
zena kembali kerumah dengan saga dan di ikuti mobil nathan juga nala yang bersama nathan saat kedua mobil terparkir apik mereka pun dengan segera membantu sang mama turun dengan menyiapkan kursi roda dan saga membantu zena menaiki kursi roda
nala membantu mending kan kursi roda zena dengan senang hati, nathan pun membuka pintu dan nala kembali mendorong kursi roda zena
"selamat datang mah" ucap nala di samping telinga zena dan di respon sebuah senyuman dan kecupan di pipi nala
"makasih sayang"
untuk saat ini kamar zena di pindahkan di lantai bawah, kamar tamu
setelah zena bebaring dengan selimut yang menutupi setengah tubuhnya, nala dan nathan keluar dari kamar sang mama. tapi tidak dengan saga yang memilih duduk di sofa single yang sudah di pindah kan di doing ranjang
"zena, aku berfikir untuk mengajak kamu dan anak-anak tinggal di rumah ku" zena masih melihat kearah saga untuk memastikan apa dia masih melanjutkan penjelasannya "di sana banyak yang pantau keadaan kamu, ada vio juga yang ingin bertemu kamu. juga kakek dan nenek" jelas saga
zena tersenyum "dari sejak aku bertemu dengan mu, semua yang kamu ucap kan mutlak dan itu pasti yang terbaik. aku terkejut kamu bertanya padaku sekarang kamu sudah berubah menjadi lebih baik saga" terang zena membuat saga terhenyak bahkan ia tak memperhatikan soal itu
"wah kau memperhatikan ku sedetail itu yah" goda saga sambil mencolek pipi zena membuat zena bersemu dan saga tertawa
"akhirnya kamu tertawa" zena tertegun "situasi membuat suasana terasa kaku di antara kita"
"soal pernikahan, aku bukannya menolak mu. tapi ada sesuatu kekurangan di dalam diri ku yang aku takut saat kamu mengetahuinya. kamu akan pergi meninggalkan ku" saga memandang zena dengan tatapan tak bisa di artikan
"saat melahirkan bala dan nathan" suara zena bergetar matanya mulai berkaca-kaca "saat itu dokter memberi pilihan. Selamat kan aku atau anak ku"jeda nya lagi
zena terisak tak kuat menahan diri nya untuk tidak menangis saga mengelus puncak kepala zena "katakan perlahan" lirih nya
"aku bertiga selamat, tapi..tapi mereka melakukan pengangkatan rahim pada ku" tangis zena semakin kencang, dan saga terdiam tak bisa merkata-kata. ini cerita buruk namun entah mengapa ia tak merasakan dirinya kesal atau pun sedih yang ia inginkan adalah zena ingin menjadi pendamping hidupnya selamanya tak peduli dengan kekurangan dalam dirinya
"hanya itu?" tanya saga membuat zena mendongak terkejut " bahkan jika kamu tidak memiliki sebelah kaki atau mata aku tetap mencintai mu" zena terharu dan tak kuat menahan rasa bahagia nya hal ini yang ia takutkan sejak dulu dan selalu mengganjal di hati zena
zena memeluk saga erat ia menyembunyikan wajahnya di dada bidang saga dan saga tersenyum lalu membalas pelukan lebih erat hingga zena memarahinya karena terlalu kencang memeluk
"ku ulangi sekali lagi dan untuk terakhir kalinya, zenika lin apa kamu mau menikah dengan ku?" mata mereka berpandangan dengan zena masih memeluk saga jadi untuk melihat wajah saga zena harus mendongak keatas dan saga melihat kebawah
zena tersenyum dan kembali mengangguk dan saat itu juga saga tak bisa menahan rasa bahagianya
bibir mereka menyatu memberi sentuhan lembut menyalurkan rasa bahagia di hati mereka ini adalah hari berbahagia untuk zena dan juga saga
aduhh aku nya kok baper yah, dan mereka tuh pasangan kamu banget sih gereget autor