A Cracked Heart Is Healed

A Cracked Heart Is Healed
bahagia



dan di sini lah mereka berada, di rumah besar dengan tiga lantai yang membentang luas seperti istana dimana lagi jika bukan kediaman saga


mereka berempat turun bersama dan pintu terbuka terlihat seorang anak kecil berambut tebal panjang sepunggun, dengan warna hitam pekat berlari keluar dan menghampiri saga dengan boneka di tangan nya yang selalu ia peluk


"papa!" panggil nya dan memeluk saga, gadis kecil itu adalah china dan china melihat kearah zena bala dan nathan


"vio kamu inget kan siapa dia?" tanya saga sambil menunjuk zena yang tersenyum kearah vio


"mama!" vio berlari kearah zena dan memeluknya erat "mama! jangan tinggalkan vio lagi!. vio ga cengeng sekarang tapi sekarang vio nangis soalnya vio seneng bisa ketemu mama" ucapnya dengan anda menggemaskan dan masih terisak dalam tangis nya, zena tersenyum dan mengelus kepala vio lembut mensejajarkan tingginya dengan vio


"mama ga akan tinggalin vio lagi" ungkap zena dan memeluk vio lembut dan kini vio melihat kearah nala dan nathan


"kakak cantik waktu itu, kita ketemu lagi" ungkap vio dan terlihat nala dengan semangat melambaikan tangan


nala berjalan cepat dan memeluk gemas vio "astaga kamu manis sekali aku tidak tahan dengan pesona mu adik kecil "ungkap nala mencium gemas pipi cabi vio dan mencubitnya


"ah... kakak kamu membuat wajah ku yang cantik menjadi merah" ungkap vio sambil memukul-mukul pelan tangan nala yang mencubitnya


"maafkan aku, nama ku nala aku kakak mu loh" ungkap nala girang ia tak menyangka memiliki seorang adik secantik dan selucu viona


"apakah itu sesuatu yang harus di banggakan?" ungkap viona menyulitkan mata nya pada nala


terlihat nathan yang menahan tawa ia tak menyangka gadis kecil di hadapannya bisa mengeluarkan kata-kata sepedas itu


nala juga ikut menyipitkan mata nya ia sedikit kesal dengan gadis kecil di hadapannya


vio beralih pada nathan "apa dia kakak ku juga?" tanya vio pada nala dan di angguki


vio nampak girang dan mendekati nathan dan memutasi nathan menatap kagum "ini baru kakak yang yang harus di banggakan" nathan tersenyum penuh kemenangan pada nala yang menatapnya kesal


sedang kan zena dan saga tertawa melihat tingkah ketiga anak nya


"nama ku nathan" ucap nathan dan di angguki viona


"nama aku viona zen, jika kamu bukan kakak ku pasti aku akan menikahi kakak" ungkapan itu membuat nathan tertawa dan mengacak rambut bio sepertinya keberadaan adik perempuan nya tidak terlalu buruk dan menjadi hiburan sehari-hari untuk nya


mereka berlima pun masuk kedalam rumah dan di sambut hangat oleh kakek ken dan nenek merry


"nala, nathan astaga kalian sudah sebesar ini" nathan dan nala memeluk nenek merry ia tak menyangka ternyata nenek merry adalah nenek buyut mereka, jadi sejak dulu mereka memang sudah di pertemukan


"tentu saja" jawab nathan


"ya sudah kalian istirahat saja vio antar kakak-kakak kamu ke kamar yang kemarin nenek bereskan" vio mengangguk dan mengajak bala dan nathan menaiki tangga kelantai dua


"ini kamar kak nathan" ucap vio sambil menunjuk kamar yang berseberangan dengan kamarnya " dan itu kamar kak nala" vio menunjuk kamar yang berada di sampingnya


" dari jam sembilan malam hingga pagi jangan berisik yah kak nala soalnya vio bobo" ucap vio


"kenapa hanya memperhatikan kepadaku?" bio tak terima vio hanya mengatakan itu padanya


"karena kak nathan tidak mungkin terperosok kak" vio menjawab santai "sampai nanti" vio pun memasuki kamarnya sendiri dari luar nathan melihat kamar vio yang tema putih biru muda dengan bintang juga bukan ada juga pelangi dan kuda poni kamar nya manis sekali pikir nathan


nala tidak menyangka kamarnya bertema hitam putih dengan chat dinding seperti not piano juga nada batangan 🎹🎼


hal itu membuatnya tahu bahwa sang papa sangat mendukung nya di bidang musik ia sangat senang dan matanya tertuju pada ruangan di samping, ia melongok tidak percaya ini ruangan musik kedap suara dengan alat musik jumping dari yang kalsik hingga modern ia tak bisa berkata-kata ini adalah hal yang luar bisa dan ia merasa sangat bahagia


sedangkan nathan ia sangat merasa nyaman dengan kamarnya yang begitu terasa menyenangkan dengan cat putih yang di lulus seperti hutan oleh pelukis profesional dan masih tercium bau cat yang masih baru semua ini memberinya kesan kebebasan yang amat ia sukai dan ia yakin akan merasa nyaman tetap berada di kamar ini


terasa gugup untuk zena mengetahui bahwa i selamat dengan saga walau pun harus nya ia mencoba tuk terbiasa dan ini bukan untuk pertama kali nya mereka juga pernah satu kamar beberapa tahun lalu saat zena di balkon ia terkejut saat sebuah tangan melingkar di pinggang nya, siapa lagi jika bukan saga. saga menaruh kepalanya di pundak zena


"aku sudah menyiapkan ruangan outfit sangat besar di kamar ini siap menampung ssemua barang-barang mu itu" ungkap saga saat melihat dua mobil box yang berisi semua barang milik zena nathan dan juga nala


zena tertawa ia jadi mengingat kejadian di mana ruang pakaian saga penuh oleh semua pakaian milik nya yang bahkan tak tertampung


"aku sangat senang" ungkap zena


"senang karena lemari besar atau untuk yang lainnya?"


"itu salah satunya tapi aku senang karena tuhan memberikan ku kebahagiaan yang begitu luar biasa" ungkap zena dengan senyum merekah


"jadi kapan kita menikah?" tanya saga, zena berbalik membuat mereka berhadapan tangan nya mebyentuh pipi saga


"kapan pun" ungkap nya membuat saga sangat senang akhirnya ia bisa melupakan kesedihan nya dan mendapat kebahagiaan yang selama ini dia cari


autor up 4 kali nih hari ini jangan lupa like, komen dan vote