
di sebuah kamar cukup mewah zena terbaring lemah, mungkin karena semalam ia menghabiskan tenaga. juga perutnya yang belum di isi sedikit pun makanan sejak kemarin pagi
saat membuka matanya, matanya melihat keseluruh ruangan mencari tahu di mana ia berada sekarang.
zena menyadari ia berada di dalam kamar yang cukup mewah dengan kasur besar yang kini menjadi tempatnya sekarang tidur, ia ingin bangun tapi entah mengapa tubuh ny terasa lemas dan perutnya terasa panas dan sakit
hingga ia mencoba bangun dan kembali mencari sesuatu, yang zena cari adalah air untuk dia minum tapi sial nya tidak ada air sedikit pun. tubuh zena mulai berkeringat banyak saat ia melangkah turun dari tempat tidur dan melangkah perlahan ke arah pintu
ia justru terjatuh dan dua orang penjaga pintu yang menjaga kamarnya membuka pintu
mata mereka menatap zena dan hanya sekedar menatap tanpa membantu
buk!!
sepatu kulit hitam milik salah penjaga itu sangat tepat menginjak permukaan wajah zena yang terbaring lemah dengan posisi miring
zena mengerang kesakitan sepatu itu menekan rahang zena yang sudah pasti akan menjadi luka dan memar
sebuah senyum sinis di keluarkan pria itu
"keputusan anda membawa nona muda kabur adalah hal terbodoh, anda seharusnya memikirkan nyawa anda sendiri" ucap salah satu dari mereka dan menendang punggung zena
'tuhan tolong aku' ucap sena dalam hati ia hanya bisa menangis dengan tubuhnya yang terasa dingin dan lemas hingga ia kembali tak sadarkan diri
° ° ° ° ° ° ° °
bala mengunjungi restoran aldini milik mamanya dan menghampiri kantor kerja milik mr.manuel
"mr, apa kamu melihat mamaku?" tanya maka dengan cepat saat membuka pintu ruangan mr.manuel tanpa mengerti pintu dan membuat mr. manuel terkejut. karena nala sangat khawatir pada mama nya yang dia hari tidak pulang
"apa mr.manuel tau kemana mama setelah dari restoran?" tanya nala kembali masih di ambang pintu
mr. manuel nampak berfikir mungkin karena sudah tua ia sulit mengingat sesuatu yang
menurutnya kurang penting " nyonya pergi dengan mrs. helen" helen adalah assisten atau sekertaris pribadi zena yang sengaja ia rekrut untuk siap siaga kapan pun untuknya
nala mengangguk " terimakasih mr. manuel!" ucap nala pada manuel dan di balas senyuman ia selalu teringat cucu nya yang sudah sebesar nala
nala menelpon mrs. helen namun tak kunjung ada jawaban hingga ia teringat apartemen mama nya yang berada tak jauh restoran
nala langsung tancap gas menuju apartemennya dan tak sengaja saat ia membuka pintu mobil terburu-buru justru bertambrakan dengan mobil sebelahnya yang nampak juga ingin keluar dan tak sengaja secara bersamaan pintu itu terbentur
nampak pria di samping gadis kecil itu menutup pintu kembali mengalah agar nala keluar terlebih dahulu, saat ia keluar betapa terkejutnya dia mobil sport kesayangan sang kakak pemberian sang mama dua minggu lalu penyok dan tergores karena mobil nya lebih pendek dari mobil di sampingnya
setelah itu seorang gadis kecil keluar di susul oleh seorang pria yang terlihat masih cukup muda
"kakak maaf kak, vio enggak sengaja" ucap gadis kecil yang tak lain viona dan pria itu yang tak lain adalah saga
nala nampak tak asing melihat pria tinggi dengan tubuh tegap di depannya "paman zen?" ucap nala menebak, dan saga tersenyum sambil mengangguk "apa kabar paman" ucap nala dengan senang ia memang sejak kecil merasa sangat bahagia dan merasakan sesuatu saat berada di dekat saga yang membuatnya selalu ingin tersenyum dan merasa bahagia
"kakak apa kakak kenal papa ku ini?" tanya viona sambil menunjuk saga
"papa?, oh...selamat paman di mana nyonya angelika?" tanya nala karena ia masih ingat saat ia berkunjung ke acara pernikahan feb bersama marco dan zena juga bersama sang sodara
selamat berbuka jangan lupa like komen dan vote