A Cracked Heart Is Healed

A Cracked Heart Is Healed
pertemuan



zena berada di salah satu kafe kesukaan nya yang memang sangat terkenal di penjuru kota kafe itu bernama billy brunch


dengan di tangani teh camomile dan seporsi green spageti ia menikmati waktu senggang nya yang berharga


"permisi nona boleh aku duduk di sini?" suara itu menghentikan makan zena, zena langsung melihat kearah orang yang berbicara padanya


deg


deg


deg


zena mengangguk kecil, orang itu tersenyum kecil dan duduk berhadapan dengan zena, pesanan yang di pesan orang itu datang dan menaruh nya di meja yang sama dengan zena ia nampak hanya memesan kopi dingin, zena menghilangkan rasa canggung dengan melanjutkan makannya dengan perlahan


"apa kabar?" satu kata itu keluar dari mulut orang di depannya zena menatap langsung kearah orang di depannya mata mereka bertemu. zena menelan makanan nya dan mengambil selembar tisu untuk mengelap bibir nya


"baik" jawab zena singkat dan meminum teh camomilnya ia beranjak


"jangan menghindari ku" orang itu mencekal tangan zena menahan zena pergi


"jangan menghalangiku" balas balik zena


"papa!!" panggil seorang gadis kecil bersurai hitam pekat ber lari kearah orang itu


zena nampak terkejut melihat gadis kecil di hadapannya tengah tersenyum senang sambil memeluk pria yang ia sebut papa, gadis kecil itu mendongak keatas tuk melihat wajah zena dan mata mereka bertemu


"apa kakak teman papa?" tanya nya dengan wajah polos dan manis hati zena seolah bergetar, ia memegang kepalanya yang terasa sangat sakit dan sederet-sederet ingatan muncul di kepalanya dan semua nya nampak kabur dan tak jelas


"aku tidak suka pembohong!"


"menikah lah dengan ku"


"apa aku boleh memanggil mu zena?"


"aku membenci mu!!" kata terakhir di ingatan nya membuat zena tersadar.


"ah..Iya?" tanya zena dengan kepalanya yang masih sedikit terasa pusing


'apa tadi itu?, apa yang berteriak itu aku? tapi pada siapa?' batin zena ia tak mengerti dengan apa yang terjadi padanya beberapa saat lalu


"apa kamu sakit?, kamu pucat" ucap pria itu sangat khawatir


"kakak apa kamu baik-baik saja?" tanya gadis kecil itu dengan wajah terlihat sedih karena khawatir, ia menggenggam celana zena


zena menghela nafas mencoba menetralkan pikiran nya ia tersenyum kearah gadis kecil itu dan mengangguk


'jadi ini anaknya dengan angelika, apa mereka ke sini untuk berlibur' pikir zena, bibir nya tersenyum tapi matanya tak menunjukan kesenangan, hanya ada kesedihan yang tertutup dimatanya


"aku baik-baik saja aku akan pergi, sampai nanti" zena beranjak meninggalkan saga dan anak nya entah mengapa ia sangat sedih tapi ia juga tak bisa berkata apapun, saga mencoba menahan nya pergi tapi zena terlanjur melangkah cepat meninggalkannya dengan viona


"pa? kakak itu tadi siapa?" tanya viona pada saga


"apa kamu tidak menyadarinya, dia mama mu" ucap saga sambil tersenyum dan menggendong viona


mata viona berbinar "mama?, tadi mama?. papa vio mau ke mama, tapi kenapa mama ninggalin vio tadi" ucap viona dengan sedih dan mulai menangis


"cup..cup sayang vio, mama pergi karena vio cengeng, kalo vio gak cengeng nanti mama ga akan pergi lagi ninggalin vio" bujuk saga, vio mengusap air mata nya kasar


"vio enggak akan nangis lagi" jawab viona yang berhenti menangis dengan tegas, saga menghela nafas ia bersyukur, anak nya tidak sedih berkepanjangan


'maaf bio, papa janji kamu akan segera memiliki mama yang sangat menyayangimu' batin saga, saga pun menurunkan vio dari gendongannya mereka bergandengan tangan keluar dari kafe. dan kembali ketujuan mereka untuk berbelanja yang memang kafe itu berada di mall dan saat saga ingin membeli menuman ia tak sengaja melihat zena, juga kebetulan sekali vio bilang ingin buang air kecil dan di kafe itu terdapat toilet


**maaf autor baru up hari ini 🙏


jangan lupa like, komen dan vote


01- mei- 2020**