A Cracked Heart Is Healed

A Cracked Heart Is Healed
sosok rapuh wanita



pukul sembilan malam dengan gaun tidur nya yang tipis zena keluar dari vila dan berjalan di pinggir pantai menapakan kakinya di pasir putih yang dingin, juga udara dingin malam menusuk kulitnya. angin menyapu wajah nya membuat rambut nya berterbangan indah. ia menatap bulan purnama yang nampak mempesona, memancarkan bayangan cerah di air pantai yang berwarna biru tua berkilau seperti bola matanya


rembulan...berikan ku jawaban~


ku ingin tenang, bagaikan air laut~


ku ingin bersinar seperti engkau.


singkirkanlah matahari jahat itu~


sena menyanyi dengan lirih sambil melihat bulan yang sangat luar biasa


sebuah jaket terpasanga di kedua pundak zena yang polos


"kau bisa sakit" ucap lelaki berparas dingin dengan suara beratnya


zena menghadap ke sebelah kanan di mana saga juga menghadap kepadanya kayaknya tidak jauh dari zena


keduanya terdiam saling bertatapan, ekspresi sendu dari kedua manusia itu menjadikan dingin nya malam semakin bertambah


angin yang tak henti-henti nya berhembus kencang dengan suara ombak kecil yang melantai menjadi pengisi suara dari keheningan mereka berdua


"aku" mereka berucap bersamaan


"baik lah ada yang ingin aku katakan pada mu" zena masih menunggu kelanjutan dari kata-kata saga, dan saga memberi jeda "sebenarnya aku lah lelaki tak bertanggung jawab enam tahun yang lalu"ucap saga lirih matanya memancarkan rasa bersalah, ia sudah siap menerima konsekuensi nya


zena menatap saga tak percaya, tanpa sadar cairan bening menetes di pipinya, zena masih menutup mulutnya rapat tanpa mengubah ekspresi dan tempatnya berpijak, hanya beberapa tetes air mata yang tak terbendung


zena memejamkan matanya penuh pilu dan menghela nafas perlahan


"jika kau marah dan ingin menuntut ku aku siap, jika kau ingin menghukum ku aku siap. karena ini lah pada akhirnya aku memang bersalah, aku tahu ini terlambat tapi ku mohon, maaf kan aku baru memberi tahu kan mu saat ini" ucap saga dengan penuh rasa bersalah di setiap ucapan nya


zena tersenyum dengan air mata yang masih menetes dan rambutnya yang keterpa angin, saga yang melihatnya pun terpesona akan ekspresi zena yang meneduhkan hati seakan dia sedang menangis bahagia


"selain baik terlambat dari pada tidak sama sekali" lirih zena yang tetap menatap saga, saga tersentak dengan jawaban zena


"kau memaafkan ku?" tanya saga, dan di balas anggota oleh zena "zena, aku akan bertanggung jawab aku ingin menikahi mu tapi aku sulit untuk mengatakan hal sebenarnya" ucap saga sambil memegang kedua pundak zena


"aku memaafkan mu, aku menghargai atas keberanian mu mengatakan yang sebenarnya. jika kau menikahi ku bagai mana dengan angelika. aku tahu kau sangat mencintainya begitu pula dia. jadi jangan sakiti perasaan nya, aku juga seorang wanita dan sekuat-kuatnya wanita di tetap sosok yang rapuh jika soal hati"lirih zena menundukkan wajahnya


"justru karena kau wanita" saga memegang pipi zena "sekuat-kuatnya kau menghadapi masalah kau tetap sosok yang rapuh" saga membawa zena ke pelukan nya yang hangat


malam ini rembulan dan air pantai menjadi saksi bisu dari kebersamaan kedua insan itu


para pembaca ini adalah up ke lima autor hari ini jangan lupa like momen dan vote yah biar aktor semakin semangat buat update cerita baru