
ting..nong
zena berlari ke pintu untuk membukakan pintu, terlihat seorang pria bertubuh tegap berpakaian casual dengan kaos hitam dan celana selutut membawa 5 paper bag di lengan nya.pria itu memakai topi
"marco!" ucap zena terkejut melihat pria di hadapannya saat ini adalah marco ia pikir marco akan menyuruh kurir ternyata di sendiri yang mengantarnya
"hai" sapa marco mengangkat tangannya menyapa zena
"hai juga, lama tidak berjumpa. ayo masuk lah" seketika raut wajah zena nampak bahagia marco sudah seperti kakak dan juga sahabat bagi nya. zena membuka lebar pintu dan mempersilahkan marco masuk
marco pun masuk dan zena kembali menutup pintunya di meja makan ia menaruh paper bag dan meregangkan tubuhnya
"pasti kamu sangat lelah melakukan perjalanan panjang semalam,mengapa tidak menyewa jasa kurir saja ini masih pagi dan nanti kamu harus mengawal nenek"tegur sena yang membuat marco tertawa kecil selama setahun ia tak bertemu dengan zena. ia sangat merindukan bawelnya zena saat menceramahi atau memarahinya
"aku libur hari ini" jawab marco sambil mengacak rambut zena
"libur? lalu nenek?" tanya zena biasanya marco selalu ada di sisi nenek merry
"dia pergi dengan keluarga besar dan pasti penjagaan nya sudah cukup tinggi apa lagi ini pernikahan cucunya. penjagaan dalam mode terketat di sana "dan ada yang ingin ku berikan padamu" marco mengelus pipi zena dan sebuah pun ada di tangan marco seperti sihir
"i.ini" zena melihat kalung perak dengan liontin kecil dengan nama marco di kedua sisi nya terdapat berlian swarovski
"untuk mu" marco memakai memalsukan kalung itu dari depan sehingga ia juga bisa memeluk zena, setelahnya zena memegang liontin kalung itu
"cantik sekali, terimakasih marco" zena menatap hangat mata marco sambil tersenyum senang, marco pun ikut senang melihat zena suka dengan pemberiannya
"kau suka?" tanya marco melihat zena memegang liontin kalung nya, sena mengangguk semangat
"agar kau selalu mengingat ku" jawab marco mengacak puncak kepala zena, wajah zena memerah ia mengalihkan pandangannya ke arah asal
"paman marco!!" jerit nala kegirangan dan berlari menuruni tangga
"maka jangan berlari!" marah zena, bala tertawa kecil dan mulai berjalan perlahan menuruni tangga. nathan nampak menyusul dengan santai
setelah menuruni tangga nala berlari kearah s marco dan langsung memeluk kaki marco, nathan melakukan tos ala pria dengan marco membuat zena sangat manis senang melihat pemandangan ini
'mereka manis sekali' batin zena sambil tersenyum
handphone zena bergetar tanda ada panggilan masuk zena memberi kode kepada marco untuk izin mengangkat telpon
dan tak lama setelah mengangkat telpon zena kembali menghampiri marco dan melihat nama sedang duduk di pangkuan marco dengan rubik di tangan nya yang sedang dengan lihai memutar-mutar rubik yang warnanya sudah di acak sebelumnya,sedangkan nathan nampak mengobrol dengan marco
"siapa yang menelpon?"tanya marco yang melihat kedatangan zena
"teman ku, dia bilang tidak bisa pergi ke acara nanti sore dengan ku"jawab zena berjalan melangkah melewati marco dan anak-anak nya menuju dapur yang berada tak jauh dari sofa yang di duduki marco
marco melihat kebelakang, lebih tepatnya kearah zena yang sedang membuat minuman "kalau begitu pergi dengan ku"
zena melihat kearah marco "tentu saja aku tidak akan menolak" jawabnya sambil tersenyum kearah marco dan marco pun ikut tersenyum senang karena ajakannya yang tidak di tolak oleh zena
**para pembaca ini update kedua autor untuk hari ini
jangan lupa like,komen dan vote**