A Cracked Heart Is Healed

A Cracked Heart Is Healed
di temukan



saga dan pengawalnya pun menuju tempat di mana zena berada, ia mengetahuinya dari anak buah laura yang baru kembali saat mereka sedang melakukan penggeledahan di rumah ibu negara


hingga mobil berhenti tepat di tengah hutan dengan seorang rumah-rumah yang sangat saga kenal dalam keadaan tak sadarkan diri dan pakaiannya yang tak rapih


saga turun dan berlari menghampiri zena yang nampak tak sadarkan diri dengan tubuhnya yang memucat, dangan hati nya yang merasa sakit melihat keadaan zena. saga mengendong zena ala bridal stayl untuk segera di tangani di rumah sakit terdekat


hingga zena pun mendapatkan perawatan di ruang ugd, dokter wanita yang menangani zena keluar dengan wajah nya yang sedih, ia sangat iba dengan zena yang menjadi pasien nya


"wali nona zenika lin!" panggil nya, saga yang sedari tapi duduk dan merenung pun tersadar dan menghampiri dokter wanita itu, sebut saja dokter mega


saga dengan wajah panik menghampiri dokter mega "bagai mana keadaan nya dok?" tanya saga


"pasien mengalami dehidrasi berat dan tubuh nya yang tak terisi makanan membuat tubuhnya mengalami syok, dan. terdapat memar di bagian intim nya apa anda ingin membuat laporan?" saga membelalakan matanya terkejut


"ah...itu...kami baru menikah" jelas saga, sang dokter memicingkan mata tak yakin pasalnya sang pasien di bawa dalam keadaan dehidrasi berat dengan tubuhnya yang tak terisi makanan juga pakaian nya yang kotor


"apa anda berkata jujur tuan, kami para dokter bisa membaca postur anda yang berbohong" ungkap sang dokter


"bisa kita bicara empat mata dok" sang dokter pun mengangguk dan mereka pun memasuki ruangan sang dokter


"dia adalah istri saya dok, dia di culik dan kami baru menyelamatkannya" dokter tau bahwa pria di hadapan nya berkata jujur


"anda ingin membuat laporan tuan, kami dari pihak kedokteran bisa langsung mengambil tindakan atas hak asasi manusia dan juga termasuk dalam kekerasan seksual"saga menggeleng


"sebelum nya saya sagara zen" saga menyalami sang dokter dan di balas


"saya megandra" dokter mega masih menatap tak menyangka di depannya adalah seorang pengusaha sukses muda di mana ia dulu bekerja di negara yang sama dengan saga


"saya akan menyelesaikan urusan ini dengan cara saya bisa anda menjaga rahasia?" tanya saga dan memberikan kartu namanya


"tentu saja tuan, kami para dokter bersumpah untuk menjaga rahasia dari sang pasien" jawab dokter mega


tok tok tok


"dokter! pasien di ruang ugd sadar dan mulai histeris!!" ucap seorang suster yang masuk setelah mengetuk pintu dengan panik,dokter mega dengan cepat bertindak di ikuti saga


"jangan mendekat!!!, jangan mendekat!!" di pojok ruang rawat zena nampak histeris tangan nya bersumpah darah karena mencabut infusan dengan kasar dia terus menangis tak ingin di dekati siapapun


dua suster pria yang ingin menangani zena pun kewalahan


dokter mega dan saga masuk ke ruangan dan suster pun mundur membiarkan denga dokter mendekati zena


"nyo..nyonya tolong aku, tolong. mereka.. mereka ingin meleceh kan ku" ucap zena sambil menunjuk dan mengadu pada dokter mega, dokter mega melihat kearah dia bawahan nya dan mereka menggeleng


"tidak nyonya mereka hanya ingin menolong mu" ucap dokter mega lembut


"tidak!, mereka jahat padaku!! tidak!" zena semakin histeris dan menangis. dari belakang sang suster menyuntikan obat penenang pada zena. tangisan zena mereda dia nampak diam dengan tatapan kosong


semua itu tak luput dari pantauan saga yang sangat iba melihat keadaan zena, saga mendekati zena yang masih duduk di lantai dengan pandangan kosong. saat saga mendekat zena nampak langsung melihat kearah saga membuat saga terkejut


saga tersenyum hangat, dan kembali mendekati zena. dengan sigap saga mengangkat tubuh zena kembali kepembaringan mata mereka tetap bertemu


zena tetap memandangi saga dan saga menggenggam tangan zena lembut


zena nampak tak bergeming memandang saga "saga" gumam nya pelan, saga mendekati wajahnya pada zena untuk mendengar kata kelanjutan zena "maaf kan aku" lirih nya satu tetes air mata berhasil meluncur mulus di pipi zena


seketika itu juga efek obat mulai bereaksi dan zena pun terlelap dalam tidurnya


"maaf untuk apa? aku yang salah pada mu" lirih saga penuh pilu dan mencium punggung tangan zena tanpa sadar air matanya menetes


' aku mohon hentikan penderitaan ini untuk nya tuhan, biarkan aku yang mebggantikan nya' batin saga ia meletakan tangan zena perlahan dan melangkah keluar ruangan, dokter sudah memasang kembali infusan.


saga mengatakan pada sang dokter untuk tidak mendatangkan perawat pria pada zena


° ° ° ° ° °


nathan dan nala berlari di koridor rumah sakit medapat berita dari sang papa kandung bahwa mama nya masuk rumah sakit


nala menangis dan langsung memeluk saga, dan saga membalas lembut dan mengelus punggung nala memberi ketenangan


sedang kan nathan nampak menjaga jarak menatap saga dingi, ia tahu pria di hadapannya memang orang yang sangat berarti dalam hidup keluarganya dan dia juga berhutang budi pada saga atas penyelamatan mama nya tapi sumpah nya untuk tidak pernah memaafkan orang yang pernah menyakiti mamanya tetap tertanam di dalam dirinya


nathan melangkah melihat jendela pintu ruang rawat zena, di sana sang mama tercinta rterbaring lemah


mereka tidak di perboleh kan masuk sebelum pagi hari dan nathan sudah sangat bersyukur dengan hanya bisa melihat mamanya yang sempat menghilang di telan bumi beberapa hari ini


sebuah tangan mendarat di baju nathan, nathan berbalik dan mendapati saga


"ada apa paman?" tanya nathan seolah baik-baik saja


"kamu mirip seperti ku, jangan bertingkah seolah baik-baik saja" terang saga dia ingat dimana dia selalu menutupi kesedihannya dan ia sadar bahwa putra biologisnya ini menuruni sifat itu


saga mengacak kepala nathan sambil sersenyum kecil dan bala mengeratkan pelukan nya


° ° ° ° °


nala, nathan dan saga tidak pulang dan memilih menginap di rumah sakit menunggu hingga pagi. dan saat itu zena membuka matanya perlahan harapannya kosong melihat ke atas dan dia seperti itu untuk beberapa menit hingga suara pintu terbuka mengalihkan pandangannya


ia melihat nathan masuk kedalam ruangan dan saat itu nathan langsung melangkah cepat dan memeluk sang mama


"nathan" zena menangis bahagia bisa bertemu putra nya lagi, tangan lemah nya perlahan memegang pipi nathan. nathan menyentuh lengan mamanya tanpa sadar mata nya sudah berkaca-kaca


"nathan di sini mah, nathan enggak akan ninggalin mama" ucap nathan mengecup lembut kening mamanya itu


"di mana bala?, dan juga saga?" nathan melihat mata sang mama mencari keberadaan dia orang itu


"mereka sedang sarapan mah"


"nathan sebenar nya saga_


"dia papa kan mah" potong nathan, zena nampak diam tak melanjutkan kata-kata nya hanya mengangguk lemah


"maaf kan mama sayang sudah merahasiakan ini begitu lama" ucap zena masih dengan suara lirih nya


"semua nya berlalu mah, aku tidak akan pernah marah sama mama. aku tau mama pasti punya alasan untuk itu semua" nathan menggenggam erat tangan zena "mama harus sembuh" ungkapnya menguatkan zena


"nathan, mama mau kamu menerima saga sebagai papa kamu nak. lupakan sumpah dan prinsip mu itu" zena mengeja "dia tetap papa kamu dan jika nanti mama sudah_


"ssstttss mama ga boleh ngomong gitu" nathan menatu hari telunjuknya di bibir sang mama menghentikan ucapan mama nya yang tak ingin nathan dengar "kita akan bahagia mah, kita akan baik-baik saja" terdengar suara pintu di buka terlihat bala,saga juga dokter di belakang mereka memasuki ruangan


"mama!" nala menangis berhambur ke pelukan zena ia menangis sesegukan ia sangat merindukan mama nya dan juga sangat khawatir pada mamanya itu


"hai little princess nya mama" sapa zena sambil tersenyum mengelus kepala nala yang berada di perutnya


"mama gapapakan?" tanya nala masih menagis dan di jawab anggukan oleh zena, nala terkejut saat seseorang menarik merah baju nya dari belakang untuk mundur ia merasa tak ingin jauh dari sang mama


zena tertawa melihat itu, rupanya nathan yang menarik nala " mama mau di periksa dokter" terang nya dan nala menekuk wajahnya tak terima dengan perlakuan kakaknya itu


"halo nyonya apa sudah baikan?" tanya dokter mega ternyum mulai memeriksa zena, zena membalas ternyum dan mengangguk


"apa sudah di perboleh kan pulang dok?" tanya saga pada sang dokter


"jika infusannya habis sudah di perboleh kan pulang tuan" jelas sang dokter, saga melihat cairan bening itu tersisa setengah dan mengangguk


"keadaan nona zenika masih memebutuh kan istirahat di rumah nanti biarkan ia berbaring dan jangan melakukan apapun juga pola makanan nya harus dI jaga" jelas dokter mega dan berpamitan tuk mengecek pasien lain


saat itu mata zena dan saga bertemu, nathan yang membaca situasi langsung menarik nala keluar ruangan


"kamu masih di sini?" tanya zena lirih pada saga, secercah rasa bersalah nya muncul di hati zena bagai mana pun di pikiran zena saat ini adalah ia yang menyuruh saga menjauh dari kehidupan nya


"zena"


"kamu harus pulang, angelika dan anak mu pasti khawatir" jelas zena saga memandangnya sendu penuh rasa bersalah


saga melangkah kan kakinya mendekati zena, dan memegang lembut tangan zena "aku disini, untuk menepati ucapan ku. aku akan bertanggung jawab dan menikahi mu" zena tak diam tak bergeming matanya memandang saga tak yakin


"aku tidak ingin menjadi yang kedua di hati mu" jawab zena lirih


"tidak, sejak awal. sejak aku bertemu dengan mu ada tempat yang kosong di hatiku dan aku sadar itu adalah tempat untuk mu. dan saat itu aku tahu bahwa posisi angelika di hatiku sudah tergantikan oleh mu. tapi, takdir berkata lain dan membuat aku harus bersama angelika. tapi tuhan mengambilnya begitu cepat hingga aku tahu. kamu memang malaikat yang tuhan kirim kan untuk ku" mata zena berkaca-kaca ia tak menyangka angelika meninggal padahal ia masih muda


"aku mohon jadi lah cahaya yang menyinari hari-hari ku, dan jadilah ibu untuk viona. dia membutuhkan kehadiran mu dan juga kasih sayang mu" zena masih tak bersuara tapi air matanya terus menetes tak terhentikan


"aku takut!..aku takut sesuatu yang buruk kembali menimpaku" tangis zena pecah " tuhan begitu kejam padaku!" tangis nya keras saga memeluk zena yang terduduk erat ia mengerti penderitaan yang amat menyakitkan yang dialami zena selama ini


"tidak, tidak akan ada lagi hal buruk semua nya akan kembali berbahagia" ucap saga optimis menyemangati zena


"aku akan menjadi cahayamu aku akan menjadi ibu untuk anak mu tapi tidak untuk menikah" ucapan zena membuat saga terkejut dan refleks melepas pelukan nya


"apa kamu masih marah padaku, aku mohon zena menikah lah dengan ku" mohon nya pada zena namun zena tetap menggelengkan kepala


"tidak, maaf kan aku saga. aku mencintai mu tapi aku tak bisa menikah dengan mu" zena kembali membaringkan tubuhnya dan menutup matanya dengan punggung tangannya


di satu sisi bala menggenggam tangan nathan erat menahan air matanya jatuh, ia sangat kecewa mama nya menolak sang papa tapi ini adalah pilihan mamanya dan ia yakin ini yang terbaik


**gimana?, maaf yah kemarin autor ga up tapi hari ini up nya di panjangin sebagai ucapan perminta maaf an dari autor, maaf yah


autor juga buat cerita kayak gini biar nanti ada kisah untuk nathan dan nala


autor mau bikin grup wa menurut kalian gimana yang setuju komen yah. jangan lupa like dan vote**