita tidak bisa menghentikannya dari keinginan menjadi Mercenary." Jack meyakinkan.
"Tapi, dia baru 15 tahun, pekerjaannya juga bagus, dia tidak harus seperti ini."
Agus meyakinkan ibunya, dan tidak terburu-buru, ia juga butuh proses yang harus dilalui sebagai Mercenary, Agus harus membuktikan dirinya layak pergi ke berbagai tempat. Agus pergi menemui Jarvis dan datang untuk mengakhiri kontrak kerja. Agus menemui Hilma untuk bekerja dengan baik. Hilma menatap tajam, ia akan melanjutkan cara yang selama ini digunakan Agus. Banyak yang terkejut ketika melihat Agus mendaftar sebagai Mercenary, Guild Master tidak menyangka bahwa sosok yang cukup berpengaruh dan membantu pekerjaan Mercenary ternyata bercita-cita menjadi seorang Mercenary. Banyak orang yang mendukung Agus jika ia memiliki mimpi yang begitu luar biasa namun hal itu tidak akan mudah dilakukan, Agus sangat siap dan meminta dukungan dari para seniornya.
Seorang dalam peringkat 5 adalah yang paling rendah tapi tidak mendapatkan pandangan yang buruk karena nama Agus sendiri sudah sangat dikenal dikalangan Para Tentara Bayaran. Dalam latihan untuk ujian juga ada kejutan tersendiri, Agus bukan orang yang lemah tidak punya pengalaman dalam pertarungan. Dia lolos dalam ujian dan menjalankan misi pertama untuk pengawal barang yang dia angkut oleh para karyawan yang ia kenali.
"Saya masih tidak berpikir bahwa Bos memiliki cita-cita seperti ini," kata seorang pria.
"Sebenarnya aku sudah lama punya cita-cita seperti ini. Aku hanya butuh waktu untuk tumbuh dewasa. Ngomong-ngomong, apakah Hilma baik-baik saja?"
"Bos Hilma sangat bagus, dia menggunakan sistem yang sama dengan Boss."
"Bagus kalau dia tetap seperti itu."
Hal yang paling orang-orang takuti adalah bandit, Agus tidak takut jika disergap oleh bandit. Ketiga orang yang menjadi rekanan Agus juga memiliki pengalaman yang sangat tinggi, mereka sebagai senior menunjukkan banyak skill saat melawan para Bandit, sedangkan Agus lebih fokus untuk mengamankan orang-orang di dalam kereta kuda. Ketika posisinya semakin terpojok Agus mengambil tindakan, ia ikut melawan para Bandit yang sangat agresif membunuh orang. Terdengar suara lantang dari seseorang mengumumkan bahwa Agus akan ditusuk dari belakang, namun sebelum itu terjadi Agus sudah berbalik arah dan menusuk orang yang akan menggunakan cara licik.
Saat istirahat di tengah perjalanan, Agus mendapat pujian dari banyak orang. Para senior juga sangat tidak menyangka Agus tidak grogi di pertarungan sesungguhnya. Agus tidak bisa menyebut semua yang dilakukannya mudah karena sudah dipersiapkan sejak lama. Dia masih merasa tidak nyaman membunuh orang lain, manusia dan monster jelas sangat berbeda. Agus ingat saat monster menyerang Desa Airin. Dia tidak sabar untuk pergi ke Kerajaan Loa, untuk pertama kalinya dia akan melihatnya secara langsung karena saat itu dia hanya bisa membaca banyak informasi tentang Kerajaan Loa.