
hari pun membalas malam sagara masih mengingat kejadian tadi siang betapa kuatnya zika harus menjadi single mom di usia mudanya dan membuat zika tidak merasakan masa remaja di mana ia bebas bermain dengan teman-temannya
"yoshi kau tahu, aku teringat gadis waktu dulu yang terlau menjadi pelampiasan hasrat ku, aku merasa nona zenika sangat hebat mengkin wanita itu telah menggugurkan kandungan nya atau menikah untuk menutupi kehamilan nya demi menjaga nama baik keluarganya" ungkap sagara sambil menatap kedepan kosong
"tapi bukan kah tuan sudah memberikan black card (kartu kredit tidak terbatas) dan kartu nama tuan" jawab kiyoshi
"tapi dia tidak memakainya sama sekali dan juga tidak menghubungiku"
"saat acara berlangsung banyak perempuan bergaun biru tuan bagai mana mungkin kita bisa menentukannya lewat cctv apa lagi wajahnya juga tidak jelas, dan tuan dalam setengah sadar melakukannya" ungkap kiyoshi
"aku selalu merasa bersalah jika mengingat nya, dan bagai mana dengan model kita si bocah licik dan si bocah bijak" yang di maksud sagara adalah nathan dan nala
"astaga tuan aku lupa, besok aku akan mencari rumahnya nona kecil mengatakan rumah nya di blok M dekat taman bermain jadi kita tinggal mencari tahu di mana rumah nya" sagara mengangguk mengerti "sepertinya kita bisa menanyakan nya pada nona lin dia juga tinggal di blok M mungkin ia kenal dengan nona kecil itu"
"cari tahu tentang nona zenika apakah dia ada hubungan nya dengan kejadian enam tahun lalu,atau mungkin wanita saat itu adalah teman zenika karena keluarga lin yang menjadi tuan rumah saat itu" kiyoshi pun masih dengan posisi siap menuruti semua perintah tuan zen
* * * *
pukul 1 siang sebuah mobil mercedes berhenti di depan kediaman rumah zika kiyoshi turun dari mobil dan menekan bel rumah
"sebentar!"teriak pemilik rumah dengan cepat membuka pintu
ceklek
"ah...tuan kiyoshi ada apa yah?" tanya zika heran
"nona zenika apa kau tau rumah anak kembar perumpuan dan lelaki?" suka mengerutkan keningnya
"untuk apa kau mencari mereka" zenika di buat kehenaranan pasalnya cuman dia yang memiliki anak kembar lelaki dan perempuan di daerah rumah nya
"oh itu mereka itu calon model di perusahaan dan aku tidak tau rumah mereka di mana"ungkap kiyoshi
'jadi paman kiyoshi maksud nathan itu kiyoshi lin' zenika mengangguk kecil
"masuk lah tuan" ucap zenika membukakan pintu dengan lebar
zenika menarik masuk kiyoshi dan menutup pintunya lalu berjalan ke arah ruang makan kiyoshi mengikuti zenika dengan perasaan heran
"apa maksudmu mereka?"tanya zenika yang di depannya saat ini ada nala dan nathan yang sedang makan siang, kiyoshi terkejut di buatnya
"paman kiyoshi?" na yang menyadari keberadaan kiyoshi langsung turun dari kursi makan dengan wajah ceria nya yang manis
"mama selai kacang nya habis" ucap nathan yang nampak tidak kaget sama sekali dan masih melanjutkan makannya
"makan nasi nak, kau ini roti hanya untuk sarapan" zika mengambil roti yang baru ingin di gigit oleh nathan membuat nathan mendengus kesal, zika menggeleng heran di buatnya
"mereka anak mu?" tanya kiyoshi yang kini menggendong nala dan nala sedari tadi memainkan rambut kiyoshi yang di tata rapih ke belakang
"yah mereka ana ku, nalaka lin dan nathanaka lin"
'dia punya anak sebesar ini berapa umurnya saat hamil, astaga aku sangat kasihan membayangkannya 15 tahun kah 16 tahun' batin kiyoshi
kiyoshi menurunkan bala dari gendongannya "saya ingin mengajak nona nala dan tuan nathan ke agensi untuk penandatanganan kontrak bolehkah?"
" tentu saja, tapi aku tidak bisa ikut aku harus ke restoran olifia hari ini, apa kau bisa menjaga mereka untuk ku"
"nona aku di perintahkan tuan muda zen menjadi manajer mereka tentu saja keselamatan mereka adalah tanggung jawab ku" zika mengangguk mengerti
"nathan, nala kalian bersiap lah untuk pergi dengan paman kiyoshi" nathan dan nala dengan senang turun dari kursi makan "kalian mau kemana? habiskan dulu makanan kalian" dengan wajah cemberut mereka berdua kembali duduk "tuan kiyoshi anda juga makan yah, aku memasak banyak untuk mu" kiyoshi mengangguk menerima ajakan makan siang zika pasalnya dia juga belum makan dan tentu saja dia harus menghilangkan gengsinya
**LIKE, KOMEN DAN JUGA VOTE
sekali lagi maaf untuk pembaca yang kurang nyaman saat membaca part-part awal aku bener-bener ga tau kalo banyak typo tapi aku berusaha buat perbaiki kok dan sekarang aku jadi memperhatikan ketikan ku
LIKE dari kalian sangat berharga buat aku membuat aku makin semangat buat cerita thanks udah baca hehehe
see you**