
zena sudah siap dengan gaun biru yang sangat pas di tubunya membuatnya tampil sangat elegan di sempurnakan dengan kalung pemberian marco
juga nala yang memakai dress biru yang lebih cerah namun model gaun serupa dengan sena dan penampilan nya sangat cantik dan menawan memberikan kesan anggun
begitu pula nathan yang di memakai pakaian yang sudah di rancang memang berpasangan dengan nala
setelah semua persiapan selesai bel pintu apartemen zena berbunyi nampaknya marco sudah datang zena pun menghampiri tas rantai kecil dan menuju pintu bersama anak-anaknya
terlihat marco sudah sangat tampan dan rapih dengan setelah jas biru yang berwarna sama seperti milik zena
"kau sangat cantik" puji marco yang melihat zena sangat menawan dengan gaun pilihan mama nya
"kau juga sangat tampan" puji balik zena sambil tersenyum
"nenek memilihkan gaun dan kemeja yang bagus untuk kita, aku harus berterima kasih"lanjut zena
zena menutup pintu apartemennya dan mereka pun beranjak untuk ke acara pernikahan saga bersama-sama
° ° ° ° ° °
sampai di tempat acara, zena dan marco juga nathan dan maka nampak berjalan bersama dengan nathan dan maka jalan di depan mereka
bahkan mereka menjadi pusat perhatian mungkin karena keberadaan bala dan nathan yang sangat manis
mereka pun duduk di meja bundar yang tersedia empat kursi
tanpa zena dan marco sadari mereka nampak.seperti keluarga bahagia dan harmonis
sedari tadi zena nampak tak banyak bicara dan memilih mendengarkan anak-anaknya yang sedang bercanda gurau dengan marco,sebenar nya ia masih enggan untuk datang ke acara ini. bagi sebagian besar orang ini adalah acara berbahagia namun tidak untuk zena ini adalah sebuah rasa sakit dimana ia melihat saga menikah dengan wanita lain.
'mungkin tidak akan sesakit jika kamu tidak berkata kalau kamu akan bertanggung jawab dan menikahi ku saga'batin zena
terdengar tepuk tangan meriah saat sang bintangnya acara muncul di acara, sena melihat saga dan angelika berjalan bergandengan tangan di atas karpet merah menuju pelaminan mereka
zena sungguh sudah tidak bisa membendung air mata ini, zena menunduk
"aku ke toilet sebentar" ucap zena lirih masih dengan menunduk karena tak ingin marco dan anak nya tahu kalau ia akan menangis, dengan langkah cepat setengah berlari zena menuju kamar mandi
setelah masuk ke kamar mandi wanina ia masuk kedalam salah satu toilet dan menguncinya ia duduk di atas wc duduk dengan hati penuh pilu ia menumpahkan air mata penuh kesedihan, zena menggigit kedua bibinya dari dalam ia tak ingin orang lain mendengar tangisannya
' kenapa?, kenapa ini terjadi pada ku. kenapa aku bersedih ini dia bukan siapa-siapa ku' batin zena menyalahkan diri nya sendiri air matanya tak kunjung berhenti memori nya seakan berputar mengingat betapa sulit nya ia menjalani kehidupan ketidak ia sedang hamil dari lelaki yang ia tidak tau siapa lelaki itu, betapa ia mendapat kan kalian dari keluarganya. banyak orang mencoba membunuh bayinya. dan betapa sulit hidupnya di cap sebagai wanita hina oleh banyak orang
setelah bermenit-menit menangis kini air matanya sudah mengering ia menebak jam wajahnya dan merapihkan rambutnya
ia keluar dari toilet dengan kelopak bawah mata dan hidung nya merah sangat jelas terlihat karena wajah zena yang putih semakin membuat wajah nya nampak menyedihkan, untung saja kamar mandi ini sepi jadi tidak ada yang melihat sena
zena bercermin melihat penampilannya dan juga wajahnya "menyedihkan" gumam zena lirih ia langsung mengambil air dari keran wastafel otomatis saat imramerah nya terhalang oleh tangan air akan keluar dengan sendirinya, sena mencuci mukanya dan mengambil tisu yang tersedia di meja lalu mengelap wajah dan tangan nya. ia memoles wajahnya dengan consiler menutupi merah di bagian wajahnya lalu memakai bedak sebagai bes make up, setelah itu memakai eyes shadow berwarna cerah menutupi matanya yang sembab juga dengan eyes liner dan mascara dan terakhir lipcream berwarna peac menjadi penutup untuk make up nya penampilannya berubah drastis, ia jarang berdandan seperti ini karena sena lebih mengandalkan bedak dan lip glos nya. sena menghela nafas panjang mencoba tersenyum di depan cermin
sena keluar dari kamar mandi setelah kembali ke aula banyak yang melihat zena dengan ta berkedip karena zena sangat cantik saat ini, marco melihat penampilan zena tak berkedip sama sekali
"aku khawatir kau sangat lama di kamar mandi ternyata kau berdandan ,memang wanita sangat teliti soal penampilan"ucap marco di angguki nathan
"kenapa kau mengangguk" tegur maka kesal pada nathan "aku juga wanita" rajuk nya menggembung kan pipinya
mereka pun kembali duduk sambil mengobrol tanpa mempedulikan berlangsung nya acara hingga
"marco kau datang"
deg
suara yang ssangat sena kenal padahal sejak awal ia tak ingin bertemu secara langsung dengan saga
halo para pembaca jangan lupa like, komen dan vote yah
aku bakalan munculin karakter baru loh, kalian yang mau namanya menjadi salah satu karakter di cerita aku tinggal komen yah 😊