
"I..itu, hmm... nathan apa yang membuat mu menanyakan gak ini sayang?" zena gak mampu menjawab pertanyaan nathan belum saat nya ia tahu tentang keluarganya, yang bahkan ingin membunuhnya saat masih di kandungan
"kenapa?, kenapa?. kenapa mama selalu sendiri. di mana keluarga mama!" ucap nathan dengan nada tinggi tangan nya mengepal kuat ia
"na..nathan_
"mereka semua jahat!! mereka jahat mah.mereka jahat!, papa juga jahat! nathan gak mau lihat muka mereka.nathan ga minta buat kita ketemu tapi nathan minta mamah jangan pernah ketemu lagi sama mereka!" ucap nathan melihat langsung mata zena air mata nampak sudah membanjiri mata nya dan juga mengalir di kedua pipinya, zena yang mendengar dan melihat anak nya itu terharu dan ikut menitihkan air mata, ia ingin sekali memeluk anak nya yang sangat pintar itu dengan kedua tangan sayang nya bahunya tidak bisa di gerakan rasanya sangat nyeri dan linu
"nathan janji akan selalu buat mama bahagia dan tak membiarkan kejahatan dekat dengan nama" nathan menggenggam erat tangan zena, air mata membanjiri mata dan pipi zena hingga sesegukan, suara tak bisa keluar dari mulut zena ia sangat tak percaya anak nya bisa berfikir seperti ini
nathan menghampiri zena dan menghapus air mata sena dengan kedua tangan kecilnya
"mama sangat menyayangi mu nak" zena menyatukan kedua dahi mereka air mata kembali menetes dari matanya
"nathan juga menyayangi mama"jawab nathan yang tangis nya pecah hingga memenuhi seluruh ruang inap zena, bahkan jika ada yang melintas di depan ruangan bella mungkin akan terdengar
"nathan nak sudah jangan menangis" zena justru ikut terisak
nathan berhenti menangis dan dengan kasar membersihkan air mata dengan baju kaos yang di pakainya
"nathan berjanji tak akan menangis lagi!, karena tugas nathan bukan bersedih tapi menghapus kesedihan mama" ucap nathan tegas aura berwibawa entah mengapa terpancar dari nathan
° ° ° ° °
3 hari kemudian
sena sudah pulang dari rumah sakit bahunya mulai membaik tapi tak bisa membawa atau mengangkat sesuatu yang berat membuat nya kesulitan bekerja, sedang kan saga sejak zena menolaknya ia sangat jarang berkomunikasi dengan zena, zena menyadari saga menghindarinya ada perasaan sedih juga merasa bersalah di lubuk hatinya
zena bangun pukul empat pagi ia tidak melihat saga di sampingnya, sejak ia pulang dari rumah sakit saga menyibukkan dirinya dengan pekerjaan,ia lebih memilih tidur di bed sofa yang berada di ruang kerjanya
zena perlahan berjalan ke ruang kerja saga dan membuka pintu dengan hati-hati, benar saja saga sedang tertidur di sofa bednya dengan masih memakai setelah jas lengkap
zena kembali menutup pintu dengan perlahan dan menghela nafas panjang
"aku harus gimana" gumam zena, zena mencoba menenangkan dirinya dan turun menuju dapur. nampak pembantu rumah tengah sibuk menyiapkan makanan sedangkan zena seperti biasa membuat susu hangat dan kopi lalu membawa nya ke meja makan, pikirannya tak henti-henti bergulat tentang saga
"kenapa jadi seperti ini!"teriak zena dalam hati, kini ia benar-benar di beri pilihan yang sulit
zena kembali kekamar untuk membersihkan diri setelan itu ia memakai pakaian casual baju lengan panjang dengan lengan nya yang lebar, dan bagian depannya yang juga mengembang, baju itu pas pinggang jadi akan menampilkanlangsung perut zena jika baju itu keterpa angin atau sedikit terangkat, di pasangkan dengan rok tutu berwarna putih dengan warna kontras putih ke hitam yang panjangnya satu jengkal dari lutut ke bawah
zena melihat penampilannya di kaca, ia benar-benar kembali asing dengan fasionnya saat ia masih di rumah orang tuanya ia selalu berpenampilan anggun atau dengan pakai terbuka tapi sejak ia pindah ke sini ia mencoba merubah dirinya. tapi hari ini ia mencoba pakaiannya yah dulu karena pakaiannya yang dulu itu sangat ber merk juga mahal sayang sekali juga tak di pakai, ia membelah poninya dan menjepitnya di kedua sisi, dan menguncir ujung rambutnya
setelah itu kembali kemeja makan ia berjalan ke arah kamar nathan dan nala lalu membuka pintu dan melihat nathan sedang membereskan bukunya,seragam sudah melekat sempurna di tubuhnya dan di dalam kamar mandi terdengar suara gemercik air
nathan menyadari keberadaan zena lalu melihat ke arah zena
"mama tampil beda hari ini" ucap nathan berjalan kearahku
"apa kau tidak suka?" tanya zena sambil mencium pipi anak nya itu
"aku tidak suka, karena aku tidak mau semua mata lelaki melihat mama ku yang sangat cantik ini" ucap nathan dengan nada kesal dan juga canda
"kamu mengakui aku ini cantik kan" ucap zena bangga
"tentu saja jika mama tidak cantik mana mungkin nala akan secantik itu" ucap nathan
"sudah ayo sarapan, nala jika sudah bersiap menyusul ke meja makan yah!!" teriak zena dan dapat jawaban iya dari nala
nathan duduk di meja makan
"tolong panggilkan saga untuk sarapan yah"ucap zena pada pembantu yang terlihat masih muda mungkin beberapa tahun lebih tua dari zena
"maaf nona tapi tuan muda sudah pergi beberapa menit yang lalu"jawab pembantu itu dengan nada sinis dan tak enak di dengar, mendengar itu.zena sangat kesal bukan karena saga pergi tapi pembantu nya itu sangat tidak sopan
'apa-apaan dia itu' gerutu sena dalam hati dengan kesal
**halo para pembaca tercinta
jangan lupa like komen dan vote juga follow yah
nb: lolipop and ant
aku buat cerita ini bagi waktu juga sama novel aku yang berjudul filippo and ant yang memiliki jumlah kata lebih banyak dari novel ini jadi maaf yah kalo update nya suka lama**