
di sekolah, nathan mengikuti kegiatan organisasi pencinta alam sedang kan nala ia mengikuti club seni bela diri taekwondo tapi hobby nala adalah menyanyi tapi ia tak menemukan club musik tapi justru di sekolahnya ada sebuah band yang di bentuk atas keinginan murid-murid itu sendiri
° ° ° ° °
zena nampak memilih pakaian bermerk di salah satu mall terbesar dan terlengkap di kotanya
matanya tertuju pada sebuah selendang berwarna pastel yang soft ia teringat nala yang menyukai warna itu, ia pun mengambil nya dan membayarnya bersama beberapa pakaian yang ia beli di kasir.
setelah membayar zena melanjutkan berkeliling mall dan berhenti di restoran khas jepang dan duduk di salah satu meja yang terdapat sofa yang di ujung restoran membuat orang orang yang berlalu lalang di mall tidak melihat nya karena jauh dari jangkauan luar pintu
ia cukup terkejut karena mendapati handphone terjatuh di lantai dekat kakinya, zena menengok ke kanan dan ke kiri lalu mengambil ponsel itu
handphone ini sama seperti handphone milik nya yang di belikan nathan sebagai hadiah ulang tahun zena yang ke 26 dua bulan yang lalu
zena berjalan kearah kasir " mbak saya menemukan ponsel di lantai di bawah meja saya" ucap zena memberi tahu sang kasir
"ya nyonya, sebaik nya nyonya bawa saja tidak akan jika di titip kan di sini tidak ada yang mengawasi ponsel itu. nyonya bisa memberikan nomor ponsel anda dan jika ada yang datang mencarinya akan saya beritahu untuk menghubungi no anda
seorang pria berlari terburu- buru memasuki restoran dan mencari barang nya yang hilang di tempat ia duduk sebelumnya. tapi ia tak menemukan barang yang ia cari dan ia berjalan ke arah kasir tempat zena sekarang berdiri
"nona, nona permisi apa anda melihat handphone saya di meja nomor 8?"tanya pria di belakang zena kepada kasir dengan tergesah-gesah zena kembalikan badan nya dan ia mendongak ke atas untuk melihat siapa pria di belakang nya
"ah itu..." kasir itu melihat kearah zena pria itu langsung mengikuti arah pandang mbak kasir dan mata pria itu bertemu dengan mata zena
"leo"
"zika" ucap mereka bersamaan
"kemana saja kau kenapa kau pergi dari rumah?, apa kau tahu mama ku jatuh sakit karena mengkhawatirkan mu" nampak wajah leo yang putih memerah karena marah juga bahagia, leo adalah anak dari bibi rossa yang berkuliah di inggris entah kenapa bisa bertemu di sini
"lalu bagaimana dengan ku?, aku tak bis terus berada di rumah neraka itu" jawab zena mencoba sabar denagn pria di hadapannya ini ia tahu leo pasti sangat mengkhawatir kannya apa lagi leo dan zena sama-sama anak tunggal dan sudah bersama sejak kecil mereka sudah seperti saudara
"apa maksudmu?" tanya leo tak mengerti
"banyak hal yang terjadi saat kamu pergi ke ke inggris" jawab zena dengan wajah muram nya mengingat kejadian 12 tahun yang lalu
"aku tidak peduli itu, ku mohon kembalilah ke wiltown" leo memohon
"biar apa? biar bibi ross memarahi ku akan aku yang mencemarkan nama baik keluarga, aku hidup dengan perjuangan ku sendiri, aku sudah tidak berniat sama sekali ke rumah itu" ucap zena tak suka dengan ucapan leo, walau pun leo memohon itu tidak akan melelehkan hatinya yang sudah membulatkan tekad untuk menetap di negara ini
"apa kau akan membiarkan perusahaan paman gustaf berakhir sampai disini?" pertanyaan itu membuat zena tersentak ia sudah memikirkan nya sejak dulu itu adalah perusahaan yang ayah nya bangun dengan jerih payahnya bertahun-tahun lamanya
"aku tidak akan membiarkan perusahaan papa menjadi terbengkalai, jadi ku mohon pada mu untuk menggantikan ku" jawab zena lirih ia menyodorkan ponsel milik leo yang ia temukan, leo tidak menyangka zena yang menemukan ponselnya kata terimakasih keluar dari mulut leo
"cukup untuk pembahasan ini, aku tidak bisa menyalahkan mu karena aku tidak tahu apa pun. berikan nomor ponsel mu" leo memberikan ponselnya pada zena untuk mengetikan nomor nya. zena mengangguk dan mulai mengetikan nomor ponselnya dan memberikannya kepada leo lalu berlari pergi meninggalkan leo.leo terkejut melihat zena berlari pergi begitu saja
leo tambah di buat terkejut saat zena hanya mengetikan angka nol sebanyak 13 angka
'maaf kan aku leo, aku tidak ingin berhubungan dengan keluarga ku di masa lalu lagi' batin zena, saat ia mulai memelankan langkahnya karena sudah tak melihat leo dari jangkauan matanya
****jangan lupa like komen dan vote
nb: lolipop and ant**