
seorang gadis yang di ikat di sebuah kursi meronta-ronta dengan mulut di tutup, ia sangat ketakutan saat mendapati dirinya di sebuah ruangan gelap, dan dingin sepertinya ia berada di suatu tempat yang entah di mana
tap..tap..tap..tap
terdengar suara langkah kaki mendekati nya di tapi ia tak bisa melihat karena sangat gelap, langkah itu itu berhenti di belakang nya seketika bulu kuduk nya merinding
"helo nyonya zena" ucap suara itu, lirih di telinga zena, zena kenal suara ini. suara seorang wanita yang kemarin ia minta ganti rugi
zena meronta-ronta minta di lepaskan, ia tahu kalau sesuatu yang buruk akan terjadi, jadi dia aura memprediksi kan lebih awal karena itu ia tak pulang kerumah dan membiarkan anak-anak nya ikut terjerat masalah ini
ceklek
lampu di atas zena di nyalah kan dan wanita di belakang zena pun kini di hadapan zena dengan senyum penuh kemenangan
"liat yang kayak gini seru nya di apain yah?"zena sangat terkejut saat laura yang di hadapan nya mengambil sebuah pisau kecil dari sakunya ia terus meronta dan menggeleng ia takut
"bagai mana kalau di sini" zena menjerit di balik kain yang terikat di mulutnya, saat pisau kecil itu menggores tipis permukaan pipinya dan zena merasakan perih di pipinya karena luka itu langsung tertetes keringat dingin nya sendiri, satu yang zena ketahui bahwa wanita di depan nya adalah seorang pycopat gila
"yah, sayang sekali.muka kamu yang cantik jadi terluka" ucap nya pura-pura iba lalu tertawa senang
kembali terdengar suara langkah kaki yang mendekati nya lelaki itu sangat terkejut melihat zena, dan zena pun juga terkejut melihat lelaki di hadapan nya terlihat kebingungan
zena menatap kesal criss dan terus meronta sambil menyebutkan nama criss di balik sumpalannya
di sisi lain criss di buat bingung ia kira bukan zena yang ia kenal. karena sejak pertama kali ia bertemu zena, ia kenal zena dengan nama zenika lin. karena saat itu zena lah yang memperkenalkan dirinya sendiri dengan nama asli dari kedua orang tuanya
criss menarik tangan laura keluar dari ruangan itu
"sayang kamu tidak bilang kalo dia itu zenika dari restoran aldini" ucap criss pada laura dan laura terkejut dengan suami nya yang justru seakan tak terima
"memangnya kenapa?, dia temen kamu?" tanya laura kesal pada criss
"i..Iya dia temen aku pokok nya kamu harus lepasin dia aku ga mau tau" cross beranjak meninggalkan laura yang wajah nya sudah menahan kesal melihat suaminya nampak peduli dengan perempuan lain
laura dengan kesal mengambil handphone di saku celana nya
"buang perempuan ini di hutan" perintah laura pada anak buah nya
**yo yo yo autor balik lagi ni yo, jangan lupa like yo, komen yo, vote nya juga yo
autor kembali up di pagi hari,jangan lupa like komen dan vote 😍**