
di sisi lain, di negara yang jauh dari italia seorang gadis kecil ber rambut hitam pekat, panjang dan bergelombang tengah mengepang rambutnya sendiri dengan rapih dan cantik lalu memberi hiasan pita pada kepangan nya
ia berlari keluar dari kamarnya di pagi hari menuju meja makan ia berpapasan dnegan sang ayah
"papa, papa lihat rambut ku sangat cantik" ucap gadis kecil yang lucu itu sambil memperlihatkan rambutnya
"wah cantik sekali apa kau melakukan nya sendiri?" tanya nya pada gadis kecil itu sambil mengelus kepalanya
"iyah, aku melakukan nya sendiri" ucap gadis kecil itu sambil tersenyum cerah
"saga!" panggil nenek merry dari lantai bawah, saga menggendong anak nya dan mereka turun bersama
"pagi vio" sapa nenek merry pada gadis berantai hitam di gendongan saga
"pagi nenek buyut" sapa balik viona pada nenek buyut nya, saga menurun kan viona dan viona berjalan untuk duduk di kursinya yang berada di samping kakek buyut nya itu yang nampak sedang membaca koran dengan kacamata yang bertengger di hidungnya
"jangan membaca terus ayo sarapan" kakek ken pun menaruh korannya dan mulai sarapan bersama istri, cucu, juga cicitnya
"saga ini sudah saatnya" titah kakek ken yang nampak acuh sambil memakan sarapannya
saga nampak memperlambat kunyahan makanan di mulutnya ia nampak sedang berfikir
"aku belum siap" jawab saga setelah menelan makanan nya
"sayang ini sudah lima tahun sejak kelahiran viona, mau sampai kapan kamu belum siap?" tanya nenek merry sambil mengelus punggung saga
viona nampak acuh tak mengerti dengan pembicaraan antara orang dewasa itu
"aku tidak mau meninggalkan kalian"
"siapa bilang kau akan meninggalkan kami di sini, kami juga ikut. Iya kan mah?" ucap kakek ken ke nenek merry sambil tersenyum di dibalas angguk an dan senyum hangat dari nenek merry
"tapi aku takut dia masih marah padaku, dan marco dia_
"urusan marco, itu urusan ku" potong kakek ken saga mengehela nafas
"lalu bagai mana jika dia membenciku?"
"dari mana kau tahu kita bahkan belum bertemu dengan nya" terang kakek ken
"kakek apa kita akan pergi ke suatu tempat?" tanya viona pada kakek ken
"iya nak kita akan bertemu mama mu di sana" ucap kakek ken membuat saga membelalakan matanya mulutnya tak bisa berkata-kata
"mama?, sungguh?, vio mau ketemu mama. huaaa!!!" tangis vio menggema di seluruh rumah dia tidak pernah melihat mamanya dan sekarang ia sangat senang jika dapat kesempatan untuk bertemu dengan mamanya
"kakek bagai mana bisa_
"zena akan mengerti saga aku yakin itu, zena wanita baik dan pasti akan menerima kalian berdua dengan tangan terbuka" ucap nenek merry memotong ucapan saga
"vio jangan menangis nak kita akan bertemu mama mu tak lama lagi" bujuk kakek ken, bio berhenti menangis dan mengangguk sambil tersenyum kecil
"kakek, apa mama vio baik?" kakek ken melihat kearah nenek merry ia belum bertemu zena jadi ia tak bisa mendeskripsikan nya
"mama mu sangat baik, bahkan sangat cantik kamu akan melihat dan merasakan nya jika kalian bertemu" ucap nenek merry saga nampak tak bersuara pikiran nya Sedang di penuhi memori masa lalu di mana ia menyakiti zena, dan kini nenek dan kakek nya memberi harapan kepada anak nya yang membuatnya sulit. saga tak ingin memberi harapan palsu kepada anak nya dan membuat anak nya terus bersedih
jangan lupa like komen dan vote, **ini up ke empat autor hari ini selamat membaca
29- april- 2020 (4**)