A Cracked Heart Is Healed

A Cracked Heart Is Healed
lebih menyeramkan kan dari mama



kejadian lima tahun lalu membuat zena kehilangan ingatan sebenarnya, dikarenakan marco yang menyuruh dokter psikiater untuk memanipulasi ingatan zena dan menghilangkan kesedihan dan kekecewaan dalam diri zena


'bodoh, ini salah mu karena menyuruhnya menjauh dan mencari kebahagiaan dengan perempuan lain' marah zena pada dirinya sendiri di dalam hati


memang di ingatan zena, ialah yang menyuruh saga tuk pergi dari kehidupannya tapi hal itu justru membuatnya sedih dan menyalahkan dirinya sendiri


"dia pasti masih kecewa padaku" gumam zena saat ini dia tengah duduk di kasur kamarnya sambil memeluk lututnya "anak kecil tadi sangat mirip dengan mu, aku yakin itu anakmu" gumam zena kembali


zena pindah ke negara italia karena usulan marco yang menyuruhnya membuat kebahagiaan baru di negara lain dan melupakan kesedihannya, dua minggu setelah ia pindah marco mengatakan saga menikah dengan model internasional bernama angelika celleste gadis campuran amerika


"sampai kapanpun aku tak bisa lepas dari nya ia juga memiliki hak terhadap nathan dan nala" ucap zena ia menyembunyikan wajahnya di lututnya


"ma! aku pulang!!" teriak bala centeng zena dengan mata memakan beranjak menghampiri anak nya tangan nya di lipat di bawah dada


"kenapa pulang nya sore sekali?" tanya zena dengan tegas


"ah...i.itu tugas tambahan mah" jawab maka sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal dan tertawa hambar


"sejak kapan kamu mulai berbohong!" tangkas zena, maka menggigit bibir bawahnya "mama ga mau kamu salah bergaul, kamu bahkan membawa teman lelaki kerumah, dan sekarang kamu pulang telat. apa sebenarnya yang kamu lakukan di luar sana?" marah zena


"mama kenapa selalu marah sama nala kalo nala punya temen cowok mah?, mereka yang dateng sendiri kesini dan nala juga enggak tahu kalo mereka mau dateng saat itu" ucap maka memelas


"mama gak mau kamu punya temen cowok dan apa lagi mama gak mau kalo sampe kamu pacaran. inget nala kamu harus lebih baik dari mama dan harus lebih sukses dari mama, mama gak mau masa depan kamu hancur hanya karena lelaki!" zena berbalik hendak ke kamarnya lagi


"nala tau mah!, nala bisa jaga diri nala sendiri hanya saja nala tidak suka pilih-pilih teman. nala juga pengen sukses dan lebih baik dari mama. tapi nala ga suka di kekamg mah" nala berlari melewati zena dan masuk ke kamarnya menutup kamar dengan keras


zena menghela nafas melihat ke arah pintu kamar anak gadis nya itu


'kamu masih muda nak, mama gak mau kamu bernasib seperti mama" zena memasuki kamar nya kembali ia teringat saat-saat diri nya di benci oleh banyak orang. juga keluarganya yang mencoba menyakitinya


° ° ° ° °


saga melajukan mobilnya memsuki pekarangan rumah dan setelah mereka berhenti bukan segera turun dan berlari kedalam rumah


"nenek!! kakek!" viona berlari kearah nenek merry dan kakek ken


"ada apa vio kamu semangat sekali?" tanya kakek ken sambil menggendong viona


"vio tadi bertemu mama kek, tapi vip gak tau kalo itu mama. terus mama ninggalin vio sama papa. kek, mama vio cantik banget terus pas mama vio tersenyum jadi tambah cantik" ucap vip bercerita pada kakek ken dan nenek merry, kakek ken yang mendengar itu langsung melihat kearah saga yang baru masuk kerumah


"vio ayo main sama nenek" nenek merry pun menggendong vio dan membawanya menjauh karena pasti akan ada yang di bicarakan oleh kedua pria itu


"kamu bertemu dengan zena?" tanya kakek ken


"tidak sengaja bertemu" jawab saga singkat


"lalu apa yang terjadi?" tanya kakek ken yang mendudukan diri di sofa single di ruang utama


"dia menghindariku" jawab saga singkat dan melangkah tuk menghindari omelan kakeknya itu


"mau kemana kau, dan kenapa kau tidak menahannya pergi!" kesal kakek ken melihat cucu yang mengabaikan nya


saga nampak masuk ke ruang kerjanya melakukan tugas kantor jarak jauh seperti pengecekan berkas atau persetujuan dan pemantauan perusahaan juga para karyawannya


setelah selesai mengerjakan perkerjaan nya ia keluar rumah, berjalan-jalan tak jauh dari rumahnya ada taman yang terdapat danau buatan


hari mulai petang dan taman semakin ramai dengan para pedagang seperti festival, terlihat kerumunan ramai di tempat pusat terdapat panggung ia pun tertarik, rupa nya ada semacam konser band sekitar walau pun tidak terkenal saga sangat mengagumi suara sang penyanyi yang sedang berduet itu, saga pun merapat ke panggung


Tell me somethin', girl


Are you happy in this modern world?


Or do you need more?


Is there somethin' else you're searchin' for?


I'm falling


In all the good times I find myself


Longin' for change


And in the bad times I fear myself


Tell me something, boy


Aren't you tired tryin' to fill that void?


Or do you need more?


Ain't it hard keeping it so hardcore?


I'm falling


In all the good times I find myself


Longing for a change


And in the bad times I fear myself


I'm off the deep end, watch as I dive in


I'll never meet the ground


Crash through the surface, where they can't hurt us


We're far from the shallow now


We're far from the shallow now


Oh, oh, oh, oh, oh, oh


Whoah


I'm off the deep end, watch as I dive in


I'll never meet the ground


Crash through the surface, where they can't hurt us


We're far from the shallow now


We're far from the shallow now


suara gemuruh tepuk tangan nampak terdengar sangat ramai saat kedua penyanyi itu selesai menyanyikan lagu yang membuat ssemua yang mendengarnya terkagum-kagum bahkan saga ikut kagum


mata nya menyulut melihat sang penyanyi yang merupakan gadis muda berambut coklat ber poni ia seperti tidak asing dengan gadis itu, nampak gadis itu turun kebelakang panggung sendiri dan band kembali berlanjut dengan sang vokalis pria yang memegang gitarnya


mata saga terbelalak terkejut saat mulai sadar siapa gadis muda itu


"nala" human saga ia dengan cepat keluar dari kerumunan dan menuju kebelakang panggung, nampak gadis yang ia duga adalah nala berlari cepat saga pun ikut berlari namun tak sampai nala menyadari nya cukup jauh berlari gadis muda itu berhenti di gerbang besar rumah cukup mewah dan menghela nafas, mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal karena berlari cukup jauh


setelah mengatur nafasnya gadis muda itu membuka gerbang dan masuk saga memperhatikan hingga gadis muda itu masuk ke dalam rumah


di pinggir tembok gerbang, terpampang ukuran 'sbastine' yaitu palang mama keluarga


' aku yang salah orang atau dia yang memang sudah menikah' batin saga, intinya ia sudah mengetahui satu rumah yang ia duga kediaman zena dan kedua anaknya


° ° ° ° °


nala memasuki rumah dengan perlahan ini pukul sembilan malam dan untuk pertama kalinya nala pulang selarut ini saat tadi sore adalah ia pulang ia pergi lagi dengan alasan akan jalan-jalan di taman


nampak lampu masih menyala dan terdengar suara berdeham, nala tersentak kaget hingga kakinya hampir melemas takut. terlihat nathan tengah duduk di ruang tengah dengan teh di tangan nya juga laptop di pangkuanku


wajah nala melihat pias dengan keringat dingin yang mulai bermunculan, dari pada mamanya ia lebih takut jika kakak nya itu marah padanya. karena marah kakak nya sangat menyeramkan bahkan barang mungkin akan berterbangan. faktanya kakak nya adalah tipe pemarah walau pun aslinya lembut dan baik ia tetap saja pria berhati dingin dengan ego juga prinsipnya yang tinggi


pyar!!!


"aaa....!!!" nala menjerit terkejut saat nathan melempar kelas ke lantai di dekatnya hingga membuat pecahan beling bertebaran kearah kakinya untung saja tidak sampai kakinya, nathan beranjak berdiri wajahnya yang sangat terlihat kesal memandang tajam nala penuh intimidasi


"ingat rumah lo!!" ucap nathan dingin, saat nathan sudah menggunakan kata lo-gue pada nala tandanya ia benar-benar dalam keadaan marah tingkat maksimal


"lo sadar gak?!! gimana khawatirnya orang tua saat anak perempuannya ga pulang saat sudah larut!!!" bentakan nathan menggema hingga satu rumah bala bahkan tak sanggup melihat wajah nathan, zena mulai terisak karena memang ia salah juga ia takut pada nathan


"kenapa ga pulang sekalian"


prak!!


nathan menendang guci keramik cukup besar di dekat nya membuat guci itu terjatuh dan hancur berkeping-keping


"ma.maafkan, aku...hik hik huaaa!..." nala menangis kencang hingga sesegukan ia benar-benar menyesal telah membohongi mama nya dan juga membuat nathan kesal


"jangan menangis, mama tidak ada di rumah tapi sebentar lagi pulang ke kamar dan tidur" tidak nathan dengan suara yang kembali biasa


"maaf kan aku nathan!, huaaa..!" nala masih menangis air matanya tak kunjung berhenti, nathan juga jadi merasa bersalah.mungkin ia terlalu keras pada adik nya itu


nathan berjalan menghindari pecahan beling menghampiri nala dan mengelus kepala nala memberi ketenangan


"maafkan aku hik...hik" ucap maka yang tangis nya mulai mereda


"aku tak akan bilang pada mama, mama juga ga ada di rumah tapi jangan ulangi lagi" titah nathan dan di angguki oleh nala "bersihkan diri ke kamar jika mau makan masakan juga untuk ku" nala berhenti menangis dan mengipit kan matanya kearah nathan dengan kesal


"jika tidak mau ya sudah, aku akan mengatakan pada mama kalo_


"baik lah!!" teriak nala ia pun ber bajak berjalan menghentakan kali nya memutari pecahan beling


"jangan lupa bersihkan lantai ini!" ucap nathan pada nala, nala menghentikan langkahnya dan menengok kebelakang dengan wajah kesal


"huh" nala kembali melanjutkan langkah nya dengan masih kesal "lempar ini, lempar itu. merusak ini dan merusak itu. tapi kenapa aku yang membersihkannya dan aku juga yang di salah kan" gerutu nala tak henti-henti nya di dalam kamar nya


**karena ada reader yang minta aku buat bikin cerita ini setiap partnya lebih panjang aku buat jadi lebih panjang dan juga satu part ini lebih panjang dari dua part yang biasa aku buat, maaf baru update


jangan lupa, like momen dan vote 😆**