
Dia mencoba untuk bersikap baik dan menjadi pertanyaan dari Lina tentang perubahan drastis pada Agus. Lagi-lagi Lina ingin memberikan bantuan, yang lagi-lagi ditolak Agus. Dia tidak ingin menjadi terlalu aneh untuk menanggung kehidupan seorang wanita. Lina yang hendak berangkat kerja sudah menyiapkan sarapan untuk Agus. Hutang 50 juta adalah masalah yang ingin diselesaikan Agus, dia tidak ingin menjadikan Lina untuk mendapatkan masalah lebih lanjut. Selama Lina pergi, Agus keluar rumah untuk menemui seseorang yang menjadi bos yang uangnya Agus pinjam.
"Kau tidak takut mati untuk datang menemuiku?"
"Aku berencana akan membayar semua hutangku."
"Hahahaha, kau sombong sekali setelah banyak lari untuk menghindari hutang."
Orang itu berjanji tidak akan menaikkan hutang Agus jika Agus bisa membayar dua bulan lagi, kesepakatan yang seperti berat sebelah, tidak akan mungkin bisa mengumpulkan 50 juta dalam jangka waktu dua bulan. Orang itu memberikan suatu saran yang bisa membantu Agus dengan taruhan yang begitu besar yaitu nyawanya sendiri. Agus membaca selebaran tersebut yaitu sebuah arena bawah tanah yang menjadi pertaruhan dalam pertarungan ganas mengobarkan kehidupan. Orang itu menatap dengan tajam, ia dengan tegas akan membuat Agus membayar dengan harga yang mahal dengan nyawa jika Agus tidak menerima yang diminta orang tersebut.
"Kalau kau menang akan mendapatkan uang 60 juta, kau kembali saja uang 50 juta itu dan terima 10 juta untuk kau sendiri."
Agus merasa butuh waktu selama seminggu ia baru yakin akan mengikuti pertarungan bawah tanah tersebut. Dalam waktu seminggu Agus pun mencoba suatu yang sudah sangat ia bisa lakukan mengumpulkan energi Mana. Tubuh yang diselimuti energi tersebut akan menjadi sangat kuat dari fisik manusia normal, dan latihan yang cukup untuk seminggu sudah bisa dikatakan layak tapi Agus ada masalah karena hanya sedikit energi yang mampu ia serap. Lina beberapa hari sangat khawatir karena Agus lebih senang untuk mengurung diri di kamar.
"Kamu akan sibuk mulai sekarang?" Lina khawatir.
"Aku mendapatkan pekerjaan yang cukup baik dan bisa membayar hutang yang kumiliki."
Lina tertegun dengan perubahan yang semakin menyakinkan kalau Agus sudah menjadi sosok yang lebih bertanggung jawab dengan bekerja bisa merubah kebiasaan buruk akan minum-minum dan berjudi seperti yang biasanya Agus lakukan. Agus menghindar dengan pertanyaan perubahan keinginan Agus yang begitu ngotot dalam perjudian, Lina tersenyum atas kepercayaan Agus yang ingin berubah. Setiap pagi Agus pergi ke taman untuk melatih fisiknya, Agus melakukan semua itu sampai seminggu, ia sudah siap untuk ikut dalam pertandingan yang sengit.
Pertandingan tanpa aturan yang berlaku merupakan pemandangan yang membuat Agus berdebar-debar ingin mencoba, ia ingin mencoba apakah ia bisa melawan petarung yang dipercaya mampu melakukan bela diri dengan gaya modern. Agus didaftarkan sebagai petarung selanjutnya, ia harus menghadapi seseorang yang menjadi peringkat terakhir tapi sudah sangat kuat dari orang biasa. 'Kickboxing' adalah kemampuan yang dimiliki oleh lawan yang akan Agus hadapi, dengan suasana di arena cukup menegangkan dengan pendatang baru dan dimulai sebuah taruhan. Suara kerasa dari penonton saling bersautan, mereka menaikkan harga yang menjadi sebuah taruhan yang banyak menjadi sorak-sorai semua orang yang ada.
"Satu juta untuk pertama kali!"
"Aku bertaruh 3 juta untuk pendatang baru!"
"Aku akan berikan 5 juta!"
Tatapan yang begitu merendahkan dari mata seorang penantang yang begitu angkuh itu, Agus menatap tajam dan langsung memberikan serangan awal yang langsung melontarkan tinju dan menendang ke arahnya. Agus memutuskan bertahan dari serangan lawan, ia ingin melihat seberapa cepat dan gesit musuh yang begitu agresif dan menyerang dengan cepat. Agus menahan dengan satu tangan ketika lutut lawannya mengincarnya tepat di wajah, lawan yang terkejut langsung di banting untuk menjauh. Dengan pengalaman di masa lalu Agus merasa kalau lawan terlalu lambat untuk mudah saat menghindar.
"Kau hanya bisa menghindar dan bertahan, sangat mengecewakan!" Pria itu menendang untuk menargetkan bahu Agus.
"Kau membawa orang yang berbakat?"
"Aku awalnya tidak yakin kalau dia bisa bertarung sampai sejauh itu, dia punya hutang banyak padaku."
"Oh, jadi kau mengirim dia ke sini agar bisa membayar hutang?"
"Niatku awalnya hanya membuat dia akan terbunuh..."
"Sial, sungguh mengerikan, kau tidak berubah sama sekali."
"Jangan bersikap sok baik, kau tidak berbeda denganku."
Lawannya langsung tumbang ketika wajahnya terkena tinju dari Agus. Suara semua orang yang menjadi penonton langsung berteriak keras dengan kemenangan yang luar biasa. Ada banyak orang yang mendapatkan kerugian saat bertaruh untuk musuh yang Agus lawan, sebaliknya orang yang bertarung pada Agus mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat ganda karena mereka hanya bertarung dengan nilai yang kecil. Agus harus menempuh perjalanan yang panjang untuk jadi juara pertama, banyak orang yang terlihat sangat menyeramkan kini sedang melihat ke arah Agus yang menanggapi tatapan tersebut dengan berani.
"Padahal setahuku kau tidak bisa berkelahi," kata seorang pria yang mendatangi.
"Bagaimana dengan hutangku, harusnya ada cara lebih cepat lagi," kata Agus yang berpura-pura sombong.
Nicolas Hadin tidak memberikan uang taruhan, itu menjadi hukum yang tidak masuk akal sebagai bunga dari hutang yang Agus punya. Suara keras dari Agus membuat Nicolas tersenyum dengan banyak arti seperti seorang yang begitu licik.
"Setelah semua ini maka kau akan sangat senang, bunga dari hutang yang kamu miliki sudah lunas," katanya.
"Bukannya sebelumnya kau bilang tidak ada bunga?"
"Kekeke, aku berubah pikiran."
"Harusnya ada perjanjian," kata Agus dengan nada suara yang kesal.
"Aku akan menyiapkan, tapi kau ingat kalau kau tidak mendapatkan uang taruhan, kalau tidak ada yang akan mendapatkan bahaya, kekasihmu."
Agus diam bukan karena ia tidak mampu, Agus sadar dengan sistem lama yang menggunakan uang untuk menyelesaikan segala, bisa saja orang itu akan membayar hukum untuk menjadi Agus sebagai seseorang yang bersalah karena hukum bisa berubah dengan kekuatan uang. Selama perjalanan pulang Agus banyak berpikir untuk rencana masa depan setelah dia menyelesaikan hutang, ia akan memberikan balas yang layak kepada Nicolas. Lina membuka pintu dengan wajah khawatir karena selama satu hari Agus tidak pulang, Lina sengaja mengambil liburan untuk mencari Agus yang diduga hilang karena mendapat masalah.