
karena harus pulang walau pun perjalanan jauh laura pulang cukup malam, pintu gerbang di buka oleh sang penjaga mobil yang di kendarai oleh laura dan di supir oleh supir pribadinya pun masuk kepekarangan rumah nya yang megah
saat ia masuk lampu sudah padam sepertinya sudah pada tidur saat memasuki kamarnya yang gelap ia menutup pintu perlahan agar tak menguarkan suara
pug
"aaaa!!!" laura menjerit saking kagetnya hingga sebuah tangan membekap mulut nya lalu lampu menyala ia menghela nafas saat melihat orang yang membekap mulut nya adalah criss, suaminya sendiri
"ini sudah tengah malam, dari mana saja?. kau tahu aku jemput mati menunggumu pulang"ucap criss sambil memeluk laura dari belakang dan mengecup leher laura
"Hahhaha...henti kan ini geli" laura menghindar dan kini mereka berhadapan
"maaf kan aku yah,sore tadi saat aku sedang ke mall aku berniat makan. dan tak sengaja menyenggol lilin di salah satu meja lalu restoran itu kebakaran" ucap laura takut-takut, tapi justru dapet respon khawatir dari criss, "aku tidak papa sayang" ucap laura menghindari criss yang sedari tadi mengintrogasi tubuhnya apa ada yang terluka
"baik lah, itu sore lalu kenapa kau pulang tengah malam seperti ini?" tanya criss sambil bergelayut nanya di punggung laura yang sedari tadi sudah ingin mandi karena lelah
"itu dia yang membuat ku kesal, pemilik restoran ini membuatku harus menunggu nya. dan dia juga meminta ganti rugi sebesar $8jt" ungkap laura begitu kesal
"benarkah?, aku penasaran siapa orang yang bisa berbuat begitu pada mu kali orang lain pasti tidak ada yang berani menagih yang sepeserpun dari kantong mu" criss tertawa ringan
"aku memberikan black card pada nya" jawab an itu membuat criss membelalakan matanya
"kamu sungguh mengganti rugi, apa dia memaksa mu?" laura memasang wajah sedih dan mengangguk
"pemilik nya bernama zenahara sbastine" laura memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri, criss mengambil ponsel nya
"kalian urus orang bernama zenahara sbastine" itu lah kata singkat yang di ucapkan criss pada orang yang ia telepon
° ° ° ° ° °
"hei!! ini apartemen ku kenapa kalian masuk seenak nya!!" teriak zena kesal "apa-apaan ini!!" teriak zena lagi saat salah satu dari mereka mendekati zena dan menahan kedua lengan zena hingga mata zena pun di tutup oleh saputakan. tubuh zena bergetar ketakutan hingga nafas nya membiru ia sangat takut tuk mengeluarkan suara yang ia bisa hanya menangis dan berdoa semoga semua ini hanya mimpi
hingga zena sadar saat ia di masukan ke sebuah mobil dan mobil pun melaju dengan kecepatan sedang
"ini kemana?" lirih zena ketakutan
° ° ° ° ° °
nala bangun cukup siang dengan baju dress tidur panjang nya yang masih melekat sempurna di tubuhnya dan rambut acak-acakan juga matanya yang sipit masih mengantuk, ia melangkah menuruni tangga tapi ia tak menemukan makanan
"mama belum pulang" ucap nya malas sambil menutup mulutnya yang menguap
"dasar kebo!" nathan yang sudah sangat segar dengan pakaian santai nya sambil menonton tv melempar bantal sofa dan gol mengenai wajah nala yang masih lemas hingga hampir terjangkit kebelakang, nathan tadi ingin bangun menahan nama jatuh tapi saat maka terjatuh kebelakang dengan kepala sedikit terbentur ia mengaduh dan mengelus kepalanya
ia nampak cuek dan mengambil bantal sofa itu, dan melangkah lemas menuju nathan dan justru malah tidur di sofa panjang di samping nathan, dan nathan tak habis pikir dengan kelakuan saudara kembarnya itu
"lo kagak tidur semaleman?" tanya nathan sambil menampar-kampar pipi nala pelan agar sang adik itu sadar, tapi nala hanya tertidur pulas nathan menggeleng-geleng kepala tak percaya
ting nong ting nong
terdengar bell rumahnya di pencet
maaf autor baru up lagi 😭😭😭🙏 maaf banget 😭, enggak punya kuota 😫😖