
zena terduduk lemas sambil menyandar di pundak saga, acara memang sudah selesai tapi kini mereka benar-benar lelah
zena meregangkan tubuhnya dan beranjak diri
"aku mau kekamar, apa kamu tetap akan di sini?" tanya zena saga pun ikut bangun dan berjalan beriringan bersama zena menuju kamar mereka
setelah pintu kamar di buka saga melangkah cepat dan menjatuhkan dirinya di kasur, sedang kan zena masuk ke kamar mandi dan m embersihkan diri
setelah membersihkan diri ia melihat saga yang tertidur pulas dengan posisi sebelumnya dengan pakaian nya yang masih melekat lengkap
dengan perlahan zena melepas sepatu dan kaos kaki yang masih melekat di kaki saga, saga yang tersadar ada yang menyentuh kakinya langsung membuka matanya dan terduduk
mata saga dan zena bertemu "mau mandi dulu?" tanya zena
"mau, tapi di mandiin" ucap saga dengan manja zena hanya tersenyum menggeleng kepala
"manja banget sih sayang" ucap zena sambil mebidurkan dirinya di samping saga yang masih terduduk memandangi nya
"apa-apa?, coba ulang tadi ngeblur" saga menggoda zena alhasil terkena tabokan di punggungnya
"kamu manja" zena mencoba memejamkan matanya
"tadi gak gitu, beda" protes saga
"sayang, aku mau tidur apa kamu lebih seneng kalo aku tidur di kamar lain" saga menyengir jika zena sudah mengancam soal pisah ranjang ia pun langsung menurut
saga beranjak membersihkan diri, dan selama saga membersihkan diri zena mengecek ponselnya yang di matikan sejak pagi. saat ia melihat alun sosial media nya ada satu pesan yang membuatnya mengernyit
leonard lin : ini aku leo
leonard lin : aku datang ke acara rekan bisnis ku, kau menikah?!
leonard lin : selamat
leonard lin : apa kamu akan terus menetap di italy?
zenika lin : aku tahu
zenika lin : iya
zenika lin :terimakasih
zenika lin :tidak
leonard lin : kau akan pergi kemana?
leonard lin : benarkah?
leonard lin : ini kabar gembira
leonard lin : artinya kau bersedia meneruskan usaha paman gustaf?
zenika lin : iya
zenika lin : tidak, perusahaan gelion akan bergabung dengan impression dan akan di kelolah oleh saga, dan warisan di alihkan pada orang lain
leonard lin : apa yang kau katakan? yang artinya perusahaan gelion dalam naungan impression.
zenika lin : ya, sampai nanti
zena kembali menaruh ponselnya di nakas saat mendengar suara shower di matikan
tidak lama kemudian terdengar saga keluar dari kamar mandi bertelanjang dada dengan hanya handuk di pinggang nya
mata mereka bertemu
"apa tubuh ku bagus?" satu pertanyaan itu keluar dari mulut saga membuat zena berdecih kesal dan melempar bantal
"pertanyaan macam apa itu"
"kau tahu?, aku merindukan mu" ucap saga dan langsung berbaring di samping zena
"jangan tidur seperti ini nanti masuk angin" saga tertawa ringan, seperti nya yang di katakan orang benar jika seorang ibu mengurus anak nya sendiri tanpa sang suami maka aura dan sifat ke ibuan nya akan terasa
"ah...tidak akan nanti juga kita lepas pakaian" saga memandangi zena
"lepas pakaian apanya?, jangan macam-macam aku sedang datang tamu bulanan" zena menarik selimut menutupi tubuhnya
"apa, kenapa harus di hari ini? kenapa kamu tidak bilang?" tanya saga bertubi-tubi ia jadi frustasi sendiri
"seharusnya besok tapi sepertinya datang lebih cepat, ini aku bilang pada mu. dan juga siapa yang mau pernikahan nya hari ini"
"kamu" zena tersentak dan mengingat-ngingat
"ah...iya aku lupa, maaf kan aku honey. good night" zena mengecup singkat saga dan memejamkan matanya untuk tidur, sedangkan saga kembali turun dari tempat tidur untuk berpakaian. bagai mana pun ia tak ingin masuk angin seperti yang di katakan istrinya
maaf kemarin autor ga up tapi sekarang autor up pagi