A Cracked Heart Is Healed

A Cracked Heart Is Healed
tamu bulanan



zena terduduk lemas sambil menyandar di pundak saga, acara memang sudah selesai tapi kini mereka benar-benar lelah


zena meregangkan tubuhnya dan beranjak diri


"aku mau kekamar, apa kamu tetap akan di sini?" tanya zena saga pun ikut bangun dan berjalan beriringan bersama zena menuju kamar mereka


setelah pintu kamar di buka saga melangkah cepat dan menjatuhkan dirinya di kasur, sedang kan zena masuk ke kamar mandi dan m embersihkan diri


setelah membersihkan diri ia melihat saga yang tertidur pulas dengan posisi sebelumnya dengan pakaian nya yang masih melekat lengkap


dengan perlahan zena melepas sepatu dan kaos kaki yang masih melekat di kaki saga, saga yang tersadar ada yang menyentuh kakinya langsung membuka matanya dan terduduk


mata saga dan zena bertemu "mau mandi dulu?" tanya zena


"mau, tapi di mandiin" ucap saga dengan manja zena hanya tersenyum menggeleng kepala


"manja banget sih sayang" ucap zena sambil mebidurkan dirinya di samping saga yang masih terduduk memandangi nya


"apa-apa?, coba ulang tadi ngeblur" saga menggoda zena alhasil terkena tabokan di punggungnya


"kamu manja" zena mencoba memejamkan matanya


"tadi gak gitu, beda" protes saga


"sayang, aku mau tidur apa kamu lebih seneng kalo aku tidur di kamar lain" saga menyengir jika zena sudah mengancam soal pisah ranjang ia pun langsung menurut


saga beranjak membersihkan diri, dan selama saga membersihkan diri zena mengecek ponselnya yang di matikan sejak pagi. saat ia melihat alun sosial media nya ada satu pesan yang membuatnya mengernyit


leonard lin : ini aku leo


leonard lin : aku datang ke acara rekan bisnis ku, kau menikah?!


leonard lin : selamat


leonard lin : apa kamu akan terus menetap di italy?


zenika lin : aku tahu


zenika lin : iya


zenika lin :terimakasih


zenika lin :tidak


leonard lin : kau akan pergi kemana?


leonard lin : benarkah?


leonard lin : ini kabar gembira


leonard lin : artinya kau bersedia meneruskan usaha paman gustaf?


zenika lin : iya


zenika lin : tidak, perusahaan gelion akan bergabung dengan impression dan akan di kelolah oleh saga, dan warisan di alihkan pada orang lain


leonard lin : apa yang kau katakan? yang artinya perusahaan gelion dalam naungan impression.


zenika lin : ya, sampai nanti


zena kembali menaruh ponselnya di nakas saat mendengar suara shower di matikan


tidak lama kemudian terdengar saga keluar dari kamar mandi bertelanjang dada dengan hanya handuk di pinggang nya


mata mereka bertemu


"apa tubuh ku bagus?" satu pertanyaan itu keluar dari mulut saga membuat zena berdecih kesal dan melempar bantal


"pertanyaan macam apa itu"


"kau tahu?, aku merindukan mu" ucap saga dan langsung berbaring di samping zena


"jangan tidur seperti ini nanti masuk angin" saga tertawa ringan, seperti nya yang di katakan orang benar jika seorang ibu mengurus anak nya sendiri tanpa sang suami maka aura dan sifat ke ibuan nya akan terasa


"ah...tidak akan nanti juga kita lepas pakaian" saga memandangi zena


"lepas pakaian apanya?, jangan macam-macam aku sedang datang tamu bulanan" zena menarik selimut menutupi tubuhnya


"apa, kenapa harus di hari ini? kenapa kamu tidak bilang?" tanya saga bertubi-tubi ia jadi frustasi sendiri


"seharusnya besok tapi sepertinya datang lebih cepat, ini aku bilang pada mu. dan juga siapa yang mau pernikahan nya hari ini"


"kamu" zena tersentak dan mengingat-ngingat


"ah...iya aku lupa, maaf kan aku honey. good night" zena mengecup singkat saga dan memejamkan matanya untuk tidur, sedangkan saga kembali turun dari tempat tidur untuk berpakaian. bagai mana pun ia tak ingin masuk angin seperti yang di katakan istrinya


maaf kemarin autor ga up tapi sekarang autor up pagi