
pagi hari semua nampak berlalu lalang mendekorasi setiap sudut rumah dengan indah untuk acara pesta nanti malam, sedang kan zena sudah sangat cantik dengan gaun putih yang bapak pas di tubuhnya
"aduh mempelai perempuan nya sudah cantik sekali" puji sang mua yang memang di panggil khusus untuk acara wedding
"terimakasih kak cleo" balas zena sambil melihat pantulan diri nya di cermin, ia tak menyangka saat-saat seperti ini akan tiba. ia pikir selamanya ia akan menjadi single parents
sebuah siulan mendapatkan zena dan cleo, rupanya sedari tadi saga sudah berada di a bang pintu, zena tersenyum dan menghampiri saga yang sangat tampan dengan setelah jas putih yang sangat pas di tubuhnya
mereka berhadapan dan saga tersenyum bahagia melihat zena, ia bahkan menyelipkan helai rambut zena kebelakang telinga ia tak ingin sesuatu menutupi wajah cantik pujaan hatinya
"ku kira kamu sudah di aula" on goal zena, memang di rumah ini ada satu tempat Haiti aula sangat besar untuk melaksanakan acara-acara
"Mau lama sekali, aku tidak sanggup menunggu" ucap saga membuat Lipo zena memerah
"cepat keaula sekarang, aku yakin para tamu sudah datang" zena mendorong saga keluar dari kamar nya dan menutupi pintu, cleo kembali merapihkan riasan zena agar tetap segar
sebuah ketukan pintu tersenyum dan cleo pun membuka pintu rupanya kakek ken
"ini sudah saat nya" terang kakek ken entah mengapa zena menjadi berdebar
zena pun beranjak dan menghampiri kakek ken mereka keluar dari ruangan bersama, hingga di sini lah mereka di depan pintu besar dengan semua orang yang menunggu kehadiran nya
lantunan musik iringan mulai di main kan, dan pintu you pun terbuka. zena mengetuk nafas nya dan tersenyum. zena dengan anggun berjalan menyakuti iringan dengan tangan nya yang berhadapan dengan kakek ken yang menjadi wali nya
ketiga anak nya turut menyaksikan dengan haru dan bahagia tapi sedari tadi nathan lah yang nampak tersenyum. ia sangat bahagia melihat mama nya
hingga di altar mereka saling mengucapkan janji suci dan resmi menjadi pasangan suami istri
° ° ° ° ° °
zena dan saga nampak mengingat di pelaminan, dan zena nampak menikmatinya. ia cukup lega dengan gaun yang di pilihkan saga tidak terasa berat tidak seperti saat resepsi membuat rasa lelahnya tak terlalu menjadi beban
"kenapa kita masih harus di sini?" tanya saga dengan suara kecil yang bisa di dengar zena
"tamu nya kan masih banyak" jawab zena
"aku ingin segera kekamar dan memakan mu" ucap saga kembali dan mendapat cubitan maut dari zena membuatnya mengaduh
"aku bosan, aku akan menyapa para tamu" zena mengangguk dan mengeluarkan suaminya itu pergi meniggalkannya
° ° ° ° °
nathan berniat mengambil kue untuk vio namun seseorang tak sengaja menabraknya dari belakang untung saja orang itu tidak terjatuh, ia hanya mengusap hidung nya yang terasa sakit
"maaf ken aku" ucap nya sambil membungkuk, nathan menyipitkan mata nya ia seperti teringat seseorang
"sofia"
**haii autor mau nanya, menurut kalian autor harus buat kisah nathan enggak sih?
menurut kalian kalo buat cerita selanjutnya, kisah nala dulu atau kisah nathan dulu?
jawab di kolom komentar yah
jangan lupa like, komen ,dan vote**