
zena sedari tadi tak bisa tidur karena mengingat kata-kata kiyoshi yang mengatakan saga akan menikah dan angelika sedang hamil benar-benar membuatnya tak bisa tidur
drrt...derrt
ponsel zena bergetar tanda sebuah telepon masuk ke ponselnya
nenek merry call
zena: nenek, apa kabar astaga zika sangat merindukan nenek
marco: ini bukan nenek
sena terkejut ia sangat hafal suara ini
zena: marco kau lah itu astaga aku sangat merindukan mu
marco: sungguh?
zena: yah, tentu saja. dan kenapa kau menelpon ku memakai nomor nenek
marco: kami bertukar nomor untuk keamanan nenek dan sekarang aku sedang ada di bandara kami baru saja sampai
zena: kalian pulang?
marco: yah, cucu nenek akan menikah besok kau mau datang bersamaku?
' kenapa bisa bersamaan seperti ini, atau jangan-jangan'
zena:a..apa cucu nenek yang kau maksud bernama saga?
marco: bagai mana kau bisa tahu
deg
'ternyata benar yah'
zena: kebetulan tahu, aku akan pergi dengan teman ku kira bertemu di acara saja yah
marco: baik lah sampai nanti
zena: sampai nanti
° ° ° ° ° ° °
pagi hari, zena nampak lesu dan tak bersemangat ia sungguh di buat tak berdaya. dulu, sejak dulu ia selalu bersumpah akan memberi pelajaran Dan balas dendam kepada lelaki yang merusak dan membuat masa depannya di ambang kehancuran. tapi justru ia malah memaaf kan dan tak bisa berbuat apa pun
setelah membersihkan diri Zena keluar dari kamarnya dan siap untuk membuat sarapan di pagi hari.
setelah Membuat sarapan ia menghampiri kamar Nathan dan Nala, Nathan yang melihat namanya yang tidak bersemangat pun ikut lesu sedangkan Nala la nampak tidak menyadarinya
sarapan berlanjut tenang dan obrolan-obrolan kecil yang mereka lontarkan. Zena yang nampak menyembunyikan kesedihannya namun tak bisa ia sembunyikan kepada Nathan yang tahu jika Mamanya itu sedang bersedih
Zena tersenyum kearah Nathan dan Nala,"Ya kita harus menghadirinya, Bagaimanapun Paman Zen sudah berbaik hati kepada kita. Apa kalian tahu di sana kita akan bertemu dengan nenek marry dan Paman Marco" ucap Zena mengubah raut wajahnya menjadi bahagia
wajah Nathan dan Nala nampak berbinar senang Ia sangat merindukan nenek Merry dan Marco , yang memang Marcos sejak Zena melahirkan dia selalu ada disisi Zena membantu Zena mengurus kedua anaknya . bahkan tidak jarang nenek marry menjodohkan Marco dengan Zena .
tapi zena dan Marco nampak tidak mempedulikan tentang itu, mereka hanya mencoba untuk saling dekat sebagai teman dan tanpa mereka sadari perilaku mereka nampak seperti lebih dari sekedar teman
tring!
dering notifikasi
marco
aku membeli gaun untuk mu, juga nala dan nathan di prancis saat mau pulang ke sini,kirim kan alamat mu sekarang.
zena
kau bercanda, astaga kamu tidak perlu repot,repot seperti itu...
marco
jika soal mu menurutku itu bukan sesuatu yang merepotkan, lagi pula nenek yang membelinya untuk kita
zena
baik lah salamkan terimakasih ku untuk nenek, aku sekarang tinggal di, Paseo de Gracia Bas Apartments nomor 1251
marco
kenapa kau pindah sangat jauh, bagai mana aku bisa sering bertemu dengan mu nanti
zena
sering-sering mampirlah
marco
bagai mana jika aku tinggal bersama mu saja?
deg
deg
deg
wajah zena merah padam bak tomat, nala dan nathan melihat mamanya tertawa kecil, di hati nathan terdapat kelegaan melihat mamanya tidak bersedih justru senyum nya merekah
**Maaf para pembaca autor baru update soalnya ngantuk banget autor semakin tidur jam satu sekaligus langsung saur. selamat berpuasa buat kalian yang melaksanakannya
jangan lupa like komen dan vote**