
saga memasuki mansion nya yang berada tidak jauh dari villa zena, ia melihat angelika termenung duduk di sofa
"sayang kau sudah bangun" saga memeluk angelika dari belakang membuat angelika terkejut tersadar dari lamunan nya
"saga" panggil angelika sambil menengok ke kiri di mana saga menimpuh kepalanya di pundak angelika sambil menekankan matanya, angelika tak melanjutkan kata-katanya membuat saya penasaran dan membuka matanya
"ada apa sayang?" tanya saga sambil mengelus kepala angelika mesra
"aku hamil" jawab angelika lirih sambil tersenyum senang hati saga seakan di tikam ribuan pisau, saga memaksakan senyumnya
"ka..kamu ga lagi bercanda kan?" angelika tersenyum sambil menggeleng kan kepalanya ia sangat senang, angelika memberikan test pek yang terdapat dua garis merah di sana
"aku sangat bahagian sayang, kita mendapat sesuatu yang berharga sebelum kita memulai kebahagian" ucap angelika berdiri dan memeluk saga, saga membalas pelukan angelika ia harus sadar jika ini adalah kenyataan bahwa hidupnya harus seperti ini dan ia harus menghadapi nya
"kau harus menjaga pola makan mu sayang, jangan diet-diet tan demi kamu dan calon anak kita" ucap saga matanya berkaca-kaca ia benar-benar melakukan kesalahan besar
angelika melepas pelukan nya "kamu nangis? kamu ga seneng aku hamil?" yang angelika sedih
"bukan itu, aku terharu dan sangat bahagia" ucap saga sambil tersenyum
hampir setiap hari pikirannya di geluti tentang zena dan kehamilan angelika itu membuatnya frustasi dan sulit mendapatkan jalan keluar, angelika bahkan mengatakan sudah siap mepnikah dan ingin cepat-cepat Menikah sebelum anak nya lahir itu membuat nya semakin bingung, dia mencintai angelika tapi ia tak ingin kehilangan zenika juga kedua ana kembarnya tapi sekarang ia punya darah daging lain yang bukan dari zenika, membuatnya harus bertanggung jawab
saga dan angelika memang saling mencintai bahkan mereka sudah bertunangan, tapi keadaan ini sangat membuatnya bingung
ini sudah dua minggu sejak kepulangan saga dan minggu kemarin zena datang ke perusahaan untuk memutus kontrak kerja anak nya sebagai model membuat saga semakin kalang kabut, ia tak ingin jauh dari anak-anaknya tapi tuhan selalu berencana lain untuknya
° ° ° ° °
sena tengah asik membaca majalah fasion di kursi pinggir kolam renang out door yang berada di apartemen nya memperlihatkan pemandangan kota yang tenang karena ketinggiannya di atas rata-rata membuat suara keramaian kendaraan tidak sampai ke pendengarannya
suara bell rumah berbunyi dan nathan membukakan pintu ia menyambut tamunya dan berjalan menuju mamanya
"mah ada paman kiyoshi ingin bertemu" zena mengerutkan keningnya ia mengangguk singkat
'dari mana ia tahu apartemen ku' batin zena keheranan hingga akhirnya ia sampai di ruang tamu langsung mendudukan dirinya di sofa berhadapan dengan kiyoshi
"nona zenika apa kabar?" tanya kiyoshi ramah
"cukup baik, apa yang membuat anda kesini tuan?" tanya zena sambil tersenyum ramah kepada kiyoshi
"jangan memanggilku dengan sebutan tuan juga kamu memanggil bos ku dengan namanya, panggil aku yoshi atau kiyoshi senyaman mu saja" ucap kiyoshi sambil tersenyum hangat, zena mengangguk mengerti
"panggil aku sesuka mu juga"
"maaf mengganggumu zena, aku ingin memberitahu mu besok bos akan menikah juga nona angelika yang hamil, aku bingung ingin mengajak siapa untuk menjadi pasangan ku apa kau bersedia"
deg
zena nampak tak percaya tentang berita yang ia dapat, saga bilang ingin bertanggung jawab atas perbuatannya, tapi justru dia menghamili wanita lain, zena tersenyum kecut meratapi kemirisan nya
"dengan senang hati, tapi sebelum nya bagai mana kau tahu aku tinggal di sini, apa saga juga tahu?"
"dari ponsel mu yang ku lacak,aku tidak memberitahu bos"
**jangan lupa like momen dan vote
nb: lolipop and ant**