
tok..tok..tok..
marco membawa sarapan di tangan untuk zena namun sedari tadi ia mengetuk pintu tak ada jawaban apa pun dari zena, ia pun masuk kedalam kamar zena dan tak melihat zena di mana pun terdengar suara shower di kamar mandi marco pun memilih duduk di sofa single di kamar zena menaungi zena mungkin karena zena sedang mandi
20 menit lebih ia menunggu tak ada tanda-tanda shower mati, marco pun khawatir di buatnya ia pun dengan kadar mendobrak pintu kamar mandi zena
zena nampak tak sadarkan diri di bawah guyuran shower dengan masih mengenakan dress tidurnya, wajahnya pucat pasi seperti mayat entah berapa jam zena di bawah guyuran air kulitnya nampak berkerut tubuhnya sedingin es, marco langsung mengangkat tubuh zena ia menyuruh nathan dan maka tetap di rumah tapi sebelum nya ia menyuruh kiyoshi untuk menjaga nala dan nathan
° ° ° ° ° °
dokter keluar dari ruang ugd, marco langsung menghampiri dokter itu
"bagai mana keadaan nya dok?"tanya marco dengan khawatir
"keadaan nya mulai membaik tapi akan lebih baik jika kamu melanjutkan perawatan di tempat dokter psikolog" usul sang dokter
"maksud dokter?"
"kami mendapati sayatan benda tajam di pergelangan tangan pasien dan sepertinya pasien mengalami depresi situasional, itu masih kemungkinan" ucap dokter "pasien mengalami demam tinggi di karena kan luka di lengannya di biarkan dan setiap luka kering selalu di tumpuk dengan sayatan baru, luka yang tidak di obati akan terinfeksi bakteri jadi tubuh memberi radar dengan demam juga kurang nya asupan pada tubuh membuat pasien tak bertenaga dan hal ini di buat semakin buruk oleh insomnia berat yang di alami pasien" lanjut dokter menjelaskan
° ° ° ° °
kini zena sudah di pindah kan ke ruang rawat inap dan dokter psikologi menangani zena
"beban stres yang dialami tak hanya secara emosional, tetapi juga psikis secara signifikan." lanjut dokter asni memberi penjelasan dan marco mendengar kan dengan setia ia ingin tahu keadaan zena secara detail dan lengkap
"kombinasi dari durasi serta tingkat keparahan yang menentukan kapan rasa sedih yang dialami bertransformasi menjadi depresi. Tanda-tanda depresi situasional juga meliputi sulit tidur, rasa cemas, rasa sedih, putus asa, berduka, perubahan nafsu makan, dan rasa sakit pada tubuh sebagaimana disebutkan oleh Gardenswatz" tutur dokter asni kembali memberi penjelasan
"Dalam kasus ini, perawatan melalui obat-obatan biasanya dibutuhkan dan bila depresi berlangsung lebih dari enam bulan, depresi akan berkembang dalam bentuk yang lainnya" terang dokter asni kembali
"berkembang dalam bentuk lain seperti apa dok?" tanya marco yang tak mengerti
"saya pun belum tahu kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi nanti, untuk konsultasi nona semula bisa konsultasi setiap hari kamis saya full time pada hari itu"
"baik dok terimakasih" jawab marco menyalami dokter asni
"tolong lebih memberi perhatian dan awasi nona zenika. jauh kan dari benda tajam besar kemungkinan sewaktu-waktu nona zenika akan melakukan percobaan bunuh diri" dokter asni pun pamit dan keluar dari ruang rawat zena. zena nampak terbaring lemah dengan pergelangan tangan kirinya yang di perban rapi
marco tidak percaya sesuatu seperti ini akan terjadi pada zena.
**pukul 1 pagi nich
jangan lupa saur bagi yang menjalan kan puasa juga jangan lupa like komen dan vote yah**