A Cracked Heart Is Healed

A Cracked Heart Is Healed
di lema



"aku....tidak bisa" jawab zena mengalihkan pandangan ke arah yang asal, nampak kekecewaan dari wajah nala, nathan nampa k mengelus punggung nala dan merangkul nala untuk keluar ruangan agar mama nya bisa bicara dengan saga


"apa alasan mu menolak ku?, apa karena kau tidak menyukaiku atau karena ada lelaki yang kau sukai" mata zena berkaca-kaca menatap ke jendela yang ada di kamar inap nya ini


"aku sudah punya anak, kau mengerti maksudku. kau pantas mendapatkan yang lebih baik dari pada aku, kau seorang pria sukses semua wanita siap menjadi istri mu dan aku adalah single parent yang tidak layak untuk mu. hanya ada aku akan merasa bersalah pada mu" jelas zena tanpa menatap saga sama sekali


"aku tidak masalah akan hal itu, yang aku inginkan adalah kau menikah lah dengan ku" ucap saga tegas


"apa yang sebenarnya kau pikir kan apa kau punya suatu rencana" mata zena menatap tajam saga


"ingat zena, aku menyelamatkan anak-anak mu dan juga dirimu jika tidak ada aku mungkin kalian akan mati" ucap saga penuh penekanan dan memperingati


"aku menyelamatkan nyawa mu dan belahan jiwa mu dan sebagai ganti nya aku ingin kau menikah dengan ku"ucap saga dingin


zena mencengkeram selimut nya dengan erat perasaan di lema menyelimutinya


"aku menolak demi kebaikan mu juga, aku tidak ingin nama baik mu tercoreng karena menikahi seorang perempuan hina seperti ku" zena kembali mengalihkan pandangan dan mulai terisak


"baik lah, dengar kan aku. aku tidak peduli dengan kau wanita hina atau apa lah yang kau sebutkan tadi dan aku akan menerima nathan dan nala sepenuh hati ku, saat menikah nanti kau bebas melakukan apapun yang kau mau"


"benarkah?, lalu apa motif mu menyuruhku menikah dengan mu?" Tanya zena semakin di buat aneh oleh saga


"aku tak menerima penolakan, kita akan menikah secepatnya" saga melangkah keluar dari ruang rawat inap zena, sedang kan zena di buat nimbang oleh saga


"aku hanya ingin kau mendapat kan yang lebih baik dari ku, apa kau salah" gumam zena menatap kosong ke atas karena ia sedang tiduran


"menikah itu bukan untuk main-main aku ingin pernikahan yang serius" lanjut nya lagi


setelah keluar dari kamar zena, saga melihat di kursi tunggu ada nala dan nathan sedang mengobrol, saga pun menghampiri mereka


"kalian belum sarapan gimana kalau kita makan dulu" ajak saga


"nala kau bilang lapar makan dulu sana sama paman zen" suruh nathan pada nala


"kau juga nathan kita makan bersama" nathan menggelengkan kepalanya


"aku akan menunggu mama di sini, dah" nathan berjalan memasuki kamar rawat inap sena sambil melambaikan tangannya


nathan melihat mamanya menatap kosong ke atas


"mah" panggil nathan tangan kecilnya memegang lembut tangan zena, membuat zena tersadar dari lamunan nya


" nathan kamu di sini sayang mana nala" tanya zena tersenyum menyembunyikan kesedihannya


"jangan bersedih mah nathan ada di sini buat mamah dan nathan janji tidak akan meninggalkan mama" nathan memeluk tubuh zena yang tengah terbaring, zena tersenyum mantap putranya yang sangat pintar itu


"mah, dimana keluarga mama?" tanya nathan sambil melihat ke arah zena


deg!


"oh i..itu


halo pembaca ICHIH jangan lupa like dan komen dan juga vote plus follow yah thanks you