A Cracked Heart Is Healed

A Cracked Heart Is Healed
harmonis



nala begitu kegirangan saat mengetahui tentang mamanya yang akan menikah, sedangkan nathan masih nampak acuh saja


"apa kalian mau tinggal dengan ku?" tawar saga yang sedang berada di ruang tv dan untuk bersantai


nathan dan nala melihat kearah saga "mama?"


"tentu saja mama kalian ikut, aku fikir jika mama kalian di rumah ku akan jadi banyak yang memperhatikan nya. apa kalian tidak ingin bertemu nenek dan kakek kalian"


"ada nenek dan kakek?" tanya nala dengan mata berbinar ia mengguncang bahu nathan " nathan kita punya kakek dan nenek. dan juga seorang adik" ucap nala kegirangan


nathan yang nampak kesal dengan kelakuan saudaranya malah terdiam "adik?" tanya nya dan di angguki saga dan nala


"dia sangat manis dan cantik, mirip sekali seperti mu dan papa" nathan mengakar sebelah alisnya


"perempuan?" tanyanya lagi dan di angguki saga dan nala


"habis lah sudah akuh" nathan merosot lesuh dan langsung terdengar tawa dari nala dan saga, bagai mana tidak dengan keberadaan nala dan mamanya saja sudah membuatnya pusing apa lagi di tambah seorang adik


yang membedakan dari nala dan nathan adalah rambut mereka yang berbeda juga terbawa dengan perbedaan sudah mereka, nala dengan rambut coklat mirip seperti zena dan nathan berambut hitam pekat mirip seperti saga bahkan sudah mereka pun sama, sama-sama tidak mau di repotkan


"nala kamu tidak lelah sepertinya batre di tubuh kamu di isi oleh angin jadi selalu full" ucap saga di selingi tawa dan nala hanya menyengir


"papa bisa saja" jawab nala


"waktu itu aku melihat mu manggung di_


bala terkejut dan langsung bergerak cepat menutup mulut saga dan menggelengkan kepala untuk tidak mengatakan apapun


nathan mengerutkan dahinya melihat situasi keduanya


"manggung?" tanya nathan heran


"i..itu jadi, aku...anu" nala kelabakan menjawab pertanyaan nathan, dan nathan semakin menatapnya tajam


"nala membantu susunan acara di taman dekat danau dia nampak mengatur para pekerja membuat tema panggung semakin meriah" ungkap saga lancar tanpa membuat celah bagi nathan untuk curiga


nathan menghela nafas " jadi itu kenapa kamu pulang larut malam dulu, harus nya kamu mengatakan nya dengan jujur tapi aku tidak setuju cukup sekali saja selanjutnya jangan" larang nathan


"nala itu perempuan pah, mama selalu melarang nala keluar malam atau bepergian sendiri. dan juga melarang keras nala untuk berteman dengan teman lelaki" jelas nathan


saga mengerti sekarang, di umur nala yang segini zena mulai posesif soal anak gadis nya, ia tidak ingin hal yang sama terulang pada nala. cukup ia yang merasa kan nya


"mama kamu melakukan ini demi kebaikan kamu nak" saga mengelus kepala nala yang duduk di sampingnya wajahnya terlihat sedih "tapi nanti aku akan membicarakan dengan mama kamu, ada aku yang siap mengantar mu dan menjaga mu" wajah bala menjadi sumringan benar juga ada sang papa yang menjaganya juga mengantarnya, pulang malam pun bukan larangan lagi


"kenapa kamu tidak minta nathan mengantar mu?" tanya saga


"aku juga mengikuti kegiatan cinta alam di sekolah dan kadang mendaki dan juga kemping di hutan" terang nathan saga pun mengangguk jadi putranya ini jarang ada di rumah dan memilih berpetualang di luar sana memang jiwa adventure


"kamu juga bukan nya nanti ada olimpiade bela diri kan ga latihan, atau kamu membolos?" tanya nathan menduga-duga


nala menggeleng "aku di tawar ikut tapi aku menolak, mama melarang ku ikut. mama bilang aku ikut club bela diri untuk kepentingan diri sendiri menjaga diri jangan ikut perlombaan seperti itu bagai mana jika tangan ku terkilir atau kaki ku keseleo" bela nala dan di angguki oleh nathan


'kamu mendidik mereka dengan baik dan menjadikan mereka penurut dengan cara yang tak bisa orang tua lain lakukan'


"seru sekali lagi ngomongin mama yah?" mereka menengok kebelakang rupanya zena keluar dari kamar nya


"hei, kan tadi lagi istirahat kata dokter ga boleh banyak gerak" larang saga dan di sambut tawa ringan dari zena


"punggung ku sakit karena terlalu banyak tiduran" ungkapnya


"baik lah ayo kemari" saga beranjak dan menuntun zena berjalan kembali ke sofa


"mereka setuju kita pindah ke rumah ku" ungkap saga, zena melihat kearah bala yang mengangguk sedang kan nathan masih melihat kearah ponselnya merasa di lihati nathan mendongak melihat sang mama yang minta pendapat nya


"aku gimana mama aja" ungkapnya dan mendapat sikutan kecil dari nala


"bilang iya aja sih gengsi amat" goda nala dan mendapat tatapan tajam dari nathan


hari ini autor up tiga part soalnya ide lagi muncul


jangan lupa like komen dan vote