A Cracked Heart Is Healed

A Cracked Heart Is Healed
milik mu seutuhnya



hari menjelang malam nala dan nathan juga viona sudah masuk ke kamarnya masing-masing tidak terkecuali zena dan saga tanya sudah berbaring di tempat tidur, salah satu dari mereka belum tertidur


zena memandang pria tampan di hadapannya dengan perasaan hangat ia masih merasakan bahagia yang tak terhingga sampai saat ini di mana mereka kembali bersama dalam satu alasan yaitu saling mencintai


tangan jahil zena menekan-nekan pipi saga yang putih bersih dnegan telunjuk nya. zena tersenyum ia senang bisa melihat pria di sampingnya ini


tapi tangan nya berhenti saat kedua mata saga perlahan terbuka "aku mengantuk" ucap nya dengan mata yang masih belum sepenuhnya terbuka


"maaf, tidur lah lagi" saga menggeleng ia mendekatkan tubuhnya pada zena dan meraih pinggang gadis itu untuk ia peluk dan menyembunyikan wajahnya di dada zena, bibir zena kembali melengkung ia mengelus kepala saga


"bagai mana jika kita menikah besok" ungkap saga yang ternyata belum tidur mendongak melihat kearah zena yang posisi tidurnya lebih tinggi dari ia


"eh?" zena melihat aneh kearah saga sambil menunduk tangan nya tak berhenti mengelus kepala saga "terlalu terburu-buru" lanjut zena setan mencerna ucapan saga


saga menghela nafas "bagai mana jika kita" zena tertawa ringan kembali memberi jawaban yang sama


"minimal minggu depan" ungkap zena


"mama sekalii..., aku ingin segera mencap dirimu adalah milik ku"


"apa beda nya sekarang pun aku sudah menjadi milik mu" saga tertawa kecil


"tapi belum seutuhnya" zena mengangguk mengerti apa yang pria ini inginkan, tentu saja pria ini membutuhkan kebutuhan biologisnya yang harus terpenuhi


"aku bisa memberikan apa yang kamu ingin kan kapan pun itu" ungkap zena dengan pipi merona, saga tertegun seperti di beri lampu hijau ia langsung beranjak dan mengubah posisinya yang sekarang menjadi berada di atas zena


zena memandang wajah pria di atas nya yang sedang tersenyum kearah zena


"aku tidak akan membiarkan mu tidur" saga mulai ******* bibir zena lembut dengan gigitan-gigitan kecil


tangan nya mulai masuk kedalam dress tdur yang di pakai aaga tak membiarkan setiap inci pun terlewatkan. dan malam ini pun menjadi malam bergairah bagi saga dan zena


° ° ° ° ° ° ° °


zena terbangun dan tidak mendapati saga di sampingnya rupanya ia kesiangan bangun ini sudah pukul delapan pagi, mungkin efek lelah karena ia baru tidur pukul empat dini hari. saga tak membiarkan ia beristirahat


dengan perlahan ia beranjak turun dari tempat tidur dengan selimut meliliti tubuh nya


setelah membersihkan diri dan sudah rapih dengan pakaian santai nya ia pun keluar dari kamar nya yang berada di ujung lantai dua


suara langkah kaki nya bahkan bergema hingga ia menuruni tangga mendapati kakek ken yang sedang membaca koran dengan secangkir kopi di tangan nya


"selamat siang kakek" sapa zena ramah


kakek ken melihat kearah suara "pagi"


"apa kakek tau di mana saga dan anak-anak?" tanya maka yang ikut duduk berhadapan dengan kakek ken


"memang ada urusan apa kek? nala ikut?" tanya zena memastikan dan di angguki oleh kakek ken, zena pamit untuk menghubungi saga


saga : kamu sudah bangun sayang?, maaf aku ada urusan mendadak


me : bala sama kamu?


saga : iya, aku ngajak nala. weekend gini kasian di rumah kesepian kamu juga tau kan gimana vio dan nathan


me : mereka sangat akur dan nala jadi terpojokan


saga : benar, jadi aku sengaja mengajak nya


me : kalian di mana?


saga :di mall


me : kok mall, ada urusan apa? kok di mall sih?


saga : hahaha iyah, jadi urusan nya udah selesai ini nganter nala jalan-jalan


me : oh gitu, kaga nala ya


saga : iya


panggilan pun terputus tapi zena teringat sesuatu


'ini saga masih jam 8 pagi memang nya mall buka sepagi itu' zena kembali mencoba menghubungi saga tapi nomor di luar jangkauan


° ° ° °


saga berada di mobil depan studio musik, pagi-pagi sekali nala mengetuk kamar nya dan memintanya mengantar latihan band dan di sini lah dia mobil menyala membiarkan ace memenuhi mobil dan menidurkan diri nya. ia sangat mengantuk benar-benar sangat mengantuk


tak terasa ia tidur berjam-jam sebuah ketukan di jendela mobil nya membangunkan saga


rupanya nala yang sepertinya sudah selesai melakukan latihan, saga membuka kunci pintu mobil dan nala masuk ke dalam mobil


"papa keliatan ngantuk banget emang ga tidur semalam?" tanya nala melihat mata papanya memerah


"semalam abis olah raga" nala tak mengerti hanya menganggap nya kata-kata melantur


"ya Udah, nala juga udah selesai kok. papa pindah kebelakang terus tidur biar bala aja yang nyetir" ucap nala, saga pun berfikir dan setuju bagaimana pun keadaan nya yang sekarang menyetir mobil justru malah membuat mereka berdua dalam bahaya


**autor lembur buat kalian ini, karena bagi autor yang notabe nya penulis. tanpa pembaca karangan autor gak berarti


jangan lupa like, komen, dan vote**