
di sebuah stadio musik mobil sport terparkir cantik dan nala pun masuk kedalam tempat itu, terdengar di studio paling ujung sana instrumen sedang di mainkan. mendengarnya saja nala tidak kuat ia benar-benar merasa kacau. tapi betapa terkejutnya dia saat mendengar seorang gadis bernyanyi mengikuti instrumentasi band nya
nala melangkah cepat dan membuka pintu studio dan semua terkejut hingga lagi termatikan. dan mata bala menatap tajam gadis yang memegang mic sambil bersmirk licik dan merasa menang. itu hanya bisa di lihat nathan
"menurutku suaranya bagus, mungkin debut nanti dia pantas menggantikan ku" bala kembali menutup pintu studio para personil nya pun siap sigap untuk mengejar bala namun sepertinya sebuah kursi sengaja di geserkan agar menutup pintu dari luar
nala melajukan mobil di sertai isakan, ia menolak ikut dengan orang tuanya demi teman-teman nya juga band nya tapi, apa yang ia terima. musuhnya sangat gencar menghancurkan nya dan mengambil semua yang ia miliki termasuk teman-temannya. sekarang band nya ikut menghianati mual bersama dengan musuhnya. sangat hebat. bala merasa di manfaat kan dan di bohongi
hingga tidak ada tujuan nala lebih memilih pulang, dan saat masuk kedalam rumah yah ja sepatu adalah saga yang masih menunggunya di ruang depan
dengan isak tangis yang semakin membanjiri pipinya nala memeluk saga erat
"papa maaf kan aku" isaknya "mereka menghianatiku, mereka membuangku huaaa!" tangis nala semakin kencang mengundang orang rumah menghampirinya "aku yang berjuang bersama mereka"nala tersenggal senggal tuk melanjutkan kata katanya "kenapa saat mereka sukses mereka justru membuangku dan menghantikan posisi ku dengan yang lain" tangis nala tiba-tiba berhenti tangan nya yang semula memeluk saga erat mengendur saga yang menyaksikan perubahan itu melihat ke anak nya yang ternyata tak sadarkan diri, dengan sigap saga mengangkat tubuh putrinya saat melihat itu zena khawatir dan menghampiri saga
"tidak papa dia hanya kelelahan dan syok" saga pun membawa nala ke kamarnya untuk do istirahat kan,saga duduk di salah satu sofa single untuk menunggu nala sebuah ketukan terdengar dan pintu terbuka
nathan yang baru membuka pintu melihat sekeliling kamar nala yang menurutnya luar biasa bertema musik dengan beberapa alat musik dan juga poto sang penyanyi legendaris terpajang apik di dinding juga sebuah bingkai poto besar berisikan poto nala dan ketiga personil band nya yang sedang manggung di suatu acara membuatnya tertegun. itu photo yang sangat keren dan luar biasa namun nathan menyadari ia telah menyakiti perasaan adik nya itu
nathan perlahan melangkah dan duduk di sofa samping saga, matanya kembali memandang potret bingkai besar yang berada tepat di dingding hadapannya
"bukan kah menurutmu potret itu sangat keren?" tanya saga
"ya" kini nathan semakin di selimuti rasa bersalah, ia tidak mengetahui perihal sang adik yang menyukai musik dan juga memiliki badn bernama the season yang ia tahu itu adalah band di sekolah nya yang sudah akan debut ia tahu saat pengumuman di sekolah tapi vokalisnya selalu di rahasiakan dan tidak di hadirkan
"dia tidak ingin membuat perjuangan teman-teman nya sia-sia, tapi ku dengar teman-teman nya menghianati nya" nathan langsung menoleh pada saga
"menghianati?"
setelah nala sadar ia tak banyak mengeluarkan suara dan lebih tenang, tidak ada nala yang cerewet, tidak ada lagi pertengkaran di antara nala dan vio dan menurut vio itu tidak menyenangkan
kini nala bahkan lebih memilih tidur di kamar tamu dari pada di kamarnya
dia hari berlalu dan nala masih tetap sama, tenang dan lebih menunjukan sikap dingin nya yang bahkan menandingi nathan. kebencian nya terhadap musik tumbuh begitu saja dalam dirinya
"kak nala ayo kita ke mall" ajak bio manja
"pergilah dengan nathan" jawab nala
"iya kita pergi bertiga" vio menarik nala
"untuk apa, ingin memamerkan keakuran kalian dan aku akan terasingkan di sana" vio tertawa membuat bala mendengus kesal
"kakak, kamu cemburu yah kak nathan lebih dekat dengan ku dari pada dengan mu" goda vio yang membuat nala menahan senyum nya melihat tingkah lucu vio yang menduga-duganya
"kau juga menyebalkan, sepertinya virus menyebalkan nathan menular pada mu" nala tersenyum mengacak rambut vii
vio diam dan berbinar, senyum di bibir nya merekah " kakak tersenyum, kak nathan! aku berhasil membuatnya tersenyum!. apa kau melihatnya" nathan keluar dari balik tembok di dekat nala
"ya aku melihat nya" nala menatap nathan dan vio bergantian
"kalian berkerja sama yah, astaga kalian sungguh menyebalkan. lemari biar ku hukum kalian"
"kabur....monster singa mengamuk" vio dan nathan berlari jadilah aksi kejar-kejaran hingga bala tanpa sadar tertawa dan bersenang-senang