A Cracked Heart Is Healed

A Cracked Heart Is Healed
selamat tinggal



"sofia" kini di hadapan nathan adalah gadis bersurai pirang madu dengan gaun kuning nya yang pas di tubuhnya jika di perkirakan mungkin umur sofia 7 th kurang lebih


kini mata nathan beralih pada pistol di dekat sepatunya, dan matanya kembali menatap sofia bergantian. sofia nampak gelagapan takut


rahang nathan mengeras, untuk menghindari kejelekan. nathan menendang pistol itu kebelakang, kebawah meja lebih tepatnya dan menarik sofia yang seperti tertangkap basah. hingga di taman halaman rumah yang cukup sepi nathan melepaskan genggaman nya pada sofia


"sedang apa kamu di sini?" tanya nathan dengan aura mengintimidasi mengelilingi nya membuat sofia sendiri merasa lidahnya kelu tak bisa mengeluarkan suara


"apa yang kamu lakukan di sini?!" tanya nathan lagi dengan suara meninggi, untung saja tidak ada siapa-siapa di taman rumah nya yang memang tidak menjadi bagian dari tempat pesta, teman luas ini sangat indah dengan air mancur juga lampu-lampu yang menerangi jalannya


tubuh sofia bergetar hebat karena takut, tidak mendapat jawaban dari gadis kecil di hadapannya membuat nathan emosi, namun ia mencoba mengendalikan diri dengan menghela nafas dan mendudukan dirinya di kursi taman sedangkan sofia masih berdiri mematung sambil menundukan wajahnya


"kenapa kau begitu kesal?" tanya sofia lirih sambil mengalihkan pandangan nya, getaran di tubuhnya hilang. di mata nathan ia seperti melihat sofia yang berbeda dari biasanya. tapi ia sangat tidak suka dengan sofia yang seperti ini


"dengan siapa kamu di sini?" mereka mulai saling melempar pertanyaan tanpa ada satupun dari mereka memberi jawaban


"mengapa kau selalu ikut campur urusan ku?" ucap sofia sengit


emosi nathan kembali tersulut ia kembali berdiri melangkah kan kaki nya mendekati sofia begitu pula sofia yang ikut mundur setiap nathan melangkah maju, tapi tak tersorot pandangan takut di mata sofia


"ini, acara mama ku" ucap nathan dengan suara merendah, bagaimana pun gadis kecil ini adalah orang yang ia kenal beberapa hari lalu


sofia nampak terbelalak dadanya terasa sesak dan saat itu nathan melihat perubahan di mata sofia, matanya terlihat lebih cerah.


"aku tidak marah padamu, tapi aku tidak mengerti maksudmu ke acara keluarga ku membawa senjata"nathan berlutut dan menepuk-nepuk kepala sofia pelan


sofia mendongak melihat kearah nathan "kakak tidak marah?" nathan sempat berfikir, benar juga pertama kali bertemu dengan sofia, sofia memanggil nya dengan sebutan kakak sangat berbeda dengan yang tadi


"ibu asuh" satu kata yang dikeluarkan sofia membuat nathan kembali melihat kearah sofia


"apa?"


"ibu asuh yang menyuruh ku" ungkap sofia, ungkapan yang di ucapkan sofia masih sulit di cerna oleh nathan "aku kesini dengan papa asuh, dan ini asuh memberiku senjata untuk menembak mempelai wanita nya" jelas sofia lirih ia sangat merasa bersalah saat tahu bahwa wanita yang di incar ibu asuh nya itu orang tua dari lelaki yang pernah menyelamatkannya


"di mana papa mu?"


"aku mohon jangan bilang pada papa, jika papa tahu." wajah sofia menjadi murung dan suaranya semakin pelan "ibu asuh akan memukulku" lanjutnya lirih "aku sungguh minta maaf kak, maafkan aku! aku harap kakak bisa memaafkan ku. dan semoga kita tidak bertemu lagi!. selamat tinggal!" sofia menangis dan ber lari sangat cepat sambil mengangkat gaun nya, bahkan nathan tidak bisa mengejarnya.


"apa maksud mu selamat tinggal" gumam nathan. dari jauh ia melihat mobil putih dan sofia memasuki nya, mobil pun melesat pergi


di dalam mobil sofia gemetar ketakutan


"anak bodoh, mengurus lelaki itu saja kau tidak bisa!!, akan ku bunuh kau saat sampai di sini!" bentak sang ibu, ya sedari tadi sofia terus di bentak dan di marahi bahkan di arah oleh sang ibu melalui earphond yang terpasang di telinga sofia


sofia hanya diam dan menangis tanpa suara, yang ia pikirkan saat ini adalah. bagai mana ia kabur dari siksaan sang ibu asuh