
Secerdas apa pun Agus, masih ada sebagian orang yang memandangnya sebelah mata, dia hanya anak kecil yang mengandalkan koneksi, begitulah menurut mereka. Ada yang berpendapat bahwa dia adil dalam mempekerjakan orang lain tidak seperti bos sebelumnya yang memeras mereka untuk bekerja seperti binatang. Agus yang mendengarkannya, mengabaikannya begitu saja karena masih wajar jika ada yang cemburu padanya, namun ia hanya diam beberapa saat untuk melihat apakah sindiran mereka tidak berlebihan. Hilma yang geram ingin menghukum orang itu, Agus melarangnya karena tidak baik sebelum semuanya menjadi jelas.
"Dia terlalu banyak bicara tentangmu?!"
"Biar, lebih baik kita fokus pada pengiriman barang saja."
Agus berbicara dengan sopan kepada orang-orang yang bekerja di gudang dan pabrik, ia tetap tidak merendahkan diri meskipun begitu sopan dengan alasan menghormati yang lebih tua. Pria kekar itu menjawab dengan acuh tak acuh. Agus memandangnya lama, ia yakin orang itulah yang membuat orang lain memandangnya negatif. Barang dikirim lebih sering ke Kerajaan tetangga dan lebih sedikit ke desa yang tidak jauh dari Kerajaan. Hilma menjelaskan semua yang ditanyakan Agus. Dalam waktu seminggu kondisi sudah bisa stabil, harga barang yang dijual mendapat pemasukan yang sepadan. Jarvis puas dengan semua yang dilakukan Agus, anak yang jujur dan tidak berniat korupsi sedikit pun.
Dari semua catatan barang dan bentuk, Agus belajar banyak bahwa bukan ramuan pemulihan yang sering dijual, ada banyak rempah-rempah yang bisa dijual dengan harga tinggi. Ada beberapa restoran besar di kota, memesan bumbu dari mereka cukup banyak. Hilma menjelaskan bahwa bangsawan sering pergi ke restoran, mereka menyukai hidangan dan barang baru. Laporan pengiriman tidak selalu berjalan sesuai rencana, ada hal-hal yang tidak terduga seperti bandit dan serangan monster saat dalam perjalanan. 'Guild Mercenaries' memiliki orang yang bekerja untuk memusnahkan monster dan juga mengawal barang yang dikirim.
"Biaya untuk mempekerjakan mereka adalah 1 Gold per orang?"
"Tergantung pangkatnya juga," kata Hilma.
Tidak ada tawar-menawar dalam aturan Mercenary, mereka sering meminta bayaran di muka. Agus hanya bisa mengikuti aturan, dan sesuatu yang menjanjikan dia sangat suka karena penghasilan mereka bisa lebih besar dari pekerjaan Agus. Hilma diminta untuk menceritakan lebih detail, sayangnya untuk menjadi Mercenary, Agus harus berusia 15 tahun sebagai usia minimum untuk mendaftar. Dia harus bertahan hingga 5 tahun untuk bisa menjelajah, menurutnya sekarang ia hanya perlu mengumpulkan modal untuk kedepannya mencari tahu tentang Lulu Aite. Dalam perjalanan pulang Agus selalu memilih berjalan sendiri, tidak mau diantar. Agus hanya tidak ingin menjadi pusat perhatian meski sudah banyak orang yang mengenalnya.
"Kamu pulang tepat waktu, makan malam sudah siap," kata Miranda.
"Terima kasih, Bu. Aku membuat ibu repot-repot lagi."
"Tidak repot, sudah kewajiban seorang ibu memasak untuk anaknya."
"Ibu, Ayah dan Tiara mau kemana?"
"Mereka beli jajan di luar, bilangnya ada jajanan yang cocok yang lagi hits akhir-akhir ini."
"Jajan, jajan apa?"
"Mmm, semacam kue kering, aku juga tidak begitu tahu."
Jack bertanya pada Agus. "Bagaimana dengan pekerjaanmu?"
“Semuanya baik-baik saja, hanya saja ada kendala kadang ada kegagalan pengiriman.”
Agus berharap nilainya di tempat kerja tidak turun. Agus bertanya tentang Mercenary kepada Jack yang langsung menyentuh dagunya sendiri sambil berpikir. Agus memiliki niat untuk menjadi seorang Mercenary, ia sangat membutuhkan pengalaman untuk kedewasaannya nanti. Jack sangat tidak setuju, kalaupun Agus bisa mendapat penghasilan lebih, lebih baik tetap bekerja sama dengan Guild Trade. Pagi harinya, pria berambut putih, Jarvis Len Keller mencari Agus karena ada yang ingin ia bicarakan, tentang pengiriman barang yang selalu mendapat masalah. Dia tidak menyalahkan kinerja Agus, hanya saja keadaan menjadi sulit sejak Agus menerima pekerjaan itu, Jarvis menduga itu bukan hanya pengulangan dari para Bandit.
Jarvis langsung menolak ketika Agus berencana ikut pengiriman. Jarvis tidak ingin menderita lebih banyak kerugian, dia akan mempekerjakan Mercenary yang memiliki nilai tinggi. Agus mendesah enggan, ia cukup sadar diri bahwa dirinya hanyalah seorang anak kecil yang memiliki pemikiran yang dinilai sebagai aset. Jarvis Len Keller akan menyelesaikan masalah yang terjadi dengan gayanya sendiri, dia memiliki uang yang selalu bisa digunakan dalam banyak hal karena uang bisa menguasai dunia. Agus dengan percaya diri segera memberikan terobosan jika rencana itu tidak berhasil, ia akan ikut pengiriman barang. Jarvis berpikir cukup lama, dia tahu segalanya tidak akan mudah, dia tidak ingin membuat kesepakatan.
Selama seminggu pengiriman tidak ada hal buruk yang terjadi, Agus merasa tenang karena orang-orang pilihan Jarvis bisa menanganinya. Hilma mengirimkan sebuah amplop yang berisi pesan dari Jarvis. Kabar itu mengatakan bahwa semuanya direncanakan oleh seseorang yang tidak menyukai Agus, sayangnya hanya itu yang bisa dia temukan dari Kepala Bandit. Agus berpikir sambil mengecek laporan, dia juga sibuk mengecek barang-barang di gudang. Agus tidak curiga dengan para pekerja, ia yakin para pekerja tidak akan terlalu ceroboh untuk mempersulit diri sendiri.
"Bos, sudah waktunya bagimu untuk beristirahat." Hilma mengingatkan.
"Beri tahu yang lain kalau sudah waktunya makan siang." Agus paling suka dipanggil bos, ia sudah mewujudkan yang ia inginkan saat-saat masa hidupnya di Bumi.
Seorang tamu tak diundang datang, dia adalah seorang pria gemuk, wajahnya benar-benar menunjukkan bahwa pria ini sangat jahat. Lelaki itu ingin Agus berkolaborasi untuk sesuatu yang bisa saling menguntungkan, membeli barang dengan harga murah, dan lain sebagainya. Agus akan mendapat untung. Hilma mundur karena takut, Agus melihat ada yang tidak beres, saat Agus berbicara berdua dengan Hilma tentang orang asing itu, Agus memasang muka tidak setuju karena dulu laki-laki itu sering merugikan.
"Saya tidak ingin menjadi bagian dari rencana konyol Anda, Tuan."
"Kamu nak, kamu harus tahu berapa banyak keuntungan yang kamu dapatkan."
"Maafkan aku, aku tidak tertarik dan tidak membutuhkannya."
Pria gendut dan botak itu kesal karena tidak menyangka akan ditolak oleh anak laki-laki yang seharusnya lebih rakus dari orang sebelumnya. Pria itu pergi dengan langkah kasar, dia hampir jatuh dari tangga. Hilma terkekeh dan menutup mulutnya. Agus yang tak tinggal diam meminta Hilma untuk memberitahu Jarvis Len Keller soal ini. Hilma mempertanyakan keseriusan Agus yang langsung dijawabnya dengan sangat percaya diri.
"Aku membiarkan orang itu pergi, tapi sekarang tidak akan membiarkannya lagi," kata Jarvis.
"..." Hilma hanya melihat, dia tidak berani bertanya kepada Jarvis Len Keller tentang rencana apa yang akan dilakukan.